Kamis, 18 Januari 2018 04:36 WIB

Foto

Michelin Indonesia Yakin Pasar Ban Tubeless Tumbuh Pesat

Indopos.co.id, SURABAYA – Langkah bisnis visioner diambil oleh PT Michelin Indonesia. Meski saat ini pasar ban tubeless hanya 30 persen dari keseluruhan kebutuhan ban nasional, namun pabrikan ban asal Perancis itu tetap berkomitmen bermain di ranah tersebut. Hal itu ditegaskan Sales Director for 2W Division Michelin Indonesia Bayu Surya Pamugar Sugeng saat mengenalkan produk baru mereka di Shangri-La Hotel Surabaya, Jumat (3/6). Bayu yakin secara perlahan pasar ban tubeless akan terus tumbuh dan membesar.

“Padahal, tiga tahun lalu hanya belasan persen,” katanya. Selain itu, maraknya produsen sepeda motor di tanah air yang memasarkan velg ban tubeless menjadi salah satu potensi. ”Masyarakat sudah banyak berminat ke tubeless karena lebih efisien jika ada kebocoran,” ungkapnya. Michelin sendiri aktif membidik masyarakat perkotaan untuk memasarkan produknya. Dominasi ban tubeless saat ini masih terfokus di perkotaan serta Jawa. Pihaknya menyasar Jawa Timur sebagai salah satu penopang penjualan perseroan. Penjualan sepeda motor di Jatim saat ini menduduki posisi kedua tertinggi di Indonesia dengan kontribusi 16,74 persen atau sekitar 1,1 juta unit pada 2015. Secara bahan baku, saat ini Michelin Indonesia dipasok melalui dua perusahaanjoint venture. Yakni, PT Chandra Asri Petrochemical dengan komposisi saham 55 persen dimiliki Michelin. Perusahaan patungan tersebut memasok karet sintetis. Sedangkan bahan baku karet alam dipasok joint venture Michelin Group dengan Barito Pacific Group. Kepemilikan saham Michelin Group adalah 47 persen. Sedangkan Barito Pacific Group memiliki saham 53 persen. “Pasar ban di Indonesia sangat menjanjikan sehingga kami serius dengan berinvestasi untuk plantation karet,” tambah Fiona Mambu, country communications & brands PT Michelin Indonesia. Bayu mengatakan, Michelin sendiri menargetkan bisa menikmati kenaikan penjualan di atas pertumbuhan ekonomi. Pihaknya meyakini, jika kondisi ekonomi membaik, daya beli masyarakat dapat mendorong pergantian dari ban tubetime ke tubeless.(vir/c4/oki/pda/pojoksatu.id)

Foto Lainnya

BAHANA MEDIA FORUM

Bisnis

ECONOMIC & INVESTMENT OUTLOOK 2018

Bisnis

STYLIS DENGAN FITUR PREMIUM

Bisnis

Peluncuran Pajero Sport Varian 2018

Indobisnis

LCKM LISTING PERDANA DI BEI TAHUN 2018

Moneter

ANGGARAN BERAS

Makro

LABFOR Periksa Konstruksi BEI

Nasional

Korban Runtuhan di Gedung BEI

Jakarta Raya

Korban Runtuhan di Gedung BEI

Jakarta Raya

BCA SALURKAN KREDIT UMKM MELALUI KLIKACC

Bisnis

CIMB ASEAN STOCK CHALLENGE

Bisnis

PPI Bakal Ekspor Minyak Goreng

Indobisnis

Uji Coba Fly Over Pancoran

Jakarta Raya

Lantai 1 di Tower 2 Gedung BEI Roboh

Headline

Flyover Pancoran Diuji Coba

Jakarta Raya

LOMBA HEMAT BAHAN BAKAR MOBILIO

Hobi

HARGA CABAI TINGGI

Bisnis