Kamis, 26 April 2018 02:32 WIB
citraland

Hobi

Cerita Sukses Agung Solihin, Konsultan Budaya Organisasi

Redaktur: Wahyu Sakti Awan

Agung Solihin. Foto: novita amelilawaty/indopos

INDOPOS.CO.ID-Profesi Konsultan Budaya Organisasi memang masih asing didengar. Namun, konsultan seperti itu ternyata banyak dibutuhkan saat ini. Perubahan tidak hanya cukup untuk individu tetapi juga sangat diperlukan untuk perubahan organisasi atau lingkungan tempat individu itu beraktivitas.

"Kenapa konsultan yang saya pilih? Saya ingin sampaikanbahwa  saya sudah pensiun dini menjadi seorang Motivator. Kenapa demikian? Karena belajar dari pengalaman saya selama kurang lebih 15 tahun, ternyatatidak cukup dengan individu yang dibangun melainkan penting membangun lingkungan di dalam organisasi. Alasanya sangat esensial, penting sebuah lingkungan yang terlebih dahulu dibangun contoh sederhana kalau kitamelihat teman kita atau rekan kita yang jarang ibadah, kemudian teman kita itu pergi ke tanah suci, kira-kira terketuk untuk ibadah tidak? Ya pasti ada magnet yang kuat untuk dia beribadah. Kenapa demikian karena lingkungan di sana semuanya beribadah, itu saya maksudkan membangun lingkungannya terlebih dahulu. Tentunya saja membangun lingkungan/ culture itu tidak mudah, perlu peran serta semua serta komitmen pemimpin dalam suatu organisasi. Cerita Agung di Jakarta, belum lama ini,” kata Agung.

Waktu kecil, kata Agung mengenang, dia mempunyai sebuah tujuan yang menurutnya luar biasa. "Ketika saya kecil saya mempunyai design diri. Waktu saya kelas 4 SD saya diminta menuliskan nama, ketika teman-teman saya menuliskan hanya nama, hanya saya yang berbeda. Saya menuliskan Prof Dr. Agung Solihin," kata Agung kemudian tersenyum.

Seiring berjalannya waktu, Agung mulai berpikir bagaimana caranya untuk menjadi seorang professor betulan. "Alhamdulillah caranya dibukakan oleh Tuhan, dengan menjadi konsultan budaya organisas menjadi expertdibidang ini sebagai praktisi semakin terbuka jalannya menjadi professor,” kata Agung

Cita-cita Agung ingin menjadi Konsultan Budaya Organisasi nampaknya mulus. Sejak kecil, Agung suka berorganisasi. "Saya dari SD dan SMP sangat aktif di organisasi. Saya mengikuti sampai 7 organisasi di antaranya pramuka, silat, karate, anggota paskibra, hingga pengurus koperasi," kenangnya.

Sejak itulah Agung belajar banyak dan mulai berlatih menjadi seorang pembicara. "Biasanya kalau pembicara sekolah kalau dulu disebutnya motivator, tapi saya berfikir kalau hanya motivasi tidak cukup akhirnya pada tahun 2014 saya memutuskan untuk terjun di dunia konsultan yang khusus membangun budaya organisasi," katanya tegas dan penuh percaya diri.

Namun, ternyata Agung bukan satu-satunya di dalam keluarga besarnya yang berprofesi serupa. "Saya 5 bersaudara, saya anak kedua, kakak saya laki-laki beliau adalah seorang pembicara seorang Trainer, Motivator. Kemudian saya punya 3 adik, 1 laki-laki dan 2 perempuan dan semuanya saya bersyukur sudah sukses dan bahagia dengan pekerjaanya masing-masing," kata Agung kemudian tersenyum. 

Sementara kedua orangtua Agung, berprofesi sebagai seorang wirausaha. "Mereka memang bukan seorang pedagang besar tetapi saya melihat mereka adalah pejuang sejati dan sangat menginspirasi kehidupan saya,” tambahnya. 

Agung memantapkan diri sebagai konsultan budaya organisasi melalui pendidikan formal dan informal. "Pendidikan saya saat ini, S2 Magister tapi mencapai itu tidaklah mudah, karena sejak SD saya sudah punya cita-cita bahwa ketika kuliah saya harus biaya sendiri," cerita Agung.

Setelah lulus SMA, lanjutnya, dia tidak langsung kuliah, saya kerja di perusahaan Australia sebagai autocad draftsman pekerjaan membuat gambar dari arsitek. Kemudian saya gambar di komputer, sambil kuliah waktu itu setelah S1 selesai saya lanjutkan S2 dan target saya sampai nanti saya jadi professor untuk mencapai gelar tersebut," kata Agung bersemangat.

Dengan penuh kesungguhan, anak kedua dari lima bersaudara itu mengaku sempat mengambil sertifikasi di Michigan Amerika Serikat khusus Corporate Culture. "Kemudian saya mengambil sertifikat di BNSP dan sertifikasi trainer dan Master Practitioner di NNLP dan masih banyak yang perlu saya pelajari," tutup Agung. (vit)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #profil 

Berita Terkait

Ono Surono Ubah Potret Buram Nelayan

Nusantara

IKLAN


1. Ditjen PHU akan Kerjasama dengan Ditjen Bimas Islam Adakan Penyuluh Haji    2. Di Anggap Prospektif, Dirjen Nizar Minta Prodi Manajemen Haji dan Umrah Masuk Fakultas Ekonomi Syariah    3. 2019, Di Targetkan Seluruh Pembimbing Manasik Haji Bersertifikat    4. Hasilkan Pembimbing Haji Profesional, Ditjen PHU MoU dengan IAIN Purwokerto    5. Beri Kuliah Umum, Dirjen Nizar Minta Pembimbing Haji Bersertifikasi dan Profesional    6. 1.096 Jemaah Haji Khusus Masuk Pelunasan Tahap II    7. Layanan Armina Bakal Meningkat    8. Dirjen Nizar: Relokasi Anggaran ke APBN Demi Azaz Keadilan    9. Petugas Haji Bertambah, Pelayanan Optimis Meningkat    10. 2019, Pembimbing Haji Bersertifikasi dan Profesional    11. Temui Direktur Proyek E Hajj Arab Saudi, Tim Pelayanan Haji Bahas Kesiapan Layanan Haji    12. Permudah Pendataan, Ditjen PHU Siapkan Gelang QR untuk Jemaah Haji    13. FK-KBIH Teken Pakta Integritas Manasik Haji    14. Saat Ini di Ditjen PHU Sudah Ada Advokasi Haji    15. Tim harus Jaga Integritas, Komitmen dan Soliditas Tugas    16. Kemenag Merilis Daftar Nama Jemaah Haji Berhak Lunas    17. Seleksi Petugas Haji 1439 H/2018 M Dibuka 20 Maret    18. Biaya Haji 2018 Disepakati    19. Pembinaan Haji Inheren Kesehatan    20. Haji Rescue Team terus Berikan Pelayanan Maksimal    21. Asrama Haji Bermetamorfosis Menjadi Hotel Berbintang    22. Sertifikasi Haji, Kemenag Gandeng UIN Suska Riau    23. Rekrutmen Petugas Haji secara Online    24. Kemenag Targetkan Indeks Kepuasan Haji Naik    25. Cek Perkiraan Berangkat Haji Khusus via Online    26. Pedoman Pembatalan Pendaftaran Haji Reguler 2018 Kembali Dibuka    27. Ini Tata Cara Pembatalan Pendaftaran Ibadah Haji    28. Kuota Haji 2018 Sama dengan 2017    29. Diseminasi Advokasi Haji Dimulai di Bogor, Daerah Lain Menyusul    30. Rangkul Muspida, Advokasi Haji akan Lakukan Diseminasi