Selasa, 24 April 2018 04:33 WIB
citraland

Formula 1

Ferrari Punya Pace Lebih Baik, Hanya Butuh Keberuntungan

Redaktur:

IMPRESIF: Dua pembalap Tim Scuderia Ferrari, Sebastian Vettel (kiri) dan Kimi Raikkonen dalam latihan bebas kedua atau free practice (FP2) ajang F1 2017 tampil impresif di Sirkuit Sepang, Malaysia

INDOPOS.CO.ID - Jika nantinya bintang Mercedes Lewis Hamilton sukses merengkuh gelar juara dunia Formula 1 (F1) untuk keempat kalinya musim ini, sebagian besar penyebabnya adalah keberuntungan. Terutama raihan poin “cuma-cuma” yang didapat dari dua balapan terakhir. Mercedes sendiri kini sedang dalam tren penurunan performa.

Dari dua balapan terakhir, GP Singapura dan Malaysia, Sebastian Vettel kehilangan 34 poin. Di Singapura, Vettel gagal finis akibat tabrakan karambol dengan Max Verstappen (Red Bul—TAG Heuer) dan rekan satu timnya sendiri Kimi Raikkonen.

Di Malaysia, Minggu (1/10) lalu, Vettel kembali kehilangan enam poin karena kerusakan turbo di sesi kualifikasi sehingga harus start dari posisi paling buncit. Perjuangannya mengejar ketertinggalan poin nyaris berhasil, karena pace Vettel jauh di atas Hamilton di Sepang. Walaupun akhirnya hanya bisa finis keempat, Vettel setidaknya sudah menunjukkan bahwa di sirkuit high speed yang mengalir, dan membutuhkan power mesin besar, Ferrari bisa sangat tangguh.

Sayangnya, senjata ampuh Vettel itu datang di saat yang tidak tepat- jika tidak ingin menyebutnya sangat terlambat. Saat balapan hanya menyisakan lima seri dan jarak dengan Hamilton sudah terbentang jauh, SF70H justru menunjukkan top performanya. Bisa jadi, melonjaknya performa mobil Vettel, karena Ferrari mengganti semua elemen utama mobil dengan yang baru.

Diketahui bahwa Ferrari telah memasang MGU-H dan turbo kelima untuk mesin Vettel. Unit kelima berarti sudah melampaui jatah maksimal yang diperbolehkan dalam satu musim yakni empat. Penggantian dua suku cadang utama tersebut secara teori seharusnya diganjar 20 grid penalti. Tapi karena Vettel start dari posisi buncit, penalti tersebut tidak berarti apa-apa.

Dengan kondisi tersebut Vettel bakal datang ke Suzuka, Jepang 8 Oktober nanti dengan mesin fresh. Meskipun pembalap Jerman itu khawatir tabrakan dengan Lance Stroll (Williams-Mercedes) saat slow lap usai balapan sedikit mengkhawatirkannya. Terutama jika benturan itu merusak gearbox mobilnya. “Kami akan cek nanti. Jika terjadi, itu akan menjadi kejutan lain akhir pekan nanti (Suzuka),” ucapnya.

Jika nantinya harus mengganti gearbox di Jepang, Vettel harus menghadapi penalti grid lima posisi. Karena gearbox yang dipakai Vettel di Malaysia baru dipasang saat GP Singapura. Padahal satu unit gearbox harus dipakai dalam enam seri. Mudah-mudahan ketakutan Vettel tidak terjadi. Suzuka, lagi-lagi, adalah sirkuit yang nyaris sama karakternya dengan Sepang. Cepat dan mengalir. Di atas kertas Mercedes adalah favorit di trek 5.8 kilometer itu.

Namun melihat performa W08 di Sepang, Ferrari dan Red Bull punya peluang besar untuk bersaing. Bos Mercedes Toto Wolff mengakui performa kehilangan timnya anjlok. Indikasi terbesar adalah ketika Valtteri Bottas yang start dari posisi kelima bisa disalip Vettel. Rata-rata pace Vettel berada 1,2 detik di atas pembalap Mercedes per-lapnya.

Di sinilah peluang Ferrari tetap terbuka. Setidaknya, Vettel tidak perlu merasa kalah hingga secara matematika pelungnya tertutup. Apalagi dengan tren positif Red Bull yang terus menanjak, Ferrari bisa memanfaatkan itu. Jika Vettel bisa merengkuh juara di Suzuka, sementara di belakangnya ada Raikkonen, Verstappen, dan rekan setimnya Daniel Ricciardo, jarak poin bisa terkepras signifikasn. Meskipun pada kenyataanya tidak akan semudah itu. Namun peluang itu ada. (cak)


TOPIK BERITA TERKAIT: #f1 #balap-mobil 

Berita Terkait

GP China Sudah Panas di Kualifikasi

Formula 1

Ajang Pembuktian Vettel di GP China

Formula 1

Gresik Kembali Gelar Kejurnas Sprint Rally Putaran 2

Total Football

Jelang Balap di Singapura, Prassetyo Jaga Fisik

Total Sport

Sentul Gelar Balap Malam Hari dan Street Race di BSD

Total Sport

Dukung Kejurnas Auto Gymkhana di Bandung

Total Sport

IKLAN


1. Ditjen PHU akan Kerjasama dengan Ditjen Bimas Islam Adakan Penyuluh Haji    2. Di Anggap Prospektif, Dirjen Nizar Minta Prodi Manajemen Haji dan Umrah Masuk Fakultas Ekonomi Syariah    3. 2019, Di Targetkan Seluruh Pembimbing Manasik Haji Bersertifikat    4. Hasilkan Pembimbing Haji Profesional, Ditjen PHU MoU dengan IAIN Purwokerto    5. Beri Kuliah Umum, Dirjen Nizar Minta Pembimbing Haji Bersertifikasi dan Profesional    6. 1.096 Jemaah Haji Khusus Masuk Pelunasan Tahap II    7. Layanan Armina Bakal Meningkat    8. Dirjen Nizar: Relokasi Anggaran ke APBN Demi Azaz Keadilan    9. Petugas Haji Bertambah, Pelayanan Optimis Meningkat    10. 2019, Pembimbing Haji Bersertifikasi dan Profesional    11. Temui Direktur Proyek E Hajj Arab Saudi, Tim Pelayanan Haji Bahas Kesiapan Layanan Haji    12. Permudah Pendataan, Ditjen PHU Siapkan Gelang QR untuk Jemaah Haji    13. FK-KBIH Teken Pakta Integritas Manasik Haji    14. Saat Ini di Ditjen PHU Sudah Ada Advokasi Haji    15. Tim harus Jaga Integritas, Komitmen dan Soliditas Tugas    16. Kemenag Merilis Daftar Nama Jemaah Haji Berhak Lunas    17. Seleksi Petugas Haji 1439 H/2018 M Dibuka 20 Maret    18. Biaya Haji 2018 Disepakati    19. Pembinaan Haji Inheren Kesehatan    20. Haji Rescue Team terus Berikan Pelayanan Maksimal    21. Asrama Haji Bermetamorfosis Menjadi Hotel Berbintang    22. Sertifikasi Haji, Kemenag Gandeng UIN Suska Riau    23. Rekrutmen Petugas Haji secara Online    24. Kemenag Targetkan Indeks Kepuasan Haji Naik    25. Cek Perkiraan Berangkat Haji Khusus via Online    26. Pedoman Pembatalan Pendaftaran Haji Reguler 2018 Kembali Dibuka    27. Ini Tata Cara Pembatalan Pendaftaran Ibadah Haji    28. Kuota Haji 2018 Sama dengan 2017    29. Diseminasi Advokasi Haji Dimulai di Bogor, Daerah Lain Menyusul    30. Rangkul Muspida, Advokasi Haji akan Lakukan Diseminasi