Kamis, 24 Mei 2018 10:55 WIB
citraland

Jakarta Raya

Bencana Longsor Mengintai Ibu Kota

Redaktur:

TUMBANG: Tanah longsor di Jalan H. Saikin, RT 5 RW 8, Pondok Pinang, Jakarta Selatan. Foto Iqbal/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Bencana longsor pergerakan tanah kembali menghinggapi wilayah Jakarta Selatan. Kali ini longsor terjadi di Jalan H. Saikin, RT 5 RW 8, Pondok Pinang, Jakarta Selatan, Senin (20/11) pukul 13.26 WIB kemarin. Lokasi lain pun yang berpotensi longsor di Wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur, diimbau untuk berhati-hati.

"Penanganan darurat longsor di Jl. H. Saikin, Kali Pesanggrahan. Longsor sekitar 15 meter dengan ketinggian tebing longsoran sekitar 25 meter ke Kali Pesanggrahan," tandas Kasudin Tata Air Jakarta Selatan, Holi Susanto pada INDOPOS, Senin (20/11) siang kemarin.

Upaya penanganan darurat, dia tambahkan, dengan pemancangan dolken untuk perkuatan tanah. Jika cuaca mendukung maka malam ini (kemarin) langsung dikerjakan. "Ga ada korban jiwa dalam kejadian itu," kata Holi.

Sementara, Camat Kebayoran Lama, Sayid Ali menambahkan, untuk mencegah longsor kembali terjadi, pasukan biru memasang penyangga. "Mulai besok dikerjakan pemasangan kayu dolken untuk menyangga," tandas Sayid, Senin (20/11).

Sayid telah memastikan penghuni rumah di samping longsor itu telah angkat kaki. Sebab siang kemarin, rumah tersebut nyaris longsor. Adapun longsor diduga disebabkan pohon kapuk yang menyangga tanah selama ini, tumbang dua hari lalu. Selain itu, lokasi tersebut memang tak layak didirikan rumah. "Itu lokasi persis pinggir Kali Pesanggrahan, tidak ada IMB-nya dari dulu," ujar Sayid. Dia mengimbau kepada warga lainnya yang menghuni bantaran sungai agar

Sebelumnya, longsor pada turap kali penghubung Bintaro menyebabkan 4 bangunan berantakan, Senin (13/11) sekitar pukul 02.00 WIB lalu, di Jl. Bintaro Taman Utara, RT 011/11, Kel. Bintaro, Kec. Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. "Yang longsor turap Kali Penghubung Bintaro yang mengakibatkan rusaknya 4 bangunan rumah yang berada di pinggiran kali," kata Kapolsek Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Kompol Eko Mulyadi pada INDOPOS.

Ke 4 bangunan tersebut antara lain, bangunan bengkel milik Tejo yang ditempati Tohidin, dan kedua bangunan milik Purwanto ditempati Sunar. Bangunan milik Marni yang ditempati Aang dan bangunan milik Ustad Baharudin, yang ditempati Tardi pun rusak. Puing-puing berjatuhan ke kali yang ada di dekatnya.

Dari keterangan warga setempat, Dadang bahwa pada Minggu (12/11) sekitar jam 16.00 WIB lalu, hujan turun sangat lebat hingga malam hari. Sehingga Kali Penghubung Bintaro meluap. Sekitar jam 02.15 WIB Turap Kali Penghubung longsor sehingga bangunan yang ada diturap kali tersebut ikut terbawa longsor. "Akibat longsor tersebut 4 bangunan rusak. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka," tandasnya. 

Terjadinya longsor berawal dari lebatnya curah hujan yang terjadi pada Minggu sore hingga malam hari sehingga menyebabkan derasnya aliran kali yang mengikis bagian bawah turap dengan kondisi tanah yang labil serta beban bangunan permanen diatas turap tersebut.

Sementara, bangunan yang berada disepanjang aliran Kali di Jalan Raya Bogor-Hek, Jakarta Timur, juga rawan akan longsor. Pondasi bangunan warga yang bermukim juga sangat berdekatan dengan bibir kali. Sewaktu-waktu saat hujan deras sangat berbahaya terjadi longsor. (ibl)


TOPIK BERITA TERKAIT: #longsor #bencana-longsor 

Berita Terkait

185 Jiwa Mengungsi, Longsor Masih Mengancam

Nusantara

Hujan Lebat, Rumah Dipinggir Kali Ragunan Longsor

Jakarta Raya

BNPB: 45 Nyawa Hilang Akibat Tanah Longsor

Nasional

Longsor jadi Bencana Mematikan

Nasional

Puluhan Juta Orang Tinggal di Kawasan Rawan Longsor

Nasional

IKLAN