Selasa, 16 Januari 2018 06:49 WIB

Bisnis

Hutama Karya Kantongi Kredit Sindikasi Rp 8,067 Triliun

Editor: Ali Rahman

INDOPOS.CO.ID - PT Hutama Karya (HK) mendapat suntikan dana segar Rp 8,067 triliun. Dana taktis itu didapat setelah perusahaan meneken perjanjian kredit sindikasi dengan Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dan tujuh bank itu untuk pengembangan jalan tol Trans-Sumatera ruas Bakauheni-Terbanggi Besar.

Bank pemberi kredit itu meliputi Bank Mandiri (BMRI), Bank Negara Indonesia (BBNI), Bank BCA (BBCA), Bank CIMB Niaga (BNGA), Bank Maybank Indonesia, Bank ICBC Indonesia dan Bank Permata (BNLI).

“Nilai investasi pembangunan ruas Bakauheni-Terbanggi Besar senilai Rp 16,7 triliun. Skema pemenuhannya melalui equity Rp 8,7 triliun dan loan sebesar Rp 8 triliun,” tutur Direktur Utama Hutama Karya I Gusti Ngurah Putra, di Jakarta, Rabu (27/12).

Pihaknya bilang I Gusti Ngurah telah memenuhi porsi equity dari investasi melalui penyertaan Modal negara (PMN) dan penjualan surat utang korporasi. Maklum, tahun 2015 perusahaan mendapat PMN 2,2 triliun, akhir 2016 hingga 2017 menerbitkan surat utang Rp 6,5 triliun. “Artinya, total equity untuk proyek itu sudah close di kisaran Rp 8,7 triliun,” imbuhnya.

Dengan pemenuhan itu, selanjutnya porsi loan dipenuhi melalui pinjaman kredit investasi dari sindikasi 7 perbankan bersama SMI sebagai pemberi fasilitas cash deficiency support (CDS).

Sementara Direktur Keuangan Hutama Karya Anis Anjayani menambahkan SMI akan menyediakan stand-by loan kewajiban perusahaan kepada sindikasi perbankan. “Pada awal-awal operasi, pendapatan tol itu belum sanggup menutupi operasional dan kewajiban mengembalikan kredit. Karena itu, SMI mengalokasikan dana Rp 7,5 triliun untuk fasilitas CDS,” ucapnya. (far)

Berita Terkait