Selasa, 16 Januari 2018 06:44 WIB

Bisnis

Saham Danamon Melambung 15 Persen

Editor: Ali Rahman

Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Samsul Hidayat.

INDOPOS.CO.ID - Saham PT Bank Danamon Indonesia (BDMN) hari ini bergerak cukup liar. Sepanjang sesi pertama, saham Danamon menanjak 14,6 persen (875 poin) menjadi Rp 6.875 per saham.

Saham Danamon sempat menyentuh level tertinggi di kisaran Rp 7.000 dan terendah Rp 6.500 per lembar. Saham emiten berkapitalisasi Rp 65,2 triliun itu ditransaksikan pada volume 176.364 lot senilai Rp 120,5 miliar.

Itu terjadi setelah The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ, Ltd (MUFG) meneken perjanjian jual beli dengan Asia Financial Indonesia Pte, Ltd (AFI). Asia Financial selaku pengendali Danamon sepakat melepas 73,8 persen saham Danamon kepada Asia Financial.

Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Samsul Hidayat menjelaskan ada aturan khusus untuk kepemilikan asing di perbankan namun tender offer tetap harus dilakukan sesuai aturan berlaku. “Ya, kalau Mitsubishi menjadi pengendali baru harus tender offer. Di mana, saham 20 persen harus tetap di pegang publik dan saham yang akan dibeli melalui tender offer 6,2 persen,” tutur Samsul, di Jakarta, Rabu (27/12).

Berdasar keterangan resmi Danamon, Selasa (26/12), perjanjian jual beli itu dilakukan dalam tiga tahap. Tahap awal MUFG akan membeli 19,9 persen pada harga Rp 8323 per lembar. Harga itu berdasar kuartal tiga price-to-book ratio dua, dengan memberlakukan penyesuaian tertentu.

Pada tahap dua, MUFG akan membeli 20,1 persen dengan tunduk pada persetujuan regulator. Pada tahap tiga, MUFG bermaksud untuk mendapat persetujuan guna meningkatkan kepemilikan di atas 40 persen. Hal itu akan memberi kesempatan bagi pemegang saham Danamon untuk tetap menjadi pemegang saham atau menerima uang tunai dari MUFG.

Menyusul tuntasnya tahap tiga itu, kepemilikan MUFG diharap menjadi lebih 73,8 persen. Nah, harga pembelian saham dalam tahap dua dan tiga akan memakai pendekatan  serupa tahap satu. Tidak ada jaminan harga pembelian tahap dua dan tiga akan lebih tinggi, lebih rendah atau sama dengan harga dalam tahap sebelumnya. Harga itu akan diungkapkan pada waktu yang tepat. “Aksi ini komitmen investasi jangka panjang kami di Indonesia,” tutur CEO MUFG untuk kawasan Asia dan Ocenia Takayoshi Futae. (far)

Berita Terkait