Rabu, 17 Januari 2018 12:10 WIB

Internasional

Langgar Sanksi PBB, Rusia Ekspor Minyak ke Korut

Editor:

Rusia (Radio Free Europe)

INDOPOS.CO.ID - Kapal tanker Rusia memasok bahan bakar ke Korea Utara (Korut) setidaknya tiga kali dalam beberapa bulan terakhir melalui jalur laut. Menurut dua sumber keamanan di Eropa Barat, Rusia sama saja memberikan jalur kehidupan di aspek perekonomian ke Korut.

Menurut salah satu sumber Dewan Keamanan PBB, sebagai pemegang hak veto di PBB, Rusia menjual minyak ke Korut sama saja melanggar sanksi PBB yang diberikan kepada Korut.

Transfer minyak pada bulan Oktober dan November mengindikasikan bahwa penyelundupan dari Rusia ke Korut terjadi melalui kapal kargo di laut. Pada September, bahwa kapal-kapal Korut berlayar langsung dari Rusia ke Korut.

Rudal Korut

Rudal Korut (Reuters)

 

"Kapal-kapal Rusia melakukan transfer via laut ke Korut," kata sumber Dewan Keamanan. Ia mengatakan, pengiriman minyak terjadi beberapa kali dan merupakan pelanggaran sanksi.

Namun, sumber kedua mengatakan, tidak ada bukti keterlibatan Rusia dalam transfer terakhir. "Tidak ada bukti ini didukung oleh Rusia namun kapal-kapal Rusia ini memberikan jalur kehidupan kepada orang-orang Korut," katanya.

Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan, negaranya sedang melakukan observasi terhadap sanksi yang diberikan kepada Korut.

Kedua sumber keamanan tersebut mengutip data intelijen dan satelit laut dari kapal-kapal yang beroperasi di luar pelabuhan Timur Rusia di Pasifik. Namun mereka menolak untuk mengungkapkan rincian lebih lanjut.

Dinas Bea Cukai Rusia menolak berkomentar saat ditanya pada hari Rabu apakah kapal-kapal Rusia memasok bahan bakar ke kapal-kapal Korut. Pemilik satu kapal yang dituduh melakukan penyelundupan minyak ke Korut membantah melakukan aktivitas tersebut.

Sebelumya, PBB memberikan sanksi kepada Korut atas peluncuran rudal balistiknya yang disebut bisa menghancurkan seluruh benua Amerika. PBB melarang hampir 90 persen ekspor minyak suling ke Korut, mereka membatasi hanya 500.000 barel per tahun.(iml/JPC)

Berita Terkait

Korea Utara Iyakan Ajakan Berunding

Internasional

Ini Kata Uskup Agung Jakarta Soal Konflik Israel-Palestina

Internasional

PBB Jatuhkan Sanksi Lebih Keras untuk Korut

Internasional

Korut Melanggar Kedaulatan Negara Lain

Internasional