Rabu, 17 Januari 2018 06:10 WIB

Kuliner

Berinovasi dengan Sate

Editor:

INDOPOS.CO.ID - Jika mendengar nama Sate Plecing, yang terlintas di benak kita adalah olahan sate yang disajikan dengan bumbu plecing dengan citarasa pedas dan sedikit manis. Biasanya olahan sate ini popular di Kabupaten Buleleng, namun penggemarnya ada di seluruh Bali, khususnya di Kota Denpasar.

Bagi masyarakat ataupun wisatawan yang ingin menikmati Sate Plecing, tidak perlu jauh-jauh pergi ke Singaraja. Pasalnya, di Kota Denpasar dengan mudah ditemukan destinasi kuliner yang menjual menu makanan ini.

Salah satunya adalah Sate Plecing Mak Lukluk di Jalan Raya Puputan No 210 Renon. Rumah makan yang berdiri sejak tahun 2013 ini, memang menjadi salah satu rumah makan yang khusus menyajikan menu Sate Plecing.

Wisnu Wijayaputra, owner Warung Sate Plecing Mak Lukluk mengatakan, pihaknya khusus menyediakan menu Sate Plecing dengan citarasa yang khas. “Sate Plecing ini makanan khas Singaraja yang cukup unik, karena  disajikan tidak menggunakan bumbu kacang, tetapi bumbu plecing,” jelasnya kepada Bali Express (Jawa Pos Group), pekan kemarin.

Sate Plecing ini, lanjut Wisnu,  berbeda dari sate babi yang biasa dijual di pinggir jalan. Meskipun sama-sama dibuat dari daging babi, namun dari segi tampilan, Sate Plecing dan sate tusuk pinggir jalan memiliki perbedaan yang mencolok.

Sate Plecing memiliki tampilan yang mirip dengan sate kambing, namun daging yang digunakan adalah daging babi, sehingga ketika matang daging dari Sate Plecing ini berwarna putih. Sedangkan sate tusuk babi memiliki tampilan yang lebih pendek dengan baluran bumbu yang tebal. Soalnya,  sebelum dibakar, sate tusuk  direndam dalam bumbu Bali. Sedangkan Sate Plecing sebelum dibakar tidak direndam bumbu. Sehingga dari segi tampilan,  akan terlihat lebih bersih jika dibandingkan dengan sate tusuk.

Selain itu, dari cara menghidangkan , Sate Plecing dihidangkan dengan bumbu plecing dengan citarasa pedas. Sedangkan sate tusuk dihidangkan tanpa menggunakan bumbu. “Disinilah perbedaan yang mencolok dari Sate Plecing dan sate tusuk,” paparnya.

Di Warung Sate Plecing Mak Lukluk, tersedia  dua jenis sate daging, yakni sate babi dan sate sapi. Pelanggan bisa dengan bebas memilih jenis daging yang diingikan.  Untuk citarasa, kedua jenis sate ini menonjolkan citarasa daging yang gurih dan empuk.

Tekstur  daging pada sate Mak Lukluk sangat empuk, karena sebelum mengolah daging menjadi sate, pihaknya tidak memukul daging yang akan digunakan. “ Dagingnya tidak dipukul, maka daging sate tidak pecah. Untuk rasa gurih dan tekstur yang empuk, kami memilih daging sapi atau daging babi yang masih muda sehingga dagingnya tidak a lot,” paparnya.

Selain sate daging, Warung Sate Mak Lukluk juga menyediakan sate Samcam. Sate ini terbuat dari lemak daging babi atau yang lebih dikenal dengan nama pork belly, yakni daging babi yang masih menyatu dengan lemaknya, atau biasanya daging ini berasal dari bagian perut babi.

Karena mengandung lemak babi, maka citarasa sate Samcam ini lebih berlemak dan berminyak, karena lemak babi akan mengeluarkan minyak ketika dibakar di atas bara api. “Meskipun berlemak, namun rasanya tidak bikin eneg, karena sebelum dibakar kami marinage  daging dengan campuran jeruk nipis dan garam,” ungkapnya.  

Tersedia Dua Pilihan Jenis Bumbu

Sama halnya dengan sate pada umumnya, Sate Plecing juga disajikan  menggunakan bumbu. 

Wisnu mengatakan, bumbu yang digunakan di Warung Sate Mak Lukluk,  ada dua jenis pilihan, yakni bumbu plecing atau bumbu manis. Yang membedakannya adalah citarasa dari bumbu ini.  Jika menggunakan bumbu manis, maka pelanggan akan mendapatkan satu porsi sate dengan bumbu manis yang secara tampilan mirip dengan bumbu siobak. " Rasanya akan lebih manis, sehingga sangat cocok bagi mereka yang tidak menyukai rasa pedas,” ungkapnya.

Sedangkan bagi pencita pedas, bumbu yang disarankan adalah bumbu plecing. Untuk bumbu plecing ini, lanjut Wisnu,  hampir sama dengan bumbu plecing yang digunakan pada bumbu plecing kangkung, yakni terbuat dari campuran  cabai, terasi, bawang putih, dan tomat.

Selain itu, dalam bumbu plecing ini digunakan juga cabai merah untuk memberikan sensasi rasa pedas yang lembut, namun warna bumbu yang merah menyala. “Meskipun bumbu berwarna merah menyala, namun rasanya tidak terlalu menyengat, karena kami menggunakan cabai merah yang mampu memberikan sensasi rasa pedas yang lembut,” tambahnya.

Wisnu mengatakan, harga Sate Plecing Mak Lukluk dibanderol Rp 28 ribu per paket. Dalam satu paket, pelanggan sudah bisa menikmati satu porsi Sate Plecing, satu porsi nasi putih, dan satu porsi soto babi atau sapi.(bx/rin/gek/yes/jpg)

Sate Ayam Bumbu Kacang

Bahan-bahan

  1. 300 gr dada ayam (fillet) potong dadu
  2. Bahan Perendam (semua bumbu di haluskan) :
  3. 5 siung bawang merah
  4. 2 siung bawang putih
  5. 1 sdm ketumbar
  6. secukupnya Garam,
  7. Bahan pencelup :
  8. secukupnya bumbu kacang yg sdh di haluskan, kecap manis
  9. secukupnya Minyak goreng,
  10. Saus Kacang :
  11. 200 gr kacang tanah goreng lalu haluskan
  12. 100 gr gula merah (sesuai selera)
  13. 5 buah cabe rawit merah (sesuai selera)
  14. 2 siung bawang putih

 

  1. Sematkan semua potongan dada ayam pada tusukan sate, lalu rendam dengan bahan perendam, sisihkan
  2. Setelah sate diberi bumbu perendam, kita celeupkan di bumbu pencelupnya hingaa rata lalu bakar sampai matang.
  3. Hidangkan dengan saus kacang, serta bisa ditambahkan cabe rawit iris, bawang merah iris dan tomat iris tak lupa jeruk limau agar sate menjadi lebih enak dan wangi. siap di hidangkan.

Menu olehan Rini Julia, Cookpad For Indopos

Berita Terkait

Nyeruput Kopi, Rindukan Batavia Tempo Doeloe

Kuliner

First Crack Coffee Academy Cetak Ahli Kopi

Kuliner

Gooloong, Evolusi Martabak Zaman Now

Kuliner

Reaktiv Coffee, Cara Lain Menikmati Kopi

Kuliner