Selasa, 16 Januari 2018 06:51 WIB

Internasional

Amerika: Rakyat Iran Menangis Minta Kebebasan

Editor:

Foto : AP

INDOPOS.CO.ID - Amerika Serikat (AS) tak malu-malu mendukung aksi demonstrasi besar-besaran di Iran. Malahan Negeri Paman Sam itu ingin menyeret PBB untuk berpihak kepada massa anti-rezim ulama tersebut.

Dubes AS untuk PBB Nikki Haley meminta Dewan Keamanan segera menggelar sesi darurat untuk membahas situasi di Iran.

"Kita tak boleh diam saja. Saat ini rakyat Iran sedang menangis meminta kebebasan. Semua orang yang mencintai kebebasan harus berdampingan," kata Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley seperti dilansir Anadolu Agency, Kamis, (4/1).

Saat ini, rezim ulama Iran menuding unjuk rasa besar-besaran tersebut dirancang oleh musuh-musuh Iran. Namun, lanjut Haley, semua juga tahu itu hanyalah omong kosong belaka.

Menurut anak buah Donald Trump ini, unjuk rasa tersebut benar-benar spontan. Menyebar luas hampir di setiap kota di Iran.

"Beginilah ketika orang-orang yang sudah lama tertindas akhirnya bangkit melawan," ujar dia.

Menurut laporan media lokal, ribuan warga Iran turun ke jalan-jalan pada Kamis pekan lalu untuk memprotes pemerintah mengenai kenaikan harga komoditas dan kesalahan manajemen.

Sejak hari itu, unjuk rasa terus menyebar luas. Bahkan unjuk rasa meluas sampai ke Ibu Kota Tehran.

Sedikitnya 23 orang tewas dan lebih dari 500 ditahan akibat unjuk rasa tersebut, termasuk 200 di Teheran. Penangkapan lainnya terjadi di Arak, Ishafan, Robat Karim, dan Azerbaijan Barat.

Haley memperkirakan akan ada tindakan represif yang lebih parah pada hari-hari berikutnya. Mengingat sejarah pemerintah Iran dalam menghadapi situasi semacam ini.

"Di hari-hari awal tahun 2018 ini, tidak ada tempat lain yang lebih membutuhkan perdamaian, keamanan, dan kebebasan selain Iran," tegas Haley.

Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menyalahkan kekuatan asing. Dia menuding kekuatan asing merupakan dalang di balik kerusuhan di negaranya. (ce1/iml/met/JPC)

Berita Terkait

Iran: Jangan Ikut Campur, Trump!

Internasional

Begini Reaksi Arogan AS Tanggapi Resolusi Yerusalem

Internasional

Ketua MPR: Bela Palestina Amanat Konstitusi

Nasional