Selasa, 16 Januari 2018 06:44 WIB

Internasional

Biar Cantik, Mantan Presiden Korsel Suntik Botox Pakai Uang Suap

Editor:

Park Geun Hye (Reuters)

INDOPOS.CO.ID - Gang sempit di dekat Blue House, Istana Kepresidenan Korea Selatan (Korsel) menjadi saksi bisu korupsi yang melibatkan mantan Presiden Park Geun Hye. Di gang itulah ajudan-ajudan dia menerima uang yang dikirimkan Badan Intelijen Nasional (NIS) Korsel. Transaksi lainnya kadang dilakukan di area parkir yang tidak terlalu ramai.

Presiden perempuan pertama Korsel itu menerima uang haram tersebut setiap bulan sejak menjabat pada Februari 2013 hingga pertengahan 2016. Per bulan dia mendapat KRW 50 juta-200 juta (setara dengan Rp 631,3 juta-Rp 2,5 miliar). Selama tiga tahun itu, NIS telah memberikan total KRW 3,8 miliar (Rp 47,98 miliar).

Itu bukan uang yang meluncur dari langit tentu saja. Ia berasal dari alokasi anggaran untuk kegiatan intelijen yang tidak perlu dilaporkan. Istilahnya blind budget. Sebab tak perlu pelaporan, peluang untuk digelapkan jadi mudah.

Park Geun Hye juga didakwa meminta mantan Direktur NIS Lee Byung Ho untuk membayar Sekretaris Kepresidenan Lee Won Jong sebesar KRW 150 juta (Rp 1,89 miliar). Berdasar bukti-bukti yang dipaparkan jaksa, uang hasil korupsi itu disimpan di kantor mantan Sekretaris Kepresidenan Lee Jae Man.

"Park Geun Hye menggunakannya untuk keperluan pribadi," ujar salah seorang sumber AP di Kantor Kejaksaan Distrik Pusat Seoul.

Misalnya, untuk pembelian telepon genggam, perbaikan rumah pribadi, hingga perawatan kecantikan seperti suntik botox untuk dia dan sahabatnya, Choi Soon Sil. Uang itu juga dipakai untuk memberikan bonus kepada ajudan Park Geun Hye yang bernama Lee Jae Man, Ahn Bong Geun, dan Jeong Ho Seong.

Selain itu, dia menggunakan uang tersebut untuk mendanai butik yang dikelola Choi. Park selama ini memang dikenal sangat menjaga penampilan. Dia rutin mengunjungi dokter kulit. Park juga tidak akan keluar tanpa tatanan rambut sanggul yang menjadi ciri khasnya.

Temuan baru tersebut akan membuat Park mendekam di penjara lebih lama lagi. Suap dari NIS itu akan menjadi dakwaan ke-19 untuknya. Atas dasar itu, jaksa mengajukan dakwaan tersebut ke pengadilan, Kamis, (4/1).(sha/c10/dos/ce1)

Berita Terkait