Selasa, 16 Januari 2018 06:49 WIB

Internasional

Korea Utara Iyakan Ajakan Berunding

Dialog Dibuka 9 Januari
Editor:

GABUNGAN - Pasukan Korea Selatan dan Marinir AS melakukan latihan pada 28 Januari 2016.

INDOPOS.CO.ID - Keputusan Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel) untuk menunda latihan militer gabungan sampai Winter Olympics usai berbuah manis. Mendengar keputusan itu, Korea Utara (Korut) langsung membuka pintu dialog. Kemarin (5/1), Pyongyang mengiyakan ajakan berunding yang ditawarkan Seoul.

Perundingan formal itu bakal menjadi dialog langsung pertama dua negara selama lebih dari dua tahun terakhir. Rencananya, dialog tersebut digelar pada Selasa (9/1). ”Pertemuan akan berlangsung di Desa Panmunjom di Zona Demilitarisasi atau DMZ,” kata Baik Tae-hyun, juru bicara Kementerian Unifikasi Korsel, seperti dilansir Al Jazeera, Jumat (5/1).

Pyongyang, menurut Baik, sudah mengonfirmasikan kepada Seoul bahwa mereka akan mengirimkan utusan ke DMZ pada tanggal yang telah ditentukan. Hubungan dua Korea bakal menjadi fokus utama perundingan tersebut.

Selain itu, delegasi dua negara akan membahas partisipasi Korut dalam Winter Olympics. Bulan depan, Olimpiade Musim Dingin itu bakal dihelat di Kota Pyeongchang, Provinsi Gangwon, Korsel. ”Bakal ada perbincangan serius terkait kerja sama dua negara. Kedua pihak juga akan bertukar dokumen,” lanjut Baik. Sejak tahun berganti, hubungan dua Korea membaik.

Dalam pidato tahun barunya, pemimpin tertinggi Korut Kim Jong-un menyatakan bahwa dirinya membuka peluang untuk berdialog dengan Korsel. Saat itu, dia menyebut perdamaian Korut dan Korsel sebagai isu yang sangat penting dan mendesak.

Sebelum menyatakan kesediaannya untuk berdialog dengan Korsel, Korut sudah menunjukkan iktikad baik. Pada 3 Januari, pemerintahan Jong-un akhirnya menyambungkan kembali hotline lintas perbatasan yang mereka tutup sepihak sejak 2016. Kini perbaikan hubungan dua Korea lewat sambungan telepon itu lantas berlanjut ke pemulihan kerja sama lewat dialog tingkat tinggi.

Presiden Korsel Moon Jae-in menyambut baik reaksi Korut. Pemimpin 64 tahun itu berharap, cita-citanya memulihkan hubungan Korsel dan Korut ke titik normal tercapai. Selain Korsel, Tiongkok berharap dialog formal itu bisa meredam krisis Semenanjung Korea. ”Korsel dan Korut telah melangkah menuju hubungan yang lebih baik,” ujar Geng Shuang, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, kepada Reuters.

Namun, Jepang mereaksi kesepakatan dialog itu dengan pesimistis. Kemarin Menteri Pertahanan Jepang Itsunori Onodera mengimbau semua pihak tetap waspada dan tidak begitu saja percaya pada Korut.

”Korut sudah melewati fase dialog dan provokasi sembari tetap melanjutkan program nuklir dan rudalnya. Maka, kami tidak akan mengendurkan pengawasan terhadap mereka,” ujarnya dalam jumpa pers di Tokyo. (hep/c6/dos)

Berita Terkait

Langgar Sanksi PBB, Rusia Ekspor Minyak ke Korut

Internasional

Korut Melanggar Kedaulatan Negara Lain

Internasional

Korut Siapkan Ledakan Termonuklir Terbesar di Pasifik

Internasional

Korut Siapkan Kejutan untuk Amerika Serikat

Internasional

Mencekam! Rudal Korut Mulai Bergerak

Internasional