Selasa, 16 Januari 2018 11:56 WIB

Bisnis

LRT Jabodetabek Balik Modal 6 tahun

Editor: Redjo Prahananda

Foto : Ilustrasi Republika Online

INDOPOS.CO.ID - Proyek LRT Jabodetabek disebut-sebut bakal balik modal dalam tempo 10-15 tahun. Klaim itu berdasar kalkulasi konsultan Amerika Serikat (AS) Bechtel International.

Perhitungan tim konsultan itu telah mencantumkan segala unsur dan aspek pengerjaan proyek bernilai Rp 405 triliun tersebut. Selain itu, LRT Jabodetabek itu berpotensi meraup pendapatan sebesar USD 15 juta per hari.

Bahkan, dalam durasi 10 tahun mendatang, lalu lalang manusia membludak. ”Kalkulasi konsultansi sudah sangat cermat,” ucap Direktur Utama Ratu Prabu Grup Burhanuddin Bur Maras, di Jakarta, Selasa (9/1).

Mengenai perhitungan balik modal LRT, Bur Maras mempunyai pandangan berbeda. Berdasar kacamata dan perhitungan Bur Maras, proyek tersebut bisa balik modal dalam waktu singkat minimal dalam waktu enam tahun.

Misal, satu orang membayar USD 1,5 sekali jalan, pulang pergi (PP) berarti ada USD 3 per hari. Dengan USD 3 per hari dengan pengguna 5 juta orang per hari LRT, maka moda transportasi ini dapat memberi pemasukan USD 15 juta per hari.

Dengan begitu, perusahaan bakal meraih pendapatan dari LRT sebesar USD 5,4 miliar dalam setahu. Kalau modal USD 8 miliar, 5 juta dalam satu tahun tentu muncul biaya operasional lain.

Bila meraih profit 30 persen dalam satu tahun, bukan mustahil proyek ini bakal balik modal dalam 6 tahun. ”Bisnis ini sangat menguntungkan dan menggiurkan,” tukasnya.

Lalu bagaimana dengan proses pembebasan lahan? proses ini sangat sulit dan memakan banyak biaya.
Bur Maras menambahkan, problem semacam itu sudah masuk dalam perhitungan perusahaan.

“Jangankan persoalan itu. Pergerakan angin juga telah kami perhitungkan,” tegas Bur Maras disambut tawa. (far)

Berita Terkait

Konsorsium Garap LRT Jabodetabek

Bisnis

Dewan Desak Pemerintah Tuntaskan LRT

Nasional

Bahas LRT, Mas Anies Bertemu dengan Menteri Kim

Jakarta Raya

Amazing! LRT Nyambung ke Ampera

Nusantara