Selasa, 16 Januari 2018 06:38 WIB

Politik

Dana Sumbangan Pilpres Naik, Potensi Politik Uang Makin Tinggi

Editor: Sicilia

Peneliti ICW Donal Fariz

INDOPOS.CO.ID - Peneliti Indonesian Corruption Watch (ICW) Donal Fariz mengungkapkan, dalam ajang Pemilihan Presiden 2019 akan ada potensi para pemburu rente untuk masuk dalam lingkaran politik dengan mendanai pencalonan presiden dan mengikat kandidat tersebut. Pasalnya, dalam revisi UU nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu, ketentuan batasan maksimum untuk sumbangan kampanye calon presiden meningkat secara drastis dengan besaran 400 persen.

Sumbangan maksimum perorangan maksimum Rp2,5 miliar. Padahal sebelumnya Rp1 miliar. Lalu sumbangan badan usaha menjadi Rp25 miliar dari sebelumnya Rp5 miliar.

"Ini tentu potensi bagi rente-rente politik untuk memberikan dana kepada capres maupun cawapres," tegas Fariz di Kantor ICW Kalibata Jakarta Selatan, Kamis (11/1). Dalam pembahasan UU Pemilu baru yang sangat alot dibahas DPR tersebut, kata Fariz, naiknya batasan dana itu tidak didasari dengan argumentasi kuat dalam risalah akademiknya.

Dalam Pilkada juga mengalami hal serupa, di mana batasan sumbangan mengalami peningkatan. "Itu (naiknya dana sumbangan) nggak ada rasionalitasnya, tidak ada naskah kajian akdemiknya," tandasnya.

Fariz menambahkan, berkaca pada gelaran Pemilu sebelumnya, pemberian modal kampanye dalam jumlah besar dan mengikat telah banyak terjadi. Dan masalah terbesar dari itu semua ialah potensi politik uang dari kandidat kepada masyarakat yang semakin tinggi. (jaa)

Berita Terkait

Pilkada Berjalan, Dana KPU Bekasi Belum Cair

Politik

La Nyalla: Gerindra Minta Duit 40 Miliar

Politik

Batal Nyalon, La Nyalla Bongkar Setoran

Politik

Pilkada Jawa Pertaruhan Jokowi

Politik

Pilkada Serentak 2018, Pulau Jawa Dianggap Kunci

Politik