Selasa, 16 Januari 2018 06:46 WIB

Politik

Reshufle Airlangga dan Khofifah, Menguji Konsistensi Kode Etik Jokowi

Editor: Sicilia

Pengamat Politik dari Charta Politika Yunarto Wijaya

INDOPOS.CO.ID - Momentum reshufle Kabinet kerja Jokowi-JK kembali menguat. Satu kursi menteri sosial dapat dipastikan kosong, usai Khofifah Indar Parawansa menanggalkannya guna maju dalam konntestasi Pilgub Jawa Timur.

Sementara kursi Menteri Perindustrian yang diduduki Airlangga Hartarto tengah menjadi perdebatan serius. Menurut Pengamat Politik dari Charta Politika Yunarto Wijaya, polemik resufle tersebut, terutama terkait kursi Airlangga merupakan permasalahan kode etik dari Jokowi.

Keduanya memiliki alasan etik yang sama, Khofifah sudah pasti akan diganti. Namun untuk kursi Menperin, Yunarto nilai, beban sebagai seorang menteri ditambah beban jabatan ketua umum partai bagi Airlangga itu tidak masuk akal.

"Apalagi dalam konteks partai (Golkar) yang sedang bermasalah," tandas Yunarto di Kantor ICW Kalibata Jakarta Selatan, Kamis (11/1). Menurut Direktur Eksekutif Charta Politika itu, sekarang ini hanya melihat pada ketegasan Jokowi terhadap kode etik yang dibangunnya sendiri.

"Sederhana kok, bagaimana aturan yang abu abu ini kemudian sudah pernah diterjemahkan Jokowi bahwa tidak boleh rangkap jabatan," urainya. Hal ini juga telah menjelaskan alasan menteri-menteri dahulu seperti Wiranto, Tjahjo Kumolo, yang berasal dari parpol kemudian melepaskan jabatan pengurus parpolnya ditingkat DPP.

"Tinggal masalah konsistensi saja. Bagaimana ini didorong oleh Jokowi secepat mungkin sehingga kinerja kementrian menjadi efektif dan dia dianggap konsisten dalam menegakkan kode etik," paparnya.

Selanjutnya, Yunarto juga berharap Jokowi segera memulai reshufle tersebut agar kinerja dimasing-masing lembaga terus berjalan dengan baik. Terlebih, saat ini kondisi bangsa tengah masuk pada tahun politik. Termasuk Airlangga sendiri yang sudah mulai sibuk melakukan kerja sebagai ketua umum partai.

"Saya sih berharap dalam waktu dekat Jokowi mengambil sikap terkait hal ini," pungkasnya. (jaa)

Berita Terkait

Jokowi: Beli Pulsa Bantuan Dicabut!

Nasional

Jurus Mabuk Ala Istana

Netizen

Kadin Dukung Apersi Bantu Program Sejuta Rumah

Nasional