Selasa, 16 Januari 2018 06:48 WIB

Hukum

Kejagung Minta Pelimpahan Tersangka Kondensat Jangan Dicicil

Editor: Redjo Prahananda

Jaksa Agung Muda Pidana Khusus, M Adi Toegarisman. Foto: ydh/Indopos

INDOPOS.CO.ID - Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri diminta segera melakukan pelimpahan tahap dua terhadap kasus penjualan kondensat.

Kasus ini  diduga merugikan negara sebesar US$ 2,716 miliar dollar atau sekitar Rp38 triliun kepada Kejaksaan Agung (Kejagung), setelah Tim Jaksa Peneliti menetapkan berkas perkara telah lengkap atau P21, Rabu (3/1) lalu.

"Setelah P21, sudah menjadi kewajiban penyidik untuk melimpahkan tahap dua kepada kami," kata Jaksa Agung Muda Pidana Khusus, M Adi Toegarisman di Kejagung, Kamis (11/1).

Dalam pelimpahan tahap dua tersebut, Adi meminta agar seluruh barang bukti dan tersangka dialihkan kepada Kejagung.

“Jangan dicicil. Kami meminta supaya ketiga (tersangka) dilimpahkan, agar  kepastian hukum dan keadilan," kata dia.

Seperti diketahui, Bareskrim telah menetapkan mantan Kepala BP Migas Raden Priyono, Deputi Finansial Ekonomi dan Pemasaran BP Migas Djoko Harsono serta mantan Presdir PT TPPI Honggo Wendratno sebagai tersangka dalam kasus kondensat.

Namun, Bareskrim belum dapat melakukan tahap dua dikarenakan tersangka atas nama Honggro Wendratno masih di Singapura.

Menanggapi kasus ini, Adi sekaligus mantan Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) meyakini penyidik mampu memulangkan Honggo ke tanah air.

“Saya yakin penyidik mampu menghadirkan. Saya rasa sudah cukup lama proses ini," ucap Adi menambahkan.(ydh)

Berita Terkait

Kejagung Pantau Oknum Jaksa Jakut

Jakarta Raya