Selasa, 16 Januari 2018 06:43 WIB

Bisnis

Market Repo Hindari Pinjaman Bank

Editor: Ali Rahman

INDOPOS.CO.ID - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendukung penerbitan market standard transaksi repo atas efek bersifat utang. Itu sekaligus menjadi acuan bagi pelaku pasar dan pihak-pihak berkepentingan di pasar Repo Indonesia. “Semoga market standard transaksi repo atas efek bersifat ekuitas ini berjalan sesuai harapan,” tutur Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hoesen, di Jakarta, Jumat (12/1).

Hoesen menambahkan OJK mendukung penerbitan market standard untuk transaksi repo atas efek bersifat utang dilakukan perhimpunan pedagang surat utang (Himdasun) untuk memberi  acuan dan pedoman dalam bertransaksi Repo, memperdalam pasar keuangan, serta meningkatkan profesionalisme pelaku pasar.

Dijelaskan Hoesen, market standard dimaksud merupakan pedoman atau guidance yang dibuat dan disepakati anggota Himdasun atas ketentuan POJK 09/POJK.04/2015 yang mensyaratkan penggunaan dokumen GMRA dalam pelaksanaan transaksi repo/reverse repo yang dilakukan oleh LJK.

Menurut Hoesen, Pasar Repo yang berkembang akan menjadikan pasar obligasi lebih aktif dan liquid, mendukung pengembangan produk derivatif Efek Bersifat utang sebagai sarana hedging, serta dapat menyediakan alternatif investasi bagi investor. "Pasar Repo yang dalam dan likuid akan membantu pengembangan pasar modal. Ujungnya, akan memberi manfaat bagi sektor riil," tukasnya.

Hoesen berharap market standar memberi pemahaman sama antar pelaku pasar atas transaksi repo. Nanti, dapat meningkatkan profesionalisme, integritas dan kepercayaan antar pelaku pasar serta mengurangi resiko sistemik di sektor jasa keuangan. Mengintegrasikan pasar obligasi dengan pasar repo akan mendorong pengembangan altetnatif sumber pembiayaan. “Pastinya, mengurangi ketergantungan pada pinjaman bank,” ucapnya. (far)

Berita Terkait