Selasa, 16 Januari 2018 06:48 WIB

Politik

La Nyalla: Gerindra Minta Duit 40 Miliar

Editor:

La Nyalla Mattalitti

INDOPOS.CO.ID - Ketua Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur sekaligus bakal calon Gubernu Jatim, La Nyalla Mattalitti blak-blakan soal politik uang di Pilkada Jatim 2018. 

La Nyalla mengaku, Partai Gerindra meminta uang Rp 40 miliar agar bersedia memberikan dukungan untuk bertarung dalam pemilihan kepala daerah, pada Agustus tahun ini.

Partai berlambang Kepala Burung Garuda ini meminta La Nyalla menyerahkan uang tersebut paling lambat 20 Desember . Gerindra beralasan, uang tersebut merupakan ‘uang saksi’.

“Saya dimintai uang Rp 40 miliar uang saksi, disuruh serahkan sebelum tanggal 20 Desember. Kalau tidak bisa saya tidak akan direkomendasikan," kata La Nyalla.

La Nyalla sendiri sudah menyanggupi permintaan  Gerindra. Dia siap memberikan uang saksi seperti permintaan partai besutan Prabowo Subianto tersebut. Namun, La Nyalla bersedia mencairkan uang tersebut setelah pencalonan di Pilkada Jawa Timur telah terdaftar di KPU.

Sementara, Gerindra sendiri belum resmi mencalonkan LNM ke KPU Jatim. Tentu LNM sangat keberatan dengan permintaan Prabowo, sampai tokoh Pemuda Pancasila Jatim ini memilih  mengembalikan surat tugas dari Gerindra untuk mencari partai pendukung lain

"Tanggal 20 Desember saya kembalikan surat tugas. Padahal, saya sudah siapkan 300 miliar, tapi apabila sudah selesai pencalonan saya sebagai calon gubernur, baru saya siap memberikan uang itu. Belum apa-apa sudah minta duit, ya kabur kita," ujar dia.

Kenyataan ini membuat  LNM mundur dari Gerindra. Meski menjadi garda terdepan di Jatim bagi Prabowo di Pilpres 2014. Pengalaman pahit ini membuat La Nyalla merasa, menarik dukungan untuk Prabowo dalam Pilpres 2019.  Padahal, hampir satu dekade, La Nyalla mencurahkan perhatian dan mati-matian membela Gerindra dan sang Ketu Umum.

"Mohon maaf, saya orang bodoh kalau masih mendukung Prabowo (di Pilpres 2019, red). Saya sudah berjuang habis-habisan dari 2009 sampai kemarin bendera Gerindra di Jawa Timur saya pasang. Namun balasan dari mereka,  saya disia-siakan. Saya tidak akan lagi di Gerindra," pungkasnya. (jpg)

Berita Terkait

Kader Gerindra Ibu Kota Ikut Kecam La Nyalla

Politik

Pilkada Berjalan, Dana KPU Bekasi Belum Cair

Politik

Batal Nyalon, La Nyalla Bongkar Setoran

Politik

Pengamat: Ideologi Parpol ‘Zaman Now’ Abu-abu

Politik

Pilkada Jawa Pertaruhan Jokowi

Politik