Selasa, 16 Januari 2018 06:32 WIB

Kesehatan

Ini Dia Risiko jika Tidak Disunat

Editor: Muhammad Izzul Mutho

MENARIK: Irfan Wahyudi menerangkan tentang teknik sirkumsisi, Kamis (7/12). Foto: Azuba/Indopos

INDOPOS.CO.ID - Sirkumsisi atau sunat bertujuan menghilangkan bagian ujung kulit penis bernama preputium, sehingga glans penis tidak tertutup kulit. Sunat ini sangat penting agar menghindari risiko kanker penis dan beberapa penyakit lainnya.

"Risiko kanker penis meningkat pada pria yang tidak disirkumsisi higien yang buruk. Sedangkan risiko tertular HIV berkurang hingga 70 persen pada pria yang disirkumsisi," kata dokter dari RS Siloam Asri Dr dr Irfan Wahyudi Sp U (k) di Jakarta, Kamis (7/12).

Lebih lanjut, anak yang tidak disunat, mempunyai risiko infeksi saluran kemi (ISK) 3-10 kali lebih tinggi, dibandingkan anak yang disunat pada tahun pertama kehidupan. Selain itu pula, kejadian infeksi kulit dan glans penis, lebih tinggi pada pria yang tidak disunat 3 persen hingga 10 persen.

"Jadi sirkumsisi ini menurunkan risiko terjadinya penyakit yang ditularkan secara seksual," tegasnya.

Dia menganjurkan, sunat bisa dilakukan jika penis sudah normal. Namun di Indonesia beda tradisinya, karena ada yang menunggu SD, tapi pada prinsipnya, asal penisnya normal maka bisa disunat.

"Sebelum melakukan sunat maka orangtua harus menanyakan teknik apa yang digunakan dokternya," kata dia. (aza)

Berita Terkait

Yuk, Rileks dengan Es Krim

Kesehatan

Yuk Minum Kurma 7Dates

Kesehatan

Dikejar Target, Pekerja Rentan Anemia

Kesehatan

Tak Ada Kasus Baru, Penderita Difteri Turun

Nasional

Efektif Cegah Kematian, Bayi Butuh ASI Eksklusif

Kesehatan