Rabu, 17 Januari 2018 08:33 WIB

Energi

Awali 2018, PEP Tajak Sumur di Muba

Editor: Syahrir Lantoni

GENJOT PRODUKSI: Presiden Direktur PR Pertamina EP Nanang Abdul Manaf. foto: istimewa

INDOPOS.CO.ID - Mengawali 2018, Pertamina EP kembali melakukan tajak sumur MJ-AA5 oleh Asset 1 Ramba Field di Desa Mangunjaya, Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, Senin (1/1).

MJ-AA5 merupakan sumur pemboran eksploitasi dengan kedalaman 500 meter. Kegiatan pemboran diproyeksikan memakan waktu kurang lebih 16 hari dan target pemboran kali ini berupa minyak. 

Sumur tersebut adalah sumur pertama yang dibor pada struktur Mangunjaya pasca penutupan sumur-sumur yang diserobot secara ilegal  atau illegal drilling di area tersebut. 

“Ini mempertegas bahwa Pertamina EP mempunyai tekad memproduksi migas secara legal dan mematuhi peraturan pemerintah yang berlaku serta kaidah best practice oil and gas,” ujar Presiden Direktur Pertamina EP Nanang Abdul Manaf saat syukuran tajak sumur MJ-AA5 di Mangunjaya, Muba, Senin pagi.

Nanang mengatakan, keberhasilan peningkatan produksi minyak sebesar 200 barel per hari (BPH) pada pemboran di TL-AA2 Tanjung Laban, Kecamatan Babat Supat, Pertamina EP Asset 1 Ramba Field, pada Agustus 2017 meningkatkan optimisme Pertamina EP dalam meningkatkan produksi.

Pemboran sumur MJ-AA5 dilakukan oleh PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI), anak usaha PT Pertamina (Persero), dengan memakai rig PDSI N55. Lokasi sumur MJ-AA5 berdekatan dengan sumur MJ 67 yang sebelumnya diserobot oleh penambang ilegal dan kini sudah ditutup.

Nanang menjelaskan, pencapaian target produksi migas berdampak langsung terhadap pendapatan negara. Karena itu, Pertamina EP optimistis menghadapi 2018 dengan semangat jujur, tulus, dan amanah.

“Kami terus berupaya dalam peningkatan produksi dengan memperhatikan aspek lingkungan dan sosial. Selain itu setiap pekerjajuga senantiasa mengembangkan sikap dan semangat jujur, tulus, amanah dalam menjalankan pekerjaan,” ujarnya.

Nanang mengatakan, beberapa tahun terakhir menjadi tantangan bagi industri migas karena harga minyak yang belum stabil. Kendati demikian, Pertamina EP terus berjuang agar bertahan dalam masa-masa sulit dan berupaya melawan keterbatasan.

“Kami mohon doa dandukungan seluruh masyarakat agar dalam kegiatan operasional kami berjalan lancar, operational excellence dan zero accident,” katanya.

Tidak hanya kegiatan tajak sumur, dalam kesempatan tersebut jajaran direksi dan komisaris Pertamina EP ikut menyaksikan peluncuran Stasiun Pengumpul (SP) Mini di RB-05 untuk mengoptimalisasi formasi Ramba Klasik. SP mini ini merupakan inovasi para pekerja Pertamina EP Asset 1 Ramba Field untuk mematahkan backpressure struktur Ramba. (fmc)

 

Berita Terkait