Selasa, 24 April 2018 05:51 WIB
citraland

Liga Indonesia

Fenomena Pemain yang Memegang Lisensi Pelatih saat Masih Bermain

Redaktur:

DEMI MASA DEPAN: Ponaryo Astaman.

Rentang karir pemain sepak bola tidaklah panjang. Sebab itu, beberapa pemain memutuskan mulai menyiapkan karir pasca pensiun dengan mengikuti program lisensi pelatih. Musim ini, ada beberapa pemain aktif yang sudah pegang lisensi pelatih.

----------------

INDOPOS.CO.ID - Ponaryo Astaman layak menjadi role model bagi para pemain yang telah memasuki usia di atas 30 tahun. Musim lalu, ketika dia masih bermain membela Borneo FC, mantan gelandang Timnas Indonesia itu telah memegang lisensi A AFC. Itu artinya, dia berhak melatih klub Liga 1.

Ya, pada Juli lalu, dia telah mengikuti program lisensi A AFC bersama beberapa pelatih. Dia menjadi yang termuda dan masih bermain di klub level teratas tanah air. Bersama dia, ada beberapa mantan pemain, seperti Kurniawan Dwi Yulianto, Nova Arianto, Francis Wewengkang, Seto Nurdiantoro, hingga Yeyen Tumena.

Karena telah memiliki lisensi A AFC, begitu memutuskan pensiun pada akhir musim lalu, dia tak lagi bingung akan masa depan karir. Borneo pun memutuskan dia terpilih untuk menangani klub berjuluk Pesut Etam tersebut pada turnamen pramusim Piala Presiden 2018 ditemani Kurniawan.

Dengan lisensi yang telah dipegangnya, maka sangat terbuka baginya untuk melatih klub Liga 1 pada musim-musim mendatang. Langkah Ponaryo itu diikuti beberapa pemain yang masih aktif. Meski masih berjibaku di lapangan, mereka telah memegang lisensi, meski rata-rata lisensi C AFC.

Firman Utina merupakan salah satu di antaranya. Bahkan, musim ini dia telah dipercaya sebagai asisten pelatih di Bhayangkara FC menemani Simon McMenemy. ”Rencananya saya akan terus upgrade lisensi pelatih. Tahun ini, semoga bisa ambil B AFC sembari belajar tahun depan coba kejar A AFC,” katanya.

Meski sudah berstatus asisten pelatih, Firman masih tergabung dalam skuad berjuluk The Guardian itu sebagai pemain. Jadi, kalau dibutuhkan McMenemy, dia bisa turun lapangan. ”Mungkin arahnya seperti mas Bima Sakti sewaktu di Persiba Balikpapan,” sebut ayah dua anak itu.

Banyak hal yang ingin dia pelajari. Salah satunya yakni dalam menangani berbagai macam karakter pemain yang ada di Indonesia. Sebab, bagi Firman, menjadi pelatih tidak hanya pandai merancang strategi di atas lapangan. Lebih lanjut, dia melihat kemampuan menangani psikologi pemain juga cukup penting.

Selain Firman, Ismed Sofyan juga telah mengantongi lisensi C AFC. Bek berusia 38 tahun itu mendapat dukungan penuh dari manajemen Persija Jakarta untuk meningkatkan lisensinya. Bahkan, ada pembicaraan tentang kemungkinan dia melatih di Persija pada masa datang.

”Itu masih sebatas omongan. Saya sendiri masih mau bermain sembari belajar melatih,” ujar bek kanan itu.

Selain mereka berdua, ada dua eks Arema FC yang baru saja mendapatkan lisensi C AFC, yakni Arif Suyono dan Ahmad Bustomi. Mereka berdua kini membela Mitra Kukar. Dukungan dari klub yang dibela juga memudahkan pemain mendapatkan lisensi pelatih. Sebab, sang pemain harus izin ketika program pelatihan dilaksanakan.

Arif dan Bustomi mendapatkan lisensi C AFC ketika masih membela Arema. Menurut Media Officer Arema FC Sudarmaji, dukungan klub berjuluk Singo Edan itu kepada pemain mengambil lisensi karena sejalan dengan visi klub. Sebab, dengan begitu mereka nantinya bisa melatih di akademi Arema.

            Apalagi, ke depan, klub Liga 1 diwajibkan untuk memiliki elite pro academy. Akademi seperti itu akan ditangani oleh pelatih yang memiliki lisensi C AFC. Selain itu, klub juga kudu memiliki kompetisi berjenjang di level muda. ”Muaranya di Timnas. Timnas harus diambil dari pemain produk kompetisi,” kata Sudarmaji. (nap/rid/ham/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #liga-1 

Berita Terkait

Dibobol Persib 3 Gol, Ini Pengakuan Kiper Borneo FC

Liga Indonesia

Lawan PSIS, Ini Wejangan Teco untuk Skuat Persija

Liga Indonesia

Berharap Andritany dan Rezaldi Main Lawan Persib

Liga Indonesia

IKLAN


1. Ditjen PHU akan Kerjasama dengan Ditjen Bimas Islam Adakan Penyuluh Haji    2. Di Anggap Prospektif, Dirjen Nizar Minta Prodi Manajemen Haji dan Umrah Masuk Fakultas Ekonomi Syariah    3. 2019, Di Targetkan Seluruh Pembimbing Manasik Haji Bersertifikat    4. Hasilkan Pembimbing Haji Profesional, Ditjen PHU MoU dengan IAIN Purwokerto    5. Beri Kuliah Umum, Dirjen Nizar Minta Pembimbing Haji Bersertifikasi dan Profesional    6. 1.096 Jemaah Haji Khusus Masuk Pelunasan Tahap II    7. Layanan Armina Bakal Meningkat    8. Dirjen Nizar: Relokasi Anggaran ke APBN Demi Azaz Keadilan    9. Petugas Haji Bertambah, Pelayanan Optimis Meningkat    10. 2019, Pembimbing Haji Bersertifikasi dan Profesional    11. Temui Direktur Proyek E Hajj Arab Saudi, Tim Pelayanan Haji Bahas Kesiapan Layanan Haji    12. Permudah Pendataan, Ditjen PHU Siapkan Gelang QR untuk Jemaah Haji    13. FK-KBIH Teken Pakta Integritas Manasik Haji    14. Saat Ini di Ditjen PHU Sudah Ada Advokasi Haji    15. Tim harus Jaga Integritas, Komitmen dan Soliditas Tugas    16. Kemenag Merilis Daftar Nama Jemaah Haji Berhak Lunas    17. Seleksi Petugas Haji 1439 H/2018 M Dibuka 20 Maret    18. Biaya Haji 2018 Disepakati    19. Pembinaan Haji Inheren Kesehatan    20. Haji Rescue Team terus Berikan Pelayanan Maksimal    21. Asrama Haji Bermetamorfosis Menjadi Hotel Berbintang    22. Sertifikasi Haji, Kemenag Gandeng UIN Suska Riau    23. Rekrutmen Petugas Haji secara Online    24. Kemenag Targetkan Indeks Kepuasan Haji Naik    25. Cek Perkiraan Berangkat Haji Khusus via Online    26. Pedoman Pembatalan Pendaftaran Haji Reguler 2018 Kembali Dibuka    27. Ini Tata Cara Pembatalan Pendaftaran Ibadah Haji    28. Kuota Haji 2018 Sama dengan 2017    29. Diseminasi Advokasi Haji Dimulai di Bogor, Daerah Lain Menyusul    30. Rangkul Muspida, Advokasi Haji akan Lakukan Diseminasi