Jumat, 19 Januari 2018 02:36 WIB

Nasional

Komentar PGRI Mengenai USBN untuk Guru SD

Editor: Redjo Prahananda

Ketum PGRI Unifah Rosyidi (kanan).

INDOPOS.CO.ID - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menolak  persepsi Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) di jenjang Sekolah Dasar (SD) untuk meningkatkan kompetensi guru.

Menurut rencana, , ujian dengan tiga Mata Pelajaran (Mapel), seperti Bahasa Indonesia, Matematika dan IPA tersebut akan dilaksanakan pada tahun ajaran 2017/ 2018.

“ Pelaksanaan USBN untuk meningkatkan kemampuan guru SD, itu salah alamat. Karena ujian tersebut ditujukan untuk siswa,” ujar Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Unifah Rosyidi di Jakarta, Kamis (11/1).

Kewajiban memberikan pelatihan kepada guru, menurut dia menjadi tugas pemerintah. “ Cara pandang pemerintah harus diluruskan. Kalau USBN maksudnya untuk guru, apakah tugas pemerintah sudah dilakukan,” dia menerangkan.

Apalagi, Unifah melanjutkan, pelatihan untuk guru saat ini belum terstruktur dengan baik. Bukan cuma itu, berbagai kendala masih kerap terjadi, antara lain seperti klafisikasi guru mengikuti perkembangan terkini.

“ Kami belum lihat ini (ada pelatihan,Red), maka pemerintah harus membuatnya. Jangan sampai USBN kemudian merugikan siswa. Karena penyelenggaraannya berstandar nasional.”

Unifah keberatan kalau siswa SD harus mengikuti USBN. Karena, jenjang SD ke SMP adalah program wajib belajar (Wajar) sembilan tahun.

Program tersebut menuntut siswa untuk wajib belajar dan memperoleh akses pendidikan bermutu. “Semua negara manapun tidak memiliki program wajib belajar, wajib mengikuti USBN. Bahkan tanpa kenaikan kelas,”

Unifah mengingatkan, jangan hanya karena cara pandang yang salah, kemudian siswa dirugikan. Guru yang tidak kompeten, kemudian siswa dirugikan. Lebih jauh Unifah menambahkan, sudah semestinya pembelajaran di jenjang  SD mendapat akses pembelajaran yang luas.

“ Pelatihan guru bagian dari pengembangan profesi guru. Maka kami tekankan pemerintah untuk memberikan pelatihan kepada guru. Jadi jangan hanya menyalahkan,” tandasnya.(nas)

Berita Terkait

10 Persen Soal USBN Esai

Headline

Kebijakan Kemendikbud Rancu

Nasional

USBN Delapan Mapel di SD Batal

Nasional

USBN Delapan Mapel di SD Batal

Nasional

Persiapan USBN Mepet, Berpotensi Masalah

Nasional