Kamis, 26 April 2018 02:39 WIB
citraland

Nasional

Tambah Kemudahan bagi IKM, Bea Cukai Sediakan Ini

Redaktur: Ali Rahman

INDOPOS.CO.ID - Fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor Industri Kecil dan Menengah (KITE IKM) diresmikan oleh Presiden RI pada tanggal 31 Januari 2017 di Desa Tumang, Boyolali. Saat ini telah terdapat 41 perusahaan penerima fasilitas KITE IKM, yang berlokasi di Jakarta, Tasikmalaya, Cirebon, Tegal, Surakarta, Semarang, Yogyakarta, Madiun, Denpasar, dan Mataram.

Dengan pemanfaatan fasilitas KITE IKM, pengusaha mampu bersaing di pasar luar negeri. CV Banyan Internasional, yang bergerak di bidang industri kerajinan tangan, bisa memangkas harga produksi 15 persen dan telah mengekspor 24.132 set kerajinan tangan ke Australia. PT Inducomp Dewata, yang bergerak di bidang industri transformator, bisa menurunkan harga produksi sampai dengan 10 persen sehingga buyer yang selama ini membeli dari China beralih ke mereka.

Kali ini beaCukai telah meluncurkan sistem aplikasi pencatatan dan pelaporan KITE IKM. Aplikasi tersebut akan memudahkan IKM dalam melaporkan barang yang diimpor dan diekspor dengan fasilitas KITE IKM.

Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga, Robert Leonard Marbun mengungkapkan bahwa aplikasi pencatatan dan pelaporan KITE IKM ini dibuat dalam rangka kepentingan pengawasan tanpa mengabaikan kemudahan bagi pengguna jasa. “Bea Cukai mewajibkan pihak penerima fasilitas untuk untuk menggunakan sistem pencatatan atas pemasukan dan pengeluaran barang. Sistem pencatatan tersebut disediakan oleh Bea Cukai, yaitu berupa sistem aplikasi (modul) kepabeanan untuk pencatatan barang yang mendapat Fasilitas KITE IKM,” ungkap Robert, Jumat (12/1).

Manfaat dari penggunaan sistem aplikasi tersebut akan dapat dirasakan bagi kedua pihak. Bagi pengusaha akan memudahkan pertanggungjawaban barang yang diimpor dengan fasilitas KITE IKM, memudahkan pengelolaan persediaan, dan dapat menghasilkan informasi bagi stakeholder.

Sementara, bagi Bea Cukai aplikasi ini memudahkan proses rekonsiliasi dokumen kepabeanan dengan pemasukan dan pengeluaran persediaan pada perusahaan, dapat digunakan dalam memonitoring barang yang diimpor dengan fasilitas KITE IKM, dan dapat digunakan sebagai satu sumber data dalam pelaksanaan evaluasi dan audit kepabeanan.

Robert menambahkan untuk merealisasikan pemanfaatan aplikasi ini, Bea Cukai telah melakukan uji coba terhadap penerapannya di beberapa kantor Bea Cukai yang menerbitkan fasilitas KITE IKM. “Setelah dilakukan uji coba, Bea Cukai akan menerapkan mandatory penggunaan berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal nomor KEP-691/BC/2017 tanggal 14 Desember 2017,” ungkap Robert.

“Dengan sistem aplikasi tersebut IKM dapat dengan mudah melakukan pencatatan dan pelaporan. IKM tidak perlu entry data dokumen pemberitahuan pabean impor dan ekspor secara manual, cukup mengetik nomor aju dokumen, data dokumen pemberitahuan pabean akan ditarik langsung dari database impor dan ekspor sehingga pencatatan lebih cepat dan akurat,” pungkas Robert. (*)


TOPIK BERITA TERKAIT: #bea-cukai 

Berita Terkait

IKLAN


1. Ditjen PHU akan Kerjasama dengan Ditjen Bimas Islam Adakan Penyuluh Haji    2. Di Anggap Prospektif, Dirjen Nizar Minta Prodi Manajemen Haji dan Umrah Masuk Fakultas Ekonomi Syariah    3. 2019, Di Targetkan Seluruh Pembimbing Manasik Haji Bersertifikat    4. Hasilkan Pembimbing Haji Profesional, Ditjen PHU MoU dengan IAIN Purwokerto    5. Beri Kuliah Umum, Dirjen Nizar Minta Pembimbing Haji Bersertifikasi dan Profesional    6. 1.096 Jemaah Haji Khusus Masuk Pelunasan Tahap II    7. Layanan Armina Bakal Meningkat    8. Dirjen Nizar: Relokasi Anggaran ke APBN Demi Azaz Keadilan    9. Petugas Haji Bertambah, Pelayanan Optimis Meningkat    10. 2019, Pembimbing Haji Bersertifikasi dan Profesional    11. Temui Direktur Proyek E Hajj Arab Saudi, Tim Pelayanan Haji Bahas Kesiapan Layanan Haji    12. Permudah Pendataan, Ditjen PHU Siapkan Gelang QR untuk Jemaah Haji    13. FK-KBIH Teken Pakta Integritas Manasik Haji    14. Saat Ini di Ditjen PHU Sudah Ada Advokasi Haji    15. Tim harus Jaga Integritas, Komitmen dan Soliditas Tugas    16. Kemenag Merilis Daftar Nama Jemaah Haji Berhak Lunas    17. Seleksi Petugas Haji 1439 H/2018 M Dibuka 20 Maret    18. Biaya Haji 2018 Disepakati    19. Pembinaan Haji Inheren Kesehatan    20. Haji Rescue Team terus Berikan Pelayanan Maksimal    21. Asrama Haji Bermetamorfosis Menjadi Hotel Berbintang    22. Sertifikasi Haji, Kemenag Gandeng UIN Suska Riau    23. Rekrutmen Petugas Haji secara Online    24. Kemenag Targetkan Indeks Kepuasan Haji Naik    25. Cek Perkiraan Berangkat Haji Khusus via Online    26. Pedoman Pembatalan Pendaftaran Haji Reguler 2018 Kembali Dibuka    27. Ini Tata Cara Pembatalan Pendaftaran Ibadah Haji    28. Kuota Haji 2018 Sama dengan 2017    29. Diseminasi Advokasi Haji Dimulai di Bogor, Daerah Lain Menyusul    30. Rangkul Muspida, Advokasi Haji akan Lakukan Diseminasi