Rabu, 24 Januari 2018 06:25 WIB

Hukum

Kejagung Telusuri Aset Edward Soeryadjaya, Ada Apa?

Editor: Wahyu Sakti Awan

Foto : Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Kejaksaan Agung (Kejagung) saat ini tengah menelusuri aset tersangka kasus dugaan korupsi dana pensiun PT Pertamina, Edward Seky Soeryadjaya. 

Upaya ini untuk menentukan keterlibatan yang bersangkutan atas dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU). 

"Kita sudah minta data-data asetnya. Kita akan tentukan kalau memang terkait TPPU," kata Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus, Warih Sadono di Kejagung, Jumat (12/1) malam. 

Namun, hingga sekarang penyidik belum menemukan seluruh aset milik Direktur PT Ortus Holding itu. Pasalnya, penyimpangan dana pensiun PT Pertamina itu diduga tidak hanya dipergunakan oleh tersangka untuk membeli saham PT Sugi Energi, melainkan juga untuk keperluan membayar utang. 

"Uang yang dibelikan saham itu digunakan untuk membayar utang di bank. Tapi kita masih telusuri pembelian-pembelian aset lainnya," jelas Warih

Sebelum Edward, penyidik lebih dulu menetapkan mantan Presdir Dana Pensiun PT Pertamina, M Kamal Lubis, sebagai tersangka. Oleh karenanya, berbeda dengan Edward, berkas perkara petinggi BUMN tersebut sudah tahap dua dan memasuki persidangan. 

Kasus ini sendiri bermula dari adanya penggunaan dana pensiun untuk kepentingan pembelian sejumlah saham. Saham-saham itu dibeli dari PT SUGI Energi, PT MYRX, PT ELSA dan PT KREN senilai Rp 1, 351 triliun. Padahal, perusahaan-perusahaan itu diduga sedang mengalami guncangan. 

Bukan memberikan keuntungan, pembelian saham itu justru malah merugikan negara. Berdasarkan hasil audit BPK, kerugian negara dari pembelian saham itu diketahui sebesar  Rp 599,29 miliar.

Jumlah ini baru terkait satu transaksi, yakni pembelian saham PT Sugi Energi. Sedangkan kerugian negara dalam pembelian saham PT MYRX, PT ELSA dan PT KREN, saat ini masih dihitung oleh lembaga audit negara itu.(ydh)

Berita Terkait

IKLAN