Selasa, 16 Januari 2018 06:37 WIB

Hukum

Polisi Gulung Komplotan Penjarah Komponen Kapal

Editor: Redjo Prahananda

Foto : Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Direktorat Polair Polda Metro Jaya menangkap komplotan pencuri komponen besi kapal. Mereka sudah belasan kali melancarkan aksi

Polisi menangkap tujuh orang pelaku ketika sedang melakukan kejahatan. Mereka menjarah sebuah kapal bersandar di perairan Teluk Jakarta

Ketujuh pelaku diketahui berinisial US alias ARA, YAD, JUN, WAK, RID, UJ, dan ANT.  Polisi menangkap mereka, Jumat dini hari (11/1) ketika sedang memuat besi-besi hasil jarahannya ke sebuah kapal di perairan Cilincing Jakarta Utara.

Para pelaku mengaku kalau komponen besi kapal itu dicuri dari atas kapal Liquefied Petroleum Gas (LPG) atau kapal pengangkut gas minyak bumi cair di kawasan Pelabuhan Kalibaru

Dalam penangkapan itu polisi menyita berbagai besi-besi tua seberat belasan ton terdiri dari enam unit valp stainless ukuran besar, sedang , kecil, dua unit sambunga pipa, 1 unit turup menhol, potongan kabel tembaga dan tembaga murni, belasan baut stainless, 11 batang alumunium, dua unit dinamo, satu unit genset, dua unit  gerinda, satu unit mata gerinda, belasan kunci-kunci, dan dua unit gergaji mesin.

Penangkapan terhadap tujuh pelaku ini merupakan pengembangan penyidikan dari penangkapan sebelumnya, pada Kamis (4/1) . Pekan lalu, Direktorat Polair Polda Metro Jaya juga menangkap empat orang pencuri besi tua di Teluk Jakarta.

Modus para pelakudengan mencuri besi-besi tua dari atas Kapal LPG KM Marashi Shivatreva .Kapal itu sedang lego jangkar di Pelabuhan Kali Baru. Polisi menangkap empat pelaku masing-masing berinisial SAP, AND, MAN, dan KIW. Polisi menyita satu perahu tanpa nama yang digunakan para pelaku dalam beraksi.

Kasubdit Gakkum Dit Polair Polda Metro Jaya, AKBP Jefri Siagian menjelaskan, dari hasil pemeriksaan pelaku menjual hasil curian ke pengolah limbah besi untuk didaur ulang.

Besi-besi tua dan sparepart yang dicuri pelaku lalu dinaikkan ke atas perahu kayu untuk selanjutnya dipindahkannya ke kapal lain. Para pelak dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara.

 ”Mereka sudah berkali-kali melakukan aksinya di malam hari terhadap kapal yang sedang lego jangkar di luar Dam Pelabuhan Tanjung Priok,” (ind)

Berita Terkait