Sabtu, 20 Januari 2018 09:44 WIB

Jakarta Raya

Begini Yang Diinginkan Anies Baswedan Kepada Warga Miskin Jakarta

Editor:

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan program CAP (Community Action Plan) di Taman Waduk Pluit, Jakarta Utara, Minggu (14/1). (Evi Ariska/ JawaPos.com)

INDOPOS.CO.ID - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan program meresmikan CAP (Community Action Plan) di Taman Waduk Pluit, Jakarta Utara, Minggu (14/1). Peresmian itu sebagai tanda resminya penataan 16 Kampung akan dimulai oleh CAP dibawah naungan Jaringan Rakyat Miskin Kota (JRMK).

"Kegiatan community action plan untuk 16 kampung di Jakarta sudah siap untuk dimulai," kata Anies di Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (14/1).

Dia menuturkan, kehadirnnya pada peresmian ini untuk menuntaskan dan meringankan beban rakyat tidak mampu di ibu kota. Dia ingin, warga miskin di Jakarta merasakan ibu kota sebagai milik bersama bukan hanya diperuntunkan bagi masyarakat kelas menengah atas.

CAP (Community Action Plan)

CAP (Community Action Plan) (Evi Ariska/ JawaPos.com)

"Ikhtiar kita yang sedang dilakukan hari ini adalah bagian dari perubahan kita ingin jakarta dimiliki rakyat dari segala daerah-daerah. Jakarta adalah milik semua orang, yang belum sejahtera pun harus merasakan saya milik Jakarta," ungkapnya.

Mantan menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini menerangkan, sebagai pemimpin Jakarta dia mempunyai amanat konstitusional. Dimana Anies telah disumpah untuk menaati Undang-undang (UU) dan segala peraturan.

Oleh sebab itu Anies ingin menuntaskan amat tersebut dengan kepercayaan yang diberikan warga DKI Jakarta kepadanya.

"Saya dapat amanat konstitusional, saudara di sini amanat moral, untuk membangun sama-sama. Ini adalah kepercayaan, tidak terasa perjuangan kita 4 April 2017, komitmen kita bergulir bejalan sampai hari ini semuanya sesuai rencana. Saya ingin sampaikan bahwa kami komitmen untuk bisa menuntaskan," pungkas Anies.

CAP (Community Action Plan)

CAP (Community Action Plan) (Evi Ariska/ JawaPos.com)

Sementara itu koordinator JRMK, Eni Rohayati menjelaskan dua pemimpin Jakarta telah menjalankan kontrak politik mereka. Hal itu dilontarkanya melalui bukti pembangun shelter di Kampung Akuarium. Dia pun berharap Anies-Sandi dapat mewujudkan kelima janji pokitiknya bersama warga miskin.

"Setelah kontrak politik hingga saat ini sudah banyak sekali kemajuan. Yang kelihatan saat ini pembangun shelter Kampung Akuarium. Sisanya sedang dalam proses," tutup Eni.

Diketahui, Komunitas JRMK adalah sebuah Jaringan Rakyat Miskin Kota yang terbentuk dalam Organisasi masyarakat sipil yang berbasis pada perjuangan Hak Asasi Manuisa khususnya mengenai carut-marutnya permasalahan di wilayah urban-kota.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Wakil nya Sandiaga Uni menandatangi kontrak politik dengan Jaringan Rakyat Miskin Kota (JRMK) Jakarta dan Urban Poor Consortium (UPC) saat masih berkampanye.

Pertama adalah perubahan tata ruang perkampungan. Selanjutnya yakni legalisasi lahan perkampungan, program hunian terjangkau untuk rakyat miskin, dan perizinan usaha bagi PKL. Terakhir atau kelima yaitu bantuan alih profesi bagi tukang becak.(eve/JPC)

Berita Terkait