Selasa, 24 April 2018 12:02 WIB
citraland

Fashion

Ini Cara Bedakan Barang Asli vs KW

Redaktur:

MEWAH-Tas branded selalu jadi incaran sosialita di Ibu kota. Produk tas branded preloved yang dijual di Irresistible Bazaar, Jakarta, beberapa waktu lalu. Foto: DOK INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Tas kini tak hanya dipakai untuk menaruh aneka barang, tapi lebih daripada itu untuk fashion dan penampilan. Tak heran, kaum sosialita papan atas rela merogoh kantong mereka untuk membeli aneka tas branded berharga selangit.

Melihat tren pembelian tas bermerek makin marak, tak heran bermunculan juga produsen tas KW. Ya, istilah KW dipakai untuk tas-tas yang dibuat semirip mungkin dengan aslinya. Tapi tentu saja dibuat secara ilegal.

Nah, agar tidak terkecoh, Bag Expert Effi Rachmanto membagikan sejumlah tips sederhana. Dimulai dari melihat warna.

''Untuk tas Louis Vuitton (LV), warna tas asli lebih pekat dari yang palsu. Monogram LV-nya berwarna cokelat sedangkan yang palsu lebih kekuning,'' kata Effi di acara "Irressistible Bazaar" di Grand Indonesia, Jakpus, pekan lalu.

Hal kedua yang perlu diperhatikan ialah soal bobot. Menurut Effi, tas asli akan selalu lebih berat dari yang palsu, meskipun sama-sama dalam keadaan kosong.

Ketiga, zipper tas asli lebih besar dan terasa lebih berat serta lebih berkilau dibandingkan dengan yang palsu. ''Tas LV (Louis Vuitton) itu dibikin oleh craftmanship handal, tidak akan pernah memotong bahan untuk tasnya di bagian monokrom LV. Bagian samping tas pun, jika kepotong akan tetap simetris,'' ulasnya.

Penjual tas branded preloved yang sudah terkurasi Vera Closet memberikan tips lain. Barang asli, kata dia, pasti selalu memiliki kode unik dan sertifikat keaslian.

''Sebelum beli ya harus diperiksa dulu. Barang yang asli pasti ada kode, seri, dan jahitan yang beda, sekaligus ada sertifikat asli. Ini membedakan palsu dan asli,'' bebernya.

Kendati barang asli, ternyata bukan tanpa cacat loh. Terkenal dengan kualitas tas yang sangat baik, Hermes menjadi salah satu tas branded yang banyak diincar. 

Effi punya pengalaman tersendiri dengan Hermes. Dia pernah punya tas Hermes yang mengeluarkan bau jengkol yang sangat menyengat. 

''Tas tersebut saya dapatkan di Belanda pada 2014 dan dibeli oleh sahabat saya sendiri. Ketika dibawa di salah satu acara indoor, tiba-tiba dari jarak 10 meter sekalipun bau itu keluar dan sangat tidak sedap,'' kisahnya.

Akhirnya, dia pun membawa tas tersebut ke Singapura untuk mengecek keaslian tas Hermes hitam Birkin size 35 gold hardware tersebut. ''Alhamdulillah, ternyata tas tersebut tetap dinyatakan asli,'' katanya.

Sementara itu, terkait dengan asal muasal bau jengkol tersebut, jelasnya, pihak Hermes menjelaskan bahwa aroma kurang sedap itu muncul karena proses pewarnaan alami. ''Pada beberapa warna tas Hermes, di tahun 2014 dan 2015 memang ada beberapa ta yang mengeluarkan aroma tersebut dan itu memang menjadi keteledoran pihak Hermes,'' imbuhnya.

Ada alasan lain juga kenapa aroma itu bisa begitu menyengat. Indonesia yang merupakan negara tropis, membuat pewarna yang melekat di kulit tas Hermes menguap dan mengeluarkan aroma jengkol tersebut. 

''Perlu diketahui juga, setelah proses komplain tersebut, tas saya langsung diganti dalam kondisi yang baru. Pada awalnya, pihak Hermes menjanjikan kedatangan tas baru di 6 bulan setelah komplain. Untungnya lagi, saya bisa dapat hanya dalam waktu tiga bulan menunggu,'' tutupnya. (dew)


TOPIK BERITA TERKAIT: #tips #fashion 

Berita Terkait

IKLAN


1. Ditjen PHU akan Kerjasama dengan Ditjen Bimas Islam Adakan Penyuluh Haji    2. Di Anggap Prospektif, Dirjen Nizar Minta Prodi Manajemen Haji dan Umrah Masuk Fakultas Ekonomi Syariah    3. 2019, Di Targetkan Seluruh Pembimbing Manasik Haji Bersertifikat    4. Hasilkan Pembimbing Haji Profesional, Ditjen PHU MoU dengan IAIN Purwokerto    5. Beri Kuliah Umum, Dirjen Nizar Minta Pembimbing Haji Bersertifikasi dan Profesional    6. 1.096 Jemaah Haji Khusus Masuk Pelunasan Tahap II    7. Layanan Armina Bakal Meningkat    8. Dirjen Nizar: Relokasi Anggaran ke APBN Demi Azaz Keadilan    9. Petugas Haji Bertambah, Pelayanan Optimis Meningkat    10. 2019, Pembimbing Haji Bersertifikasi dan Profesional    11. Temui Direktur Proyek E Hajj Arab Saudi, Tim Pelayanan Haji Bahas Kesiapan Layanan Haji    12. Permudah Pendataan, Ditjen PHU Siapkan Gelang QR untuk Jemaah Haji    13. FK-KBIH Teken Pakta Integritas Manasik Haji    14. Saat Ini di Ditjen PHU Sudah Ada Advokasi Haji    15. Tim harus Jaga Integritas, Komitmen dan Soliditas Tugas    16. Kemenag Merilis Daftar Nama Jemaah Haji Berhak Lunas    17. Seleksi Petugas Haji 1439 H/2018 M Dibuka 20 Maret    18. Biaya Haji 2018 Disepakati    19. Pembinaan Haji Inheren Kesehatan    20. Haji Rescue Team terus Berikan Pelayanan Maksimal    21. Asrama Haji Bermetamorfosis Menjadi Hotel Berbintang    22. Sertifikasi Haji, Kemenag Gandeng UIN Suska Riau    23. Rekrutmen Petugas Haji secara Online    24. Kemenag Targetkan Indeks Kepuasan Haji Naik    25. Cek Perkiraan Berangkat Haji Khusus via Online    26. Pedoman Pembatalan Pendaftaran Haji Reguler 2018 Kembali Dibuka    27. Ini Tata Cara Pembatalan Pendaftaran Ibadah Haji    28. Kuota Haji 2018 Sama dengan 2017    29. Diseminasi Advokasi Haji Dimulai di Bogor, Daerah Lain Menyusul    30. Rangkul Muspida, Advokasi Haji akan Lakukan Diseminasi