Rabu, 25 April 2018 11:43 WIB
citraland

Jakarta Raya

Pesona Semesta Kecil di Tengah Ladang Makna

Redaktur:

MASTERPIECE-Karya 14 seniman kontemporer tanah air dipamerkan dalam pameran ”Semesta Kecil di Tengah-Tengah Ladang Makna” hasil kolaborasi Martell dengan Edwin’s Galllery. Foto: Ismail Pohan/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Peduli terhadap perkembangan dunia seni kontemporer, Martell menggelar pameran seni kontemporer bertajuk ”Semesta Kecil di Tengah-Tengah Ladang Makna”. Berkolaborasi dengan Edwin’s Gallery, pameran seni kontemporer yang digelar di Kemang, Jakarta Selatan ini menggandeng Danuh Tyas selaku kurator dan didukung oleh 14 seniman Indonesia.

Pameran ini akan digelar selama 11 hari, mulai dari tanggal 1 Maret hingga 11 Maret 2018. ”Ini bukan kali pertama bekerja sama dengan Edwin. Sudah dua kali. Kami merasa memiliki pandangan yang sama tentang bagaimana seni kontemporer tanah air ini harus dihidupkan,” Managing Director PT Pernod Ricard Indonesia Edhi Sumadi dalam pembukaan pameran, Jumat (2/3).

Sebagai kurator, Danuh mengkuratori karya seni kontemporer 14 seniman muda tanah air. Yaitu, Abenk Alter, Anton Subiyanto, Emte (Muhammad Taufiq), Hendra "Blankon" Priyadhani, I Putu Adi Suanjaya ‘Kencut,’ Michael Binuko, Ngakan Putu Agus Arta Wijaya, Nurrachmat Widyasena, Radhinal Indra, Rocka Radipa, Rudy Atjeh, Sekarputri Sidhiawati, Walid Syarthowi, dan Yosefa Aulia.

Kenapa Martell mendukung pameran seni kontemporer? ”Kami ingin seniman Indonesia juga bisa diakui di dunia internasional. Begitupun kami, selama lebih dari 300 tahun, Martell Cognac telah menjadi sebuah simbol bagi perayaan French Art de Vivre yang melambangkan kesenangan, keindahan, serta semangat akan kehidupan yang telah diturunkan dari generasi ke generasi di dalam keluarga besar Martell Cognac,” paparnya.

Keindahan serta seni adalah dua hal yang saling berkaitan erat serta memberikan sentuhan historikal dalam penciptaan setiap botol cognac yang tidak pernah luput dari sentuhan seni yang menawan. (dew)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pameran 

Berita Terkait

IKLAN


1. Ditjen PHU akan Kerjasama dengan Ditjen Bimas Islam Adakan Penyuluh Haji    2. Di Anggap Prospektif, Dirjen Nizar Minta Prodi Manajemen Haji dan Umrah Masuk Fakultas Ekonomi Syariah    3. 2019, Di Targetkan Seluruh Pembimbing Manasik Haji Bersertifikat    4. Hasilkan Pembimbing Haji Profesional, Ditjen PHU MoU dengan IAIN Purwokerto    5. Beri Kuliah Umum, Dirjen Nizar Minta Pembimbing Haji Bersertifikasi dan Profesional    6. 1.096 Jemaah Haji Khusus Masuk Pelunasan Tahap II    7. Layanan Armina Bakal Meningkat    8. Dirjen Nizar: Relokasi Anggaran ke APBN Demi Azaz Keadilan    9. Petugas Haji Bertambah, Pelayanan Optimis Meningkat    10. 2019, Pembimbing Haji Bersertifikasi dan Profesional    11. Temui Direktur Proyek E Hajj Arab Saudi, Tim Pelayanan Haji Bahas Kesiapan Layanan Haji    12. Permudah Pendataan, Ditjen PHU Siapkan Gelang QR untuk Jemaah Haji    13. FK-KBIH Teken Pakta Integritas Manasik Haji    14. Saat Ini di Ditjen PHU Sudah Ada Advokasi Haji    15. Tim harus Jaga Integritas, Komitmen dan Soliditas Tugas    16. Kemenag Merilis Daftar Nama Jemaah Haji Berhak Lunas    17. Seleksi Petugas Haji 1439 H/2018 M Dibuka 20 Maret    18. Biaya Haji 2018 Disepakati    19. Pembinaan Haji Inheren Kesehatan    20. Haji Rescue Team terus Berikan Pelayanan Maksimal    21. Asrama Haji Bermetamorfosis Menjadi Hotel Berbintang    22. Sertifikasi Haji, Kemenag Gandeng UIN Suska Riau    23. Rekrutmen Petugas Haji secara Online    24. Kemenag Targetkan Indeks Kepuasan Haji Naik    25. Cek Perkiraan Berangkat Haji Khusus via Online    26. Pedoman Pembatalan Pendaftaran Haji Reguler 2018 Kembali Dibuka    27. Ini Tata Cara Pembatalan Pendaftaran Ibadah Haji    28. Kuota Haji 2018 Sama dengan 2017    29. Diseminasi Advokasi Haji Dimulai di Bogor, Daerah Lain Menyusul    30. Rangkul Muspida, Advokasi Haji akan Lakukan Diseminasi