Nasional

Rekrutmen Petugas Haji secara Online

Editor:

INDOPOS.CO.ID - Tak mau ketinggalan teknologi, Kementerian Agama (Kemenag) terus melakukan terobosan baru. Kali ini dalam rekrutmen petugas haji tahun 1439 H/2018 M, Kemenag akan menerapkan pola rekrutmen secara online dan sistem Computer Assisted Tes (CAT). Sistem ini digunakan agar memudahkan calon peserta mendaftar sebagai petugas kloter dan non kloter. Kedua jenis petugas tersebut nantinya tergabung dalam Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi.

Secara teknis, para peserta bisa mendaftar melalui layar smartphone android mereka masing-masing. Proses seleksinya pun demikian, mereka nantinya bisa mengerjakan soal-soal yang diberikan berdasarkan sistem CAT.

"Dengan menggunakan smartphone berbasis android, maka peserta langsung mengerjakan soal ujiannya di layar handphone masing-masing," kata Direktur Bina Haji Khoirizi pada Rapat Teknis dan Pemantapan Rekrutmen Petugas Haji tahun 2018 di Jakarta.

Menurut Khoirizi, rekrutmen secara online dan mengunakan sistem CAT menjadi salah satu cara untuk menjaring petugas-petugas yang memiliki kompetensi baik dari sisi ibadah maupun dari sisi regulasi, secara transparan dan akuntabel. Berdasarkan hasil CAT, peserta akan  disaring lagi untuk mengukur pemahaman dan pengalaman sesuai bidang tugas yang dilamarnya melalui wawancara.

Kemudian untuk jumlah kloter tahun ini, Kemenag memperkirakan mencapai 511 kloter. Artinya, diperlukan 1022 petugas yang menyertai jemaah dari unsur Kemenag. Mereka adalah Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI) dan Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI). Selain itu, dibutuhkan 1533 petugas dari unsur Kemenkes yang tergabung dalam Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI).

Sedangkan untuk petugas non kloter yang tergabung dalam PPIH Arab Saudi, kuotanya berjumlah 836 petugas. Jumlah ini terdiri dari 530 petugas dari unsur Kemenag dan istansi terkait, termasuk media dan TNI/POLRI, serta 306 petugas dari unsur Kemenkes. Seluruh petugas akan dibagi ke dalam 3 wilayah kerja Makkah, Jeddah, dan Madinah.

Sementara itu, rekrutmen akan mulai dilakukan Kemenag pada akhir Maret atau awal April tahun ini. Rekrutmen akan dimulai berjenjang dari Kankemenag Kab/Kota dan internal instansi terkait. Kalau rekrutmen petugas haji non kloter bidang kesehatan saat ini sedang dilakukan oleh tim Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan sudah masuk tahap pendalaman kompetensi.

Terakhir, Khorizi berharap seluruh petugas haji dari instansi terkait tahun ini berasal dari Kemenkes, TNI/POLRI, dan media. Semua elemen ini berada dalam satu kordinasi ketua PPIH dalam gerak dan langkah mensukseskan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1439 H/2018 M. (*/fol)

Berita Lainnya

Banner

Facebook

Twitter