Senin, 23 April 2018 11:56 WIB
citraland

utama

Myanmar Minta Bukti Tuduhan Negaranya Lakukan Genosida

Redaktur:

MENCARI TEMPAT YANG LAYAK - Pengungsi Rohingya berjalan setelah melintasi sungai Naf dari Myanmar ke Bangladesh di Whaikhyang. AFP PHOTO / FRED DUFOUR

INDOPOS.CO.ID - Myanmar ingin melihat bukti yang jelas atas tuduhan kalau pihaknya melakukan pembersihan etnis maupun kejahatan genosida terhadap Muslim Rohingya di negara bagian Rakhine.

"Banyak Muslim Rohingya yang masih tetap tinggal di Rakhine," kata Penasihat Keamanan Nasional Myanmar, Thaung Tun seperti dilansir Reuters, Jumat, (9/3).

"Jika kami melakukan genosida, mereka semua pasti sudah diusir," tambahnya.

Thaung Tun mengatakan, tuduhan pembersihan etnis dan genosida sangat serius bagi Pemerintah Myanmar.

"Kami sering mendengar banyak tuduhan bahwa ada pembersihan etnis atau genosida di Myanmar. Ini bukan kebijakan pemerintah, kami bisa buktikan kalau kami tidak melakukan hal itu," terangnya.

Seperti dilansir AFP, hingga saat ini, Myanmar belum mengizinkan penyidik PBB untuk melakukan penyelidikan. Misi pencari fakta PBB akan melakukan penyelidikan karena adanya temuan berdasarkan wawancara dengan korban yang selamat di Bangladesh dan negara lain.

Thaung Tun menambahkan, Myanmar bersedia menerima kembali orang-orang yang telah melarikan diri dan memberikan keamanan dan martabat bagi mereka.

Menurutnya, Muslim Rohingya melarikan diri karena adanya ancaman dari Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA) atau pemberontak Rohingya. Ia menuduh ARSA memaksa penduduk desa bergabung dalam serangan mereka.

Menurut Thaung Tun, jika Muslim Rohingya kembali maka mereka akan disambut dengan baik bila mereka juga bersedia untuk berpartisipasi dalam kehidupan bernegara, misalnya dengan mempelajari bahasa Burma.

"Kami sangat senang menyambut mereka yang ingin menjadi warga negara Myanmar, tapi harus melalui proses. Tidak bisa otomatis mendapat kewarganegaraan," katanya. (ina/ce1/iml/trz/JPC)


TOPIK BERITA TERKAIT: #myanmar #rohingya 

Berita Terkait

Myanmar Tak Serius Lakukan Repatriasi

Internasional

Tiga Bom Guncang Permukiman Rohingya

Internasional

Tiga Bom Guncang Permukiman Rohingya

Internasional

Filipina Akui Keturunan Indonesia sebagai Warga Negara

Internasional

IKLAN


1. Ditjen PHU akan Kerjasama dengan Ditjen Bimas Islam Adakan Penyuluh Haji    2. Di Anggap Prospektif, Dirjen Nizar Minta Prodi Manajemen Haji dan Umrah Masuk Fakultas Ekonomi Syariah    3. 2019, Di Targetkan Seluruh Pembimbing Manasik Haji Bersertifikat    4. Hasilkan Pembimbing Haji Profesional, Ditjen PHU MoU dengan IAIN Purwokerto    5. Beri Kuliah Umum, Dirjen Nizar Minta Pembimbing Haji Bersertifikasi dan Profesional    6. 1.096 Jemaah Haji Khusus Masuk Pelunasan Tahap II    7. Layanan Armina Bakal Meningkat    8. Dirjen Nizar: Relokasi Anggaran ke APBN Demi Azaz Keadilan    9. Petugas Haji Bertambah, Pelayanan Optimis Meningkat    10. 2019, Pembimbing Haji Bersertifikasi dan Profesional    11. Temui Direktur Proyek E Hajj Arab Saudi, Tim Pelayanan Haji Bahas Kesiapan Layanan Haji    12. Permudah Pendataan, Ditjen PHU Siapkan Gelang QR untuk Jemaah Haji    13. FK-KBIH Teken Pakta Integritas Manasik Haji    14. Saat Ini di Ditjen PHU Sudah Ada Advokasi Haji    15. Tim harus Jaga Integritas, Komitmen dan Soliditas Tugas    16. Kemenag Merilis Daftar Nama Jemaah Haji Berhak Lunas    17. Seleksi Petugas Haji 1439 H/2018 M Dibuka 20 Maret    18. Biaya Haji 2018 Disepakati    19. Pembinaan Haji Inheren Kesehatan    20. Haji Rescue Team terus Berikan Pelayanan Maksimal    21. Asrama Haji Bermetamorfosis Menjadi Hotel Berbintang    22. Sertifikasi Haji, Kemenag Gandeng UIN Suska Riau    23. Rekrutmen Petugas Haji secara Online    24. Kemenag Targetkan Indeks Kepuasan Haji Naik    25. Cek Perkiraan Berangkat Haji Khusus via Online    26. Pedoman Pembatalan Pendaftaran Haji Reguler 2018 Kembali Dibuka    27. Ini Tata Cara Pembatalan Pendaftaran Ibadah Haji    28. Kuota Haji 2018 Sama dengan 2017    29. Diseminasi Advokasi Haji Dimulai di Bogor, Daerah Lain Menyusul    30. Rangkul Muspida, Advokasi Haji akan Lakukan Diseminasi