Selasa, 24 April 2018 12:06 WIB
citraland

Fashion

Unik, Helai Kain Indonesia Dipadu Kulit

Redaktur:

ETNIK-Berbagai model tas Salawase yang khas karena memadukan unsur kain tradisional Indonesia.

INDOPOS.CO.ID - Berawal dari hobi mengoleksi beragam kain tradisional, duet Mamo dan Yani sukses membuat tas berunsur etnik. Ya, mengangkat budaya lokal dengan helai kain tradisional, UKM binaan Telkom asal Solo itu sukses mengangkat brand tas Salawase hingga ke mancanegara. 

Mulai dari Batik Jawa, Ulos Medan, Tenun Lagosi Bugis, Tenun Sumba, Songket Bali, Sulam Tumpar Kalimantan, hingga Tenun Badui. ''Saya sangat terkesan dengan keindahan kain-kain yang ada di Indonesia. Kalau biasanya kain tradisional dibikin baju, belum banyak orang yang mengeksplorasi untuk dijadikan tas. Kami punya ide kain-kain tradisional menjadi produk tas dipadukan dengan kulit,'' ujar Mamo dalam keterangan tertulisnya, Minggu (11/3).

Mengangkat nama Salawase Bag, dia berharap produknya bisa lebih go international. Material utamanya berupa kulit asli dari ular piton, ular kobra, sapi, kambing, domba, buaya, hingga biawak yang kemudian dikombinasikan dengan kain nusantara. 

''Kami hanya membuat 1 model untuk 1 tas saja. Meskipun materialnya sama tapi beda model, kalau sama model pasti beda material. Hal ini sengaja kami ciptakan karena melihat peluang di mana biasanya wanita suka dengan produk yang tidak ada kembarannya,'' imbuh Yani.

Sementara itu Vice President Business Operation and Development Blanja.com Fikri mengungkapkan, pihaknya mempunyai semangat dan komitmen untuk membantu perekonomian Indonesia melalui pemberdayaan UKM. Melalui inisiatif itu, pihaknya mempunyai laman khusus ASLI INDONESIA, yang didedikasikan khusus untuk produk asli indonesia. Nah, salah satu produk lokal unggulan adalah Salawase Bag ini. (dew)


TOPIK BERITA TERKAIT: #fashion 

Berita Terkait

IKLAN


1. Ditjen PHU akan Kerjasama dengan Ditjen Bimas Islam Adakan Penyuluh Haji    2. Di Anggap Prospektif, Dirjen Nizar Minta Prodi Manajemen Haji dan Umrah Masuk Fakultas Ekonomi Syariah    3. 2019, Di Targetkan Seluruh Pembimbing Manasik Haji Bersertifikat    4. Hasilkan Pembimbing Haji Profesional, Ditjen PHU MoU dengan IAIN Purwokerto    5. Beri Kuliah Umum, Dirjen Nizar Minta Pembimbing Haji Bersertifikasi dan Profesional    6. 1.096 Jemaah Haji Khusus Masuk Pelunasan Tahap II    7. Layanan Armina Bakal Meningkat    8. Dirjen Nizar: Relokasi Anggaran ke APBN Demi Azaz Keadilan    9. Petugas Haji Bertambah, Pelayanan Optimis Meningkat    10. 2019, Pembimbing Haji Bersertifikasi dan Profesional    11. Temui Direktur Proyek E Hajj Arab Saudi, Tim Pelayanan Haji Bahas Kesiapan Layanan Haji    12. Permudah Pendataan, Ditjen PHU Siapkan Gelang QR untuk Jemaah Haji    13. FK-KBIH Teken Pakta Integritas Manasik Haji    14. Saat Ini di Ditjen PHU Sudah Ada Advokasi Haji    15. Tim harus Jaga Integritas, Komitmen dan Soliditas Tugas    16. Kemenag Merilis Daftar Nama Jemaah Haji Berhak Lunas    17. Seleksi Petugas Haji 1439 H/2018 M Dibuka 20 Maret    18. Biaya Haji 2018 Disepakati    19. Pembinaan Haji Inheren Kesehatan    20. Haji Rescue Team terus Berikan Pelayanan Maksimal    21. Asrama Haji Bermetamorfosis Menjadi Hotel Berbintang    22. Sertifikasi Haji, Kemenag Gandeng UIN Suska Riau    23. Rekrutmen Petugas Haji secara Online    24. Kemenag Targetkan Indeks Kepuasan Haji Naik    25. Cek Perkiraan Berangkat Haji Khusus via Online    26. Pedoman Pembatalan Pendaftaran Haji Reguler 2018 Kembali Dibuka    27. Ini Tata Cara Pembatalan Pendaftaran Ibadah Haji    28. Kuota Haji 2018 Sama dengan 2017    29. Diseminasi Advokasi Haji Dimulai di Bogor, Daerah Lain Menyusul    30. Rangkul Muspida, Advokasi Haji akan Lakukan Diseminasi