Nasional

Permudah Pendataan, Ditjen PHU Siapkan Gelang QR untuk Jemaah Haji

Editor: Ali Rahman

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Nizar Ali. Foto: kemenag.go.id

INDOPOS.CO.ID - Demi menyempurnakan segala bentuk penyelenggaraan haji tahun ini. Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Nizar Ali melaporkan bahwa ada perkembangan terbaru tentang proses persiapan operasional ditahun ini.

Dijelaskan Nizar, jika tahun ini ada perbedaan dibanding sebelumnya. "Pada musim haji tahun 1439 H/2018 M ini, jemaah haji Indonesia akan menggunakan gelang yang dilengkapi kode QR (QR Code) yang berisi tentang data jemaah haji," katanya saat melaporkannya kepada Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin di Kantor Kemenag, Jakarta, Senin (19/3).

Ditambahkan Nizar, jika QR Code pada gelang jemaah haji yang berisikan data jemaah ini memudahkan identifikasi jemaah dengan menggunakan aplikasi QR dan barcode scanner.

Senada dengan Nizar, Kasubdit Dokumen dan Perlengkapan Haji Reguler, Nasrullah Jasam menjelaskan bahwa Kode QR pada gelang jemaah dimaksudkan agar mempermudah petugas dalam mengidentifikasi jemaah haji.

Karena menurut Nasrullah jika pada tahun-tahun sebelumnya petugas haji mengidentifikasi jemaah haji yang tersesat dengan menginput nomor porsi, maka tahun ini cukup dengan memindai (scan) Kode QR yang terdapat dalam gelang tersebut.

"Jadi saat menginput nomor porsi jemaah, maka akan muncul data. Hotelnya di mana, kamar berapa, serta kloter berapa. Akan tetapi karena proses penginputan data dilakukan secara manual, seringkali data yang diperoleh tidak sesuai. Nah, Dengan menggunakan Kode QR, kemungkinan tingkat kesalahan data akan lebih kecil," tegas Nasrullah.

Terkait perkembangan gelang ini, Kepada Menag, Dirjen melaporkan kalau saat ini tim teknis gelang sudah melakukan survey. Survey ini sendiri bertujuan untuk menyiapkan spesifikasi teknis gelang dan dasar untuk pembuatan Harga Perkiraan Sendiri (HPS).

"Untuk pengadaannya kita menunggu penetapan Keputusan Presiden (Kepres) terkait Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH)," terang Nizar.

Menambahkan lagi, Nizar menyebut bahwa usai Kepres BPIH ditandatangani Presiden, Ditjen PHU segera menyusun Keputusan Menteri Agama (KMA) terkait pelunasan BPIH 2018.

Adapun waktu pelunasan BPIH Reguler direncanakan akan dibagi menjadi dua tahap. "Tahap pertama akan dibuka tanggal 3 - 20 April 2018 (14 hari kerja). Sedangkan tahap kedua dibuka tanggal 8 - 19 Mei 2018 (9 hari kerja). Jadi Pelunasan tahap kedua dibuka jika masih ada sisa kuota sampai dengan pelunasan tahap pertama ditutup," tutup Nizar. (*)

Berita Lainnya

Banner

Facebook

Twitter