Nasional

Temui Direktur Proyek E Hajj Arab Saudi, Tim Pelayanan Haji Bahas Kesiapan Layanan Haji

Editor: Ali Rahman

Foto : Istimewa

INDOPOS.CO.ID - Peningkatan kualitas pelayanan dan administratif terkait pelaksanaan ibadah haji di wilayah Arab Saudi terus ditingkatkan. Penangan ibadah musiman tersebut beberapa tahun terakhir telah efektif berjalan dengan sistem berbasis komputer dan online yang dipublikasikan dengan nama e-hajj. Jajaran pimpinan delegasi penyiapan akomodasi jemaah haji yang tengah bertugas untuk penyiapan penyelenggaraan haji tahun ini, Senin (26/3) menemui direktur proyek e-hajj di Makkah untuk mengikuti perkembangan peraturan yang diterapkan.

Menurut Kasubdit Transportasi Darat Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Subhan Chalid yang tergabung dalam rombongan itu, inti dari pembicaraan dengan Direktur E-Hajj yang juga merupakan jajaran muhtasyar (penasehat, red) Kementrian Haji dan Umroh Kerajaan Arab Saudi ini ada 3 hal. Yang pertama membahas tentang beban biaya yang harus di tanggung oleh jemaah haji Indonesia.

Pembahasan yang pertama adalah tentang beban biaya yang harus di bayar oleh Jemaah. Pada ta’limatul hajj dua tahun lalu dan kebelakang itu selalu dilampirkan tentang biaya dasar yang harus dibayarkan oleh jemaah secara rinci. Tetapi dua tahun terakhir ini tidak dilampirkan. Rupanya rincian biaya itu sudah masuk kedalam sistem itu (e-hajj, red).

Kemudian dalam sistem itu, kata Subhan sudah keluar biayanya. Dengan harga yang standar tapi untuk biaya dasar saja. Biaya dasar itu, lanjut Subhan merupakan biaya untuk pelayanan di bandara, kemudian angkutan belum termasuk upgrade, angkutan dasar , kemudian layanan di Armina yang besar. Tidak termasuk didalamnya upgrade-upgrade dan layanan catering.

“Tapi intinya kalau orang datang (haji) layanan dasarnya sudah ada, angkutan apapun bentuknya sudah ada, kemudian kemahnya juga sudah ada, di e-hajj seperti itu," terangnya.

Pembahasan yang kedua pada pertemuan itu adalah tentang tahapan-tahapan pembayaran layanan yang digunakan oleh jemaah haji. Tahapan yang kedua ini terkait dengan tahapan-tahapan pembayaran. "Kan ternyata berbeda-beda antara Akomodasi, catering, dan transportasi. Akomodasi itu tahapan pembayarannya ada 2, yang pertama 100 persen atau yang kedua 50, 40 10, pilihannya. Sedangkan catering catering itu 50, 20, 30, kalau transportasi itu tahun kemarin masih 30, 40, 30. Tahun ini belum keluar di sistemnya," lanjut Subhan.

Dan yang ke tiga adalah pembahasan tentang teknis pengaduan apabila ada kejadian-kejadian yang bersifat insidental. Tahapan ini terkait dengan beberapa persoalan yang kerap kali ditemui seperti apabila ada kejadian-kejadian yang sangat insidentil. “Sepertinya Kementerian Haji sudah membentuk tim, tim pengawasan, dan kita dijanjikan dimintakan waktu untuk ketemu dengan tim itu,” ujar Subhan.

Saat di konfirmasi bahwa semua pembayaran itu melalui e-hajj dan merupakan sistem yang baru diterapkan di Arab Saudi. “Nantinya akan dibuatkan sistem, nantinya akan dibuat layanan itu apa saja, kita milih semuanya atau pilih tertentu itu nanti ada pilihannya. kalau pilih ini biayanya sekian, dan kalau menginginkan upgrade ada item tersendiri, besaran biaya akan sesuai dengan apa yang kita minta,” pungkas Subhan.

Hadir dalam pertemuan tersebut Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Sri Ilham Lubis, Kepala Subdirektorat (Kasubdit) Transportasi Haji Direktorat Pelayanan Haji Luar Negeri Ditjend PHU Subhan Cholid, Kasubdit Katering Haji Direktorat Pelayanan Haji Luar Negeri Ditjend PHU Ahmad Abdullah, Kepala Seksi (Kasi) Pelayanan Katering Subdirektorat Katering Haji Direktorat Pelayanan Haji Luar Negeri Ditjend PHU, serta Staf Teknis Haji (STH) 2 KJRI Jeddah Amin Handoyo datang menemui Direktur Proyek E-Hajj Syeh Farid Manda di Makkah. (*/atr)

Berita Lainnya

Banner

Facebook

Twitter