Selasa, 24 April 2018 12:06 WIB
citraland

Fashion

Desainer Lokal Kian Dilirik

Redaktur: Wahyu Sakti Awan

MOMENTUM: Sejumlah model memergakan hasil rancangan desainer lokal di ajang Indonesia Fashion Week 2018. Foto: Dewi Maryani/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Industri fesyen Tanah Air semakin berkembang setiap tahunnya. Seperti Indonesia Fashion Week (IFW 2018) yang digelar di Jakarta pekan lalu.

Banyak desainer yang berpartisipasi untuk menunjukkan busana rancangannya yang bisa jadi inspirasi tren mode saat ini. Di saat yang sama, kota Palembang, Sumatera Selatan pun turut mewadahi para desainer lokal agar lebih berkreasi dengan karyanya masing-masing dan mengangkat kain tradisional lewat Palembang Fashion Week (PFW 2018).

Ajang ini merupakan sebuah wadah bagi para UKM, tenant, dan desainer untuk meningkatkan potensi mereka di bidang fashion. PFW diinisiasi oleh Palembang Icon pada 2014 dan menjadi fashion show terbesar di Sumatera Selatan.

Berawal dari lima desainer yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, kini PFW 2018 sudah diikuti oleh 30 desainer yang sudah dikurasi oleh penyelenggara.

''Berbeda dari tahun sebelumnya yang masih menghadirkan desainer dari Jakarta, tahun ini PFW 2018 hanya dikhususkan bagi desainer asli Palembang,'' ujar Co Ing, Mall Director Palembang Mall dalam siaran persnya, Senin (2/4).

Di tahun yang ke-5 ini, ajang tersebut mengusung tema United of Diversity Asia yang diambil berdasarkan latar belakang pagelaran olahraga Asean Games 2018 yang akan berlangsung di Palembang pada Agustus mendatang.

Selama 12 hari dari tanggal 21 Maret-1 April 2018, PFW 2018 menghadirkan bazaar bagi UKM dan tenant, hingga peragaan busana yang diikuti oleh 30 desainer lokal. Masing-masing desainer merancang koleksi yang bernuansa Asia dengan menggunakan kain khas Palembang, seperti songket, blongsong, dan jumputan.

Pada hari terakhir penyelenggaraannya, Palembang Fashion Week 2018 ditutup dengan peragaan busana dari 10 desainer lokal. Beberapa di antaranya sudah memiliki prestasi di kancah nasional bahkan internasional.

Para desainer tersebut adalah Al-Divo, Intan Songket, F.L Limited, Rajendralabel, Lady in Kafta, Signature X Luminosa, Ilham Bahari, Rumah Songket Adis, Bukti Lentera, dan Touch of Beauty by Siung-Siung.

Co Ing mengaku cukup puas dengan hasil peragaan busana yang dilakukan oleh para desainer. ''Misi tahun ini berjalan dengan sangat baik. Secara desain, teman-teman desainer bisa all out untuk menciptakan United Diversity of Asia. Mereka mampu menghadirkan budaya Asia dengan menggunakan kain khas Palembang. Misi kedua adalah penjualan UKM dan tenant sangat baik, di mana hasil penjualan juga luar biasa,'' ujar Co Ing.

Selain misi tersebut, PFW 2018 juga dapat memenuhi misi tambahan. Di mana pihak pemerintah Dinas Pariwisata Sumatera Selatan akan memasukkan Palembang Fashion Week sebagai agenda tahunan provinsi.

Irene Camelya Sinaga, Kepala Dinas Pariwisata Sumsel mengatakan bahwa pemerintah mengapresiasi penyelenggaraan acara yang begitu besar yang menghasilkan beragam inovasi padu padan yang cerdik dan fashionable dari para desainer yang terlibat.

''Ini adalah salah satu event yang bukan dilakukan pemerintah, yang suistainable, dan selalu meningkat dari segi kurasi dan penyelenggaraan event. Di banding tahun lalu, dari sisi tenant dan desainer yang ikut dan bagaimana model yang dilakukan, sudah mulai meningkat. Kami sudah melakukan kurasi dan ini layak untuk masuk dalam calendar off event. Kita tadi sudah sampaikan seizin Gubernur, ini kita masukkan ke dalam calendar of event Sumsel,'' ujar Irene.

Dengan menjadi agenda tahunan provinsi, Palembang Fashion Week akan mendapatkan dukungan berupa publikasi dari pemerintah. Selain itu, pemerintah juga akan mencoba untuk memasukkan ekosistem dan tata kelola yang baik sehingga para desainer lokal menjadi semakin siap dan terjadi regenerasi di kalangan para desainer.

Dari Palembang Fashion Week 2018, Dinas Pariwisata Sumatera Selatan akan memilih satu dari 30 desainer untuk tampil di Jepang dalam Festival Hiroshima dan Fukuoka yang akan berlangsung pada 2-6 Mei 2018. Kegiatan ini merupakan permintaan dari Kedutaan Besar Indonesia untuk Jepang dalam rangka mempromosikan Asian Games 2018. (dew)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #indonesia-fashion-week #ifw-2018 

Berita Terkait

Gandeng Tokopedia, IFW Gelar IYFDC 2018

Fashion

IKLAN


1. Ditjen PHU akan Kerjasama dengan Ditjen Bimas Islam Adakan Penyuluh Haji    2. Di Anggap Prospektif, Dirjen Nizar Minta Prodi Manajemen Haji dan Umrah Masuk Fakultas Ekonomi Syariah    3. 2019, Di Targetkan Seluruh Pembimbing Manasik Haji Bersertifikat    4. Hasilkan Pembimbing Haji Profesional, Ditjen PHU MoU dengan IAIN Purwokerto    5. Beri Kuliah Umum, Dirjen Nizar Minta Pembimbing Haji Bersertifikasi dan Profesional    6. 1.096 Jemaah Haji Khusus Masuk Pelunasan Tahap II    7. Layanan Armina Bakal Meningkat    8. Dirjen Nizar: Relokasi Anggaran ke APBN Demi Azaz Keadilan    9. Petugas Haji Bertambah, Pelayanan Optimis Meningkat    10. 2019, Pembimbing Haji Bersertifikasi dan Profesional    11. Temui Direktur Proyek E Hajj Arab Saudi, Tim Pelayanan Haji Bahas Kesiapan Layanan Haji    12. Permudah Pendataan, Ditjen PHU Siapkan Gelang QR untuk Jemaah Haji    13. FK-KBIH Teken Pakta Integritas Manasik Haji    14. Saat Ini di Ditjen PHU Sudah Ada Advokasi Haji    15. Tim harus Jaga Integritas, Komitmen dan Soliditas Tugas    16. Kemenag Merilis Daftar Nama Jemaah Haji Berhak Lunas    17. Seleksi Petugas Haji 1439 H/2018 M Dibuka 20 Maret    18. Biaya Haji 2018 Disepakati    19. Pembinaan Haji Inheren Kesehatan    20. Haji Rescue Team terus Berikan Pelayanan Maksimal    21. Asrama Haji Bermetamorfosis Menjadi Hotel Berbintang    22. Sertifikasi Haji, Kemenag Gandeng UIN Suska Riau    23. Rekrutmen Petugas Haji secara Online    24. Kemenag Targetkan Indeks Kepuasan Haji Naik    25. Cek Perkiraan Berangkat Haji Khusus via Online    26. Pedoman Pembatalan Pendaftaran Haji Reguler 2018 Kembali Dibuka    27. Ini Tata Cara Pembatalan Pendaftaran Ibadah Haji    28. Kuota Haji 2018 Sama dengan 2017    29. Diseminasi Advokasi Haji Dimulai di Bogor, Daerah Lain Menyusul    30. Rangkul Muspida, Advokasi Haji akan Lakukan Diseminasi