Senin, 23 April 2018 11:59 WIB
citraland

Jakarta Raya

Setelah Alexis, Anies Bidik Exotic

Redaktur:

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

INDOPOS.CO.ID - Setelah sukses menutup lokasi prostitusi papan atas Alexis, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, kembali membidik tiga tempat hiburan malam di ibu kota. Terbaru adalah Diskotek Exotic di Jalan Mangga Besar Raya, Jakarta Pusat, yang terancam ditindak setelah peristiwa tewasnya seorang pengunjung akibat overdosis narkoba. Dua lokasi lain yang juga masuk radar gubernur adalah satu tempat hiburan malam di kawasan Jakarta Barat, dan sebuah tempat hiburan di Jakarta Selatan.

"Bila ditemukan ada bukti-bukti pelanggaran di tempat itu akan langsung ditindak. Kita pastikan pada semuanya jangan harap melenggang tanpa ada sanksi untuk pelanggaran," ujar Anies, Rabu (4/4).

Anies mengungkapkan, saat ini pihaknya sedang melakukan pemeriksaan. Sesudah pemeriksaan selesai, kemudian begitu lengkap buktinya langsung ada tindakan. “Nanti hasil pemeriksaannya diperiksa. Intinya adalah semua peraturan kita harus ditaati, bila melanggar masuk dalam empat pelanggaran berat maka tindakan sanksi akan dilakukan," katanya.

Mantan Menteri Pendidikan ini mengungkapkan, setiap operasional tempat hiburan dan pariwisata telah diatur dalam Peraturan Gubernur Nomor 18 Tahun 2018. “Apabila ditemukan pelanggaran seperti prostitusi, narkoba, perdagangan orang atau pelanggaran lainnya maka pemprov segera mengambil langkah tegas,” terang Anies.

Terkait dua lokasi hiburan lain di Jakarta Barat dan Jakarta Selatan, Anies mengaku masih intensif memantau. "Saya akan pelajari dulu," ucapnya.

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta Johnypol Latupeirisa, mengancam akan merekomendasikan Diskotek Exotic di Jalan Mangga Besar Raya, Jakarta Pusat, untuk ditutup jika ditemukan bukti tewasnya seorang pria di sana akibat overdosis narkoba.

"Kalau sudah jelas korban meninggal karena mengonsumsi narkoba, saya akan merekomendasi diskotek tersebut ditutup. Kalau perlu besok saya sampaikan rekomendasi tersebut ke Gubernur DKI," kata Johnypol.

Hingga saat ini, ia belum bisa memastikan apakah korban tewas akibat overdosis setelah mengonsumsi Narkoba atau tidak. Lantaran masih melakukan investigasi di berbagai tempat berbeda.

"Para penyidik kami masih di TKP (tempat kejadian perkara). Sebagian ke diskotek yang bersangkutan. Sebagian lagi ke Rumah Sakit Husada tempat korban meninggal," kata Johnypol.

Kewajiban untuk menjaga tempat klub malam agar bersih dari peredaran narkoba merupakan tanggung jawab pengelola tempat.

Johnypol mengingatkan pengelola tidak bisa cuci tangan dan berkilah bahwa pengunjung mengonsumsi narkoba sebelum datang ke diskotek.

"Mereka harus tahu setiap tamu yang mengonsumsi narkoba saat masuk diskotek. Perilaku pengonsumsi narkoba dan penampakan fisiknya itu mudah diduga. Kalau karyawan ragu bisa lapor. Jangan dibiarkan dong," kata Johnypol.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Tinia Budiarti, mengatakan, saat ini masih mencari informasi terkait kematian Sudirman di dalam Diskotek Exotic yang diduga lantaran overdosis narkoba.

"Sampai sekarang kami belum menerima pernyataan resmi. Ini datangnya baru diduga. Ini sudah kami turunkan tim ke rumah sakit," kata Tinia.

Apabila menemukan bukti kematian lantaran overdosis narkoba, Tinia mengatakan, akan melakukan tindakan tegas.

"Sesuai dengan Pergub Nomor 18 Tahun 2018. Ini harus dipatuhi dan dijalankan," tandasnya.

Seperti diketahui, seorang pengunjung pria bernama Sudirman, tewas setelah diduga overdosis di lantai disko Diskotek Exotic,  Ruko Mangga Besar Permai No 5-8, Jalan Mangga Besar Raya, Mangga Dua Selatan, Sawah Besar, Jakarta Pusat. Pria berusia 47 tahun itu tewas dalam perawatan medis di Rumah Sakit Husada, pada Minggu, 1 April 2018. (nas/ibl)


TOPIK BERITA TERKAIT: #anies-baswedan #pemprov-dki #prostitusi 

Berita Terkait

Warga Depok Dukung Anies Maju 2019

Politik

Setelah Maroko, Anies ke Turki

Jakarta Raya

Garap Infrastruktur Berskema KPBU

Jakarta Raya

Pemprov DKI Belajar Smart City ke Maroko

Jakarta Raya

IKLAN


1. Ditjen PHU akan Kerjasama dengan Ditjen Bimas Islam Adakan Penyuluh Haji    2. Di Anggap Prospektif, Dirjen Nizar Minta Prodi Manajemen Haji dan Umrah Masuk Fakultas Ekonomi Syariah    3. 2019, Di Targetkan Seluruh Pembimbing Manasik Haji Bersertifikat    4. Hasilkan Pembimbing Haji Profesional, Ditjen PHU MoU dengan IAIN Purwokerto    5. Beri Kuliah Umum, Dirjen Nizar Minta Pembimbing Haji Bersertifikasi dan Profesional    6. 1.096 Jemaah Haji Khusus Masuk Pelunasan Tahap II    7. Layanan Armina Bakal Meningkat    8. Dirjen Nizar: Relokasi Anggaran ke APBN Demi Azaz Keadilan    9. Petugas Haji Bertambah, Pelayanan Optimis Meningkat    10. 2019, Pembimbing Haji Bersertifikasi dan Profesional    11. Temui Direktur Proyek E Hajj Arab Saudi, Tim Pelayanan Haji Bahas Kesiapan Layanan Haji    12. Permudah Pendataan, Ditjen PHU Siapkan Gelang QR untuk Jemaah Haji    13. FK-KBIH Teken Pakta Integritas Manasik Haji    14. Saat Ini di Ditjen PHU Sudah Ada Advokasi Haji    15. Tim harus Jaga Integritas, Komitmen dan Soliditas Tugas    16. Kemenag Merilis Daftar Nama Jemaah Haji Berhak Lunas    17. Seleksi Petugas Haji 1439 H/2018 M Dibuka 20 Maret    18. Biaya Haji 2018 Disepakati    19. Pembinaan Haji Inheren Kesehatan    20. Haji Rescue Team terus Berikan Pelayanan Maksimal    21. Asrama Haji Bermetamorfosis Menjadi Hotel Berbintang    22. Sertifikasi Haji, Kemenag Gandeng UIN Suska Riau    23. Rekrutmen Petugas Haji secara Online    24. Kemenag Targetkan Indeks Kepuasan Haji Naik    25. Cek Perkiraan Berangkat Haji Khusus via Online    26. Pedoman Pembatalan Pendaftaran Haji Reguler 2018 Kembali Dibuka    27. Ini Tata Cara Pembatalan Pendaftaran Ibadah Haji    28. Kuota Haji 2018 Sama dengan 2017    29. Diseminasi Advokasi Haji Dimulai di Bogor, Daerah Lain Menyusul    30. Rangkul Muspida, Advokasi Haji akan Lakukan Diseminasi