Selasa, 22 Mei 2018 05:38 WIB
citraland

Jakarta Raya

Tim Gabungan Polisi Cari Pelaku Pembunuhan Sadis Pensiunan TNI AL

Redaktur: Redjo Prahananda

INDOPOS.CO.ID – Aparat gabungan Polres Jakarta Selatan, Polsek Cilandak dan Polda Metro Jaya masih terus mencari jejak pelaku pembunuhan sadis di Jalan Kayu Manis Nomor 18 RT 07 / RW 06 Pondok  Labu Cilandak Jakarta Selatan. Pencarian jejak dan sidik jari dilakukan polisi di di dalam dan di sekeliling rumah korban.

Korban Hunaedi, 83, purnawirawan TNI AL dengan pangkat terakhir Pembantu Letnan Satu (Peltu) menderita tiga luka tusukan senjata tajam, yakni dua luka tusuk di bawah dada kiri, dan satu luka tusuk pada lengan kiri. 

Polisi juga menemukan luka lebam pada kepala akibat benturan degan benda keras. Rumah korban sendiri masih termasuk di lingkungan komplek TNI AL. Korban sendiri kelahiran Cianjur Jawa Barat, 2 Juni 1935.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Artgo Yuwono mengatakan dalam mencari jejak pelaku, termasuk sidik jari pelaku, selain mengerahkan tim identifikasi handal, pihaknya juga menerjunkan beberapa ekor anjing pelacak dari kesatuan K9 untuk mengendus jejak pelaku, termasuk mencari barang bukti yang kemungkinan ditinggalkan pelaku. ”Semuanya masih dalam penyelidikan. Tunggu saja,” ujar Argo saat dihubungi, Kamis (5/4).

Menurutnya, pihaknya belum dapat memintakan banyak keterangan kepada isteri korban lantaran kondisi psikologinya yang masih shock. Isteri korban diduga kuat menjadi saksi mata pembunuhan itu, termasuk melihat pelakunya. ”Yang bersangkutan belum dapat banyak ditanyai,” tukasnya.

Kapolsek Cilandak Kompol Prayitno mengatakan dari hasil penyelidikan sementara kejadian itu sebuah penganiayaan dan pembunuhan tanpa disertai perampokan. Alasannya tidak ada barang berharga yang hilang dari dalam rumah itu.

”Dari hasil olah TKP kasus ini bukan perampokan, tapi penganiayaan. Karena tidak ada barang yang hilang. Korban sendiri nampaknya diseret-seret di dalam rumah sambil dianiaya, sebab kami melihat darah dimana-mana berceceran. Korban juga sepertinya dijedotin sebab ada luka lebam pada kepalanya, lalu ditusuk,” terang Prayitno di lokasi kejadian.

Hal senada disampaikan Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan AKBP Stefanus Tamuntuan yang mengatakan kalau korban saat ditemukan dalam posisi telungkup di alas kasur yang tergeletak di lantai ruangan dalam kondisi masih mengenakan peci motif kembang warna hijau coklat, kaos kerah warna putih, celana pendek hitam dipadu kain sarung motif coklat merah marun. ”Ada tiga luka robek akibat tusukan benda tajam, yakni dua luka di bawah dada kiri, dan satu luka tusuk di lengan kiri,” lontar Stefanus.

Menurut Stefanus, dari hasil pemeriksaan sementara saksi-saksi, termasuk isteri korban saat kejadian korban Hunaedi sedang mengaji usai sholat maghrib di kamar tengah, sedangkan istri korban mengaji di kamar tidur.

”Tiba-tiba seorang tak dikenal yang diduga pelaku mengetuk pintu depan rumah korban. Namun begitu Hunaedi membukakan pintu, tak lama kemudian istri korban mendengar suara teriakan suaminya. Ketika isterinya keluar dari kamar, dilihatnya korban sudah tergeletak di lantai dan sudah berdarah-darah. Selanjutnya istri korban langsung  lari keluar rumah sambil berteriak minta tolong. Saat ini semuanya masih kami selidiki,” pungkasnya. (ind)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pensiunan-al-dirampok #pondok-labu 

Berita Terkait

IKLAN