Kamis, 24 Mei 2018 10:54 WIB
citraland

Fokus

Sukmawati Minta Maaf ke MUI, Ketua Presidium PA 212: Tidak Ada Pengaruhnya

Redaktur: Ali Rahman

Ketua Presidium Persaudaraan Alumni (PA) 212, Syafii Maarif (kanan) menyampaikan keterangan pers di kantor Bareskrim Polri, Jalan Merdeka Timur, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (6/4). Foto: Yudha Krastawan/Indopos.

INDOPOS.CO.ID - Permintaan maaf yang disampaikan oleh Sukmawati Soekarnoputri kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) dinilai tidak mempengaruhi proses hukum terkait dugaan penistaan agama yang sudah dilaporkan oleh sejumlah pihak ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri. 

"Tidak ada pengaruhnya beliau minta maaf kepada MUI terhadap proses hukum yang ada di negara kita. Untuk itu kita dukung kepolisian untuk memproses kasus hukum Sukmawati. Panggil, sidik, kemudian dipenjarakan dan diproses secara hukum," tegas Ketua Presidium Persaudaraan Alumni (PA) 212, Syafii Maarif di kantor Bareskrim Polri, Jalan Merdeka Timur, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (6/4). 

Hal ini disampaikan Syafii usai mewakili para peserta Aksi Bela Islam 64 bertemu dengan perwakilan Bareskrim Polri. Dalam kesempatan itu, ia mengaku bersama sembilan orang perwakilan lainnya telah menyampaikan aspirasi terkait unjuk rasa yang digelar di depan kantor Bareskrim. Kepada perwakilan aksi bela islam tersebut, ia juga menyatakan, Bareskrim telah berjanji untuk memproses kasus penistaan agama yang melibatkan anak dari Proklamator Kemerdekaan RI, Soekarno. 

"Mereka akan memproses kasus ini, karena yang menerima tadi akan menyampaikan apsirasi yang kami sampaikan dan beliau berjanji akan kepada atasannya untuk waktu yang tidak lama-lama secepatnya segera dipanggil Ibu Sukmawati," ungkap Syafii. 

Menurut ahli hukum pidana yang juga perwakilan Aksi Bela Islam 64, Khair Ramadhan, walaupun kasus ini merupakan delik aduan namun tidak dapat dihentikan hanya dengan alasan meminta maaf. Secara formil, jelasnya, terhadap proses hukum kasus ini tidak dibutuhkan akibat dan korban.

"Korbannya adalah agama," tegasnya usai mendampingi 10 perwakilan Aski Bela Islam 64 bertemu dengan perwakilan Bareskrim. 

Dalam kesempatan ini, ia juga menambahkan, bahwa pihaknya tidak akan mengindahkan seruan MUI untuk memaafkan kesalahan Sukmawati. "Saya menyatakan tidak mengindahkan seruan MUI karena itu tidak memikiki kekuatan hukum," tegas dia.

Untuk itu, ia menyatakan akan terus mendesak dan memantau agar proses hukum terhadap kasus ini tetap dilakukan oleh Polri.

"Secara pribadi kami maafkan, tetapi secara hukum proses hukum tetap harus jalan, tidak boleh berhenti. Ini negara hukum harus ditegakkan keadilan," jelas dia.

Seperti diberitakan, Aksi Bela Islam 64 yang digelar hari ini bertujuan untuk menuntut Sukmawati Soekarnoputri segera diproses secara hukum. Pasalnya, putri Proklamator Kemerdekaan RI itu ditengarai melakukan penodaan agama melalui pembacaan puisi berjudul 'Ibu Indonesia'. Puisi itu dinilai mengandung unsur penistaan agama dan ujaran kebencian lantaran membandingkan suara azan dengan kidung dan cadar dengan konde sari. Hal ini sontak mendapatkan protes dari sejumlah kalangan, termasuk gerakan massa aksi yang tergabung dalam Alumni 212. (ydh)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #aksi-64 #sukmawati-soekarno-puteri 

Berita Terkait

Puisi Sukmawati Timbulkan Keresahan Umat Islam

Nasional

Puisi Sukmawati Timbulkan Keresahan Umat Islam

Nasional

Sikapi Kasus Sukmawati, Ulama Banten Datangi Mapolda

Banten Raya

Sikapi Kasus Sukmawati, Ulama Banten Datangi Mapolda

Banten Raya

Ini Dia Video Seruan Aksi Bela Islam

Nasional

Ini Dia Video Seruan Aksi Bela Islam

Nasional

IKLAN