Selasa, 22 Mei 2018 05:39 WIB
citraland

Jakarta Raya

Ciri-ciri Sudah Dipegang, Polisi Kejar Pelaku Pembunuhan Purnawirawan TNI AL

Redaktur: Ali Rahman

Rumah korban di Pondok Labu

INDOPOS.CO.ID - Tim Reserse gabungan Polda Metro Jaya, Polres Jakarta Selatan, dan Polsek Cilandak bahu membahu mengungkap kasus pembunuhan yang menimpa Peltu (Purn) TNI AL Hunaidi pada Kamis (5/6) malam sekira pukul 18.30 WIB.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan pihaknya sudah mengantungi ciri-ciri pelaku yang diperoleh dari keterangan isteri korban yang bernama Sopiah, 80.  Sebab saat kejadian Sopiah sempat memergoki pelaku yang sedang menganiaya suaminya hingga tewas. Namun Sopiah tak sempat melihat wajah pelaku lantaran saat kejadian ia menyelinap keluar rumah dari belakang punggung pelaku yang sedang menusuk suaminya itu.

Argo menambahkan, pihaknya saat ini sedang mencari senjata tajam yang digunakan untuk membunuh korban.  Menurutnya, pelaku membawa sendiri senjata tajamnya, alasannya tak ada satu pun pisau di rumah korban yang hilang. ”Yang pasti tak ada pisau di rumah korban yang hilang,” ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Jumat (6/4).

Senada dengan Argo, Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol Indra Jafar menjelaskan sejauh ini pihaknya sudah meminta keterangan terhadap tiga orang saksi, yang salah satunya isteri korban yang sempat melihat pelaku. Dari keterangan tiga saksi ini pihaknya sudah mengindentifikasi pelakunya.  

Ia menambahkan dari hasil olah TKP sejauh ini diketahui belum ada barang berharga yang hilang dari dalam rumah korban. Sehingga kasus tersebut belum dapat digolongkan sebagai kasus perampokan, namun sebuah pembunuhan.  Selain itu polisi masih terus mencari barang bukti serta sidik jari maupun jejak pelaku yang tertinggal.

Diungkap Indra, pihaknya menemukan tanda jejak telapak kaki bernoda yang ditenggarai jejak pelaku. Menurutnya, jejak kaki beserta ceceran darah ditemukan sekitar 700 meter dari lokasi kejadian. ”Jejak kaki satu orang,” ujar Indra.

Dari penemuan jejak kaki itu, polisi menduga kalau pelaku kabur setelah membunuh korbannnya dengan berjalan kaki dari rumah korban. Artinya, pelaku tahu seluk beluk komplek TNI AL dimana rumah korban berada didalamnya, sehingga pelaku dengan mudahnya menyelinap masuk lalu kabur dengan berjalan kaki. ”Jadi dari analisa kami, ketika pelakunya datang lalu pergi dia berjalan kaki datang dan pergi dari rumah korban. Artinya pelaku ini orang ini sudah biasa melewati daerah di sini,” lontar Indra.

Alasan Indra diperkuat lagi dengan fakta saat kejadian situasi yang agak sepi dan gelap karena lampu penerangan yang agak minim. ”Jadi ketika kejadian sudah agak sepi dan gelap sehingga yang bersangkutan leluasa masuk wilayah sini. Saat ini rute masuk dan keluarnya pelaku masih kami dalami terus. Doakan saja supaya segera tertangkap pelakunya,” pungkas Indra. (ind)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pensiunan-al-dirampok 

Berita Terkait

IKLAN