Jumat, 27 April 2018 03:30 WIB
citraland

Ekonomi

Kemendag Yakin Bisa Jaga Kemenangan Biodiesel di Pasar Eropa

Redaktur: Ali Rahman

Foto : Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Upaya yang dilakukan Kementerian Perdagangan memperjuangkan biodiesel Indonesia di pasar Uni Eropa dinilai positif. Lewat keberhasilan tersebut, pintu bagi biodiesel Indonesia kembali terbuka lebar ke pasar Eropa.“Prospeknya terlihat, kita bisa memulai ekspor kembali ke Eropa,” ujar Sekretaris Jenderal  Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Togar Sitanggang di Jakarta, Jumat (6/8).

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita sendiri memastikan, kemenangan Indonesia di Mahkamah Uni Eropa bukan berarti upaya untuk menjaga pasar sawit dan produk turunannya selesai. Indonesia masih tetap bersiap atas langkah-langkah yang mungkin diambil Uni Eropa untuk mencegah kembali masuknya sawit ke pasar Eropa.

“Kita mensyukuri kemenangan ini yang penuh perjuangan yang dilakukan bersama dengan para pelaku usaha. Namun, ini tidak berarti selesai,  karena kita sudah harus siap atas langkah-langkah yang yang kemungkinan mereka akan amabil. Untuk itu, kita ke depan akan lebih pro aktif dan tidak defensif,” ujarnya.

Tindakan lanjutan itu memang bukan tidak mungkin akan datang. Saat ini pun, tekanan terkait sawit dan produk turunannya masih dirasakan. Salah satunya adalah diperkarakannya salah seorang staff ITPC di Lyon, Prancis, karena memasang banner yang menjelaskan nilai unggul Crude Palm Oil (CPO) di sisi kesehatan.

Di samping terus siaga, Enggar memastikan pihaknya tengah bekerja untuk membuka pasar baru bagi produk sawit Indonesia. Kawasan yang dibidik untuk perluasan pasar sawit adalah Afrika, Timur Tengah, Asia Tengah dan Asia Selatan.

Sebelumnya diberitakan Indonesia berhasil memenangkan gugatan tingkat banding di Mahkamah Uni Eropa terkait tuduhan pengenaan Bea Masuk Anti Dumping (BMAD) untuk produk biodiesel. Lewat keputusan ini, Uni Eropa menghapus pengenaan BMAD sebesar 8,8-23,3 persen atas produk biodiesel dari Indonesia.

“Dengan demikian, pengenaan BMAD yang dilakukan UE dihapuskan sehingga para pelaku usaha bisa kembali mengekspor biodiesel tanpa ada tambahan BMAD,” ujar Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan.

Kemenangan tersebut, kata Oke, merupakan kemenangan ganda Indonesia atas UE. Sebelumnya, Pemerintah berhasil memenangkan sengketa di DSB WTO. Hasil putusan Mahkamah UE dan putusan DSB WTO memberikan sinyal positif bagi negara-negara mitra dagang Indonesia terhadap perdagangan yang adil (fair trade) sektor sawit.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor biodiesel Indonesia ke Uni Eropa sempat mencapai US$1,4 miliar pada 2011 sebelum dikenakan BMAD pada 2013. Pada periode 2013-2016 ekspor biodiesel Indonesia ke Uni Eropa turun sebesar 42,84%, dari US$649 juta pada 2013 menjadi US$150 juta pada 2016. Nilai ekspor biodiesel Indonesia ke UE paling rendah terjadi pada tahun 2015 sebesar US$68 juta.

Senada dengan Mendag, Togar menuturkan, kemenangan tersebut sejatinya tidak boleh membuat pemerintah terlena. Menurutnya, masih ada kekhawatiran lain, misalnya saja dilontarkannya tuduhan berbeda yang digunakan oleh Uni Eropa untuk menghambat masuknya biodiesel Indonesia ke pasar Eropa.

Kata Togar, ada potensi Uni Eropa akan meniru langkah yang diambil Amerika Serikat untuk menghalangi masuknya biodiesel Indonesia. Amerika sendiri menggunakan tuduhan subsidi untuk mengenakan BMAD atas produk biodiesel Indonesia sejak 2017 lalu.

Dengan tuduhan subsidi tersebut, harga biodiesel Indonesia dianggap lebih murah untuk pasar ekspor dibandingkan harga untuk dalam negeri.  “Kita khawatir juga Eropa akan menuduhkan hal yang sama seperti yang dituduhkan Amerika mengenai subsidi. Karena kan pada dasarnya barangnya sama. Makanya kita lihat seberapa banyak kita bisa memasukkan ke Eropa sebelum tuduhan itu datang,” kata Togar.

Uni Eropa dan Amerika Serikat sendiri memang memproduksi biodiesel, baik dari kedelai, kanola maupun minyak nabati lainnya. 

Karenanya, demi menjaga agar tuduhan tak dialamatkan kepada produk biodiesel Indonesia, perlu adanya perubahan regulasi mengenai pemberlakuan CPO supporting fund. Dengan demikian, pasar bagi biodiesel Indonesia akan tetap terjada.

“Biodiesel itu perlu dukungan pemerintah. Amerika memberikan subsidi, begitu juga Eropa. Negara dunia ketiga kan tidak memberikan subsidi untuk biodiesel,” ujarnya. (jaa)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #biodisel #kemendag-ri 

Berita Terkait

IKLAN


1. Ditjen PHU akan Kerjasama dengan Ditjen Bimas Islam Adakan Penyuluh Haji    2. Di Anggap Prospektif, Dirjen Nizar Minta Prodi Manajemen Haji dan Umrah Masuk Fakultas Ekonomi Syariah    3. 2019, Di Targetkan Seluruh Pembimbing Manasik Haji Bersertifikat    4. Hasilkan Pembimbing Haji Profesional, Ditjen PHU MoU dengan IAIN Purwokerto    5. Beri Kuliah Umum, Dirjen Nizar Minta Pembimbing Haji Bersertifikasi dan Profesional    6. 1.096 Jemaah Haji Khusus Masuk Pelunasan Tahap II    7. Layanan Armina Bakal Meningkat    8. Dirjen Nizar: Relokasi Anggaran ke APBN Demi Azaz Keadilan    9. Petugas Haji Bertambah, Pelayanan Optimis Meningkat    10. 2019, Pembimbing Haji Bersertifikasi dan Profesional    11. Temui Direktur Proyek E Hajj Arab Saudi, Tim Pelayanan Haji Bahas Kesiapan Layanan Haji    12. Permudah Pendataan, Ditjen PHU Siapkan Gelang QR untuk Jemaah Haji    13. FK-KBIH Teken Pakta Integritas Manasik Haji    14. Saat Ini di Ditjen PHU Sudah Ada Advokasi Haji    15. Tim harus Jaga Integritas, Komitmen dan Soliditas Tugas    16. Kemenag Merilis Daftar Nama Jemaah Haji Berhak Lunas    17. Seleksi Petugas Haji 1439 H/2018 M Dibuka 20 Maret    18. Biaya Haji 2018 Disepakati    19. Pembinaan Haji Inheren Kesehatan    20. Haji Rescue Team terus Berikan Pelayanan Maksimal    21. Asrama Haji Bermetamorfosis Menjadi Hotel Berbintang    22. Sertifikasi Haji, Kemenag Gandeng UIN Suska Riau    23. Rekrutmen Petugas Haji secara Online    24. Kemenag Targetkan Indeks Kepuasan Haji Naik    25. Cek Perkiraan Berangkat Haji Khusus via Online    26. Pedoman Pembatalan Pendaftaran Haji Reguler 2018 Kembali Dibuka    27. Ini Tata Cara Pembatalan Pendaftaran Ibadah Haji    28. Kuota Haji 2018 Sama dengan 2017    29. Diseminasi Advokasi Haji Dimulai di Bogor, Daerah Lain Menyusul    30. Rangkul Muspida, Advokasi Haji akan Lakukan Diseminasi