Rabu, 25 April 2018 11:37 WIB
citraland

Kesehatan

Agar Otak Berkembang Maksimal

Redaktur:

PAPARAN ILMIAH-Diskusi panel "Manusia 4.0 Digital Millennial Brains" di Hotel Diradja, Jakarta Selatan, Sabtu (7/4) lalu. Foto: Dewi Maryani/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Kemajuan teknologi yang sangat pesat, khususnya dibidang teknologi informasi, seperti internet of things, smart city, big data, dan artificial intelligence (AI) memberikan dampak terhadap perubahan lingkungan. Dampaknya bersifat vilatility, uncertainity, complexity, dan ambiguity (VUCA).

Co-Founder dan CEO PT Neuronesia Neurosains Indonesia Bambang Iman Santoso mengatakan, tidak hanya mengubah gaya hidup manusia dari generasi ke generasi, kemajuan teknologi ikut berimbas terhadap banyak hal. Diantaranya, cara pandang, cara berpikir, dan akselerasi neuron otak dalam merespon setiap perubahan dan kemajuan teknologi informasi tersebut.

''Melalui ilmu neurosains dan disiplin ilmu lainnya, diharapkan dapat membantu menjelaskan proses perubahan yang terjadi secara ilmiah. Sekaligus menyampaikannya kepada masyarakat awam dengan bahasa yang membumi,'' ujar Bambang di sela acara seminar dan diskusi panel "Manusia 4.0 Digital Millennial Brains" di Hotel Diradja, Jakarta Selatan, Sabtu (7/4) lalu.

Bambang mengatakan, selain mengingatkan kembali berdirinya Komunitas Neuronesia, seminar ini juga ingin membahas dampak kemajuan teknologi dan perubahan lingkungan yang VUCA terhadap otak, pikiran, dan perilaku. ''Komunitas Neuronesia ingin membahas respon otak, pikiran, dan perilaku terhadap perubahan kemajuan teknologi di masing-masing generasi. Sekaligus meningkatkan kesadaran pentingnya ilmu neurosains terutama dalam era zaman now yang bersifat disruptif,'' kata Bambang

Board of Honor Neuronesia Community, Dr dr Tauhid Nur Azhar SKed MKes menjelaskan, keputusan, tindakan, emosi, dan respon lainnya yang dimunculkan oleh tubuh berasal dari otak. Sebagai pusat sistem saraf, otak mengatur dan mengoordinir sebagian besar gerak, perilaku, dan fungsi tubuh makhluk hidup, seperti jantung dan fungsi tubuh lainnya.

Akan tetapi, berbeda dengan fungsi tubuh lainnya, pada manusia, otak dapat melakukan proses berpikir yang akan menentukan tindakan seseorang secara nyata terhadap suatu hal sebagai respon dari pikiran yang ditentukan oleh otak. "Untuk itu, ilmu terkait otak menjadi penting. Pasalnya, belajar mengenai otak lebih dalam dapat membantu seseorang untuk bertahan hidup, hingga mengetahui bagaimana cara berkomunikasi dengan orang lain,'' tandasnya.

Tak ada kata terlambat untuk belajar. Motto Komunitas Neuronesia ini sejalan dengan fungsi otak yang akan terus belajar untuk mengembangkan otak manusia dan bagaimana cara ia berperilaku.

Selain untuk berkomunikasi dengan orang lain, ilmu tersebut juga dapat bermanfaat untuk memahami otak sendiri. Untuk mengenal diri sendiri, dapat dilakukan dengan cara berbicara dengan diri sendiri tentang apa yang telah dilakukan. 

Cara ini dapat mengaktifkan kesadaran diri saat menggunakan emosi. Sehingga secara sadar untuk mengendalikan diri, seseorang dapat mengaktifkan sistem limbik otak tersebut yang berfungsi untuk mengatur emosi. Sementara itu, untuk mengenal bagian otak yang digunakan orang lain, dapat dilihat dari bahasa verbal dan bahasa tubuh. 

Di mana, saat emosi, seseorang berarti tengah mengaktifkan amigdalanya, sehingga orang lain tidak bisa masuk. Setelah berpikir, barulah seseorang bisa masuk untuk berkomunikasi.

Ini adalah sebuah mekanisme bertahan yang diaktifkan oleh otak. Adapun mekanisme tersebut terbagi menjadi dua, yakni fight atau flight, hadapi atau pergi. ''Manusia di bumi ini punya mekanisme pertahanan atau defensif. Kalau emosi, fungsinya menjadi adaptasi dan defensif,'' katanya. (dew)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kesehatan 

Berita Terkait

IKLAN


1. Ditjen PHU akan Kerjasama dengan Ditjen Bimas Islam Adakan Penyuluh Haji    2. Di Anggap Prospektif, Dirjen Nizar Minta Prodi Manajemen Haji dan Umrah Masuk Fakultas Ekonomi Syariah    3. 2019, Di Targetkan Seluruh Pembimbing Manasik Haji Bersertifikat    4. Hasilkan Pembimbing Haji Profesional, Ditjen PHU MoU dengan IAIN Purwokerto    5. Beri Kuliah Umum, Dirjen Nizar Minta Pembimbing Haji Bersertifikasi dan Profesional    6. 1.096 Jemaah Haji Khusus Masuk Pelunasan Tahap II    7. Layanan Armina Bakal Meningkat    8. Dirjen Nizar: Relokasi Anggaran ke APBN Demi Azaz Keadilan    9. Petugas Haji Bertambah, Pelayanan Optimis Meningkat    10. 2019, Pembimbing Haji Bersertifikasi dan Profesional    11. Temui Direktur Proyek E Hajj Arab Saudi, Tim Pelayanan Haji Bahas Kesiapan Layanan Haji    12. Permudah Pendataan, Ditjen PHU Siapkan Gelang QR untuk Jemaah Haji    13. FK-KBIH Teken Pakta Integritas Manasik Haji    14. Saat Ini di Ditjen PHU Sudah Ada Advokasi Haji    15. Tim harus Jaga Integritas, Komitmen dan Soliditas Tugas    16. Kemenag Merilis Daftar Nama Jemaah Haji Berhak Lunas    17. Seleksi Petugas Haji 1439 H/2018 M Dibuka 20 Maret    18. Biaya Haji 2018 Disepakati    19. Pembinaan Haji Inheren Kesehatan    20. Haji Rescue Team terus Berikan Pelayanan Maksimal    21. Asrama Haji Bermetamorfosis Menjadi Hotel Berbintang    22. Sertifikasi Haji, Kemenag Gandeng UIN Suska Riau    23. Rekrutmen Petugas Haji secara Online    24. Kemenag Targetkan Indeks Kepuasan Haji Naik    25. Cek Perkiraan Berangkat Haji Khusus via Online    26. Pedoman Pembatalan Pendaftaran Haji Reguler 2018 Kembali Dibuka    27. Ini Tata Cara Pembatalan Pendaftaran Ibadah Haji    28. Kuota Haji 2018 Sama dengan 2017    29. Diseminasi Advokasi Haji Dimulai di Bogor, Daerah Lain Menyusul    30. Rangkul Muspida, Advokasi Haji akan Lakukan Diseminasi