Jumat, 20 April 2018 04:24 WIB
citraland

Indobisnis

IPC Lakukan Pencanangan Pembangunan Terminal Kijing Pontianak

Redaktur: Ali Rahman

Direktur Utama IPC Elvyn G. Masassya, Plt Bupati Mempawah, Gusti Ramlana, Kepala KSOP Pontianak, Bintang Novi, Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemprov Kalimantan Barat Alexander Rombonang, Komisaris Utama IPC Timpak H. Panggabean dan Pangeran Mude Abidin Muhammad. Saat melakukan pencanangan pembangunan Terminal Kijing Pontianak yang berada di Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.

INDOPOS.CO.ID - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II / IPC, melakukan pencanangan pembangunan Terminal Kijing Pontianak. Perusahaan BUMN tersebut telah menyiapkan anggaran Rp 5,6 triliun untuk membangun terminal seluas 200 hektar yang berlokasi di Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Rabu (11/4).

"Pembangunan Terminal Kijing Pontianak, yang merupakan salah satu proyek strategis nasional, akan kami lakukan secara bertahap. Pada 2019 kami menargetkan sudah bisa beroperasi dan melayani 500 ribu TEUs. Adapun target pengerjaan seluruhnya kami targetkan rampung pada tahun 2021," ujar Direktur Utama IPC, Elvyn G Masassya, saat melakukan Pencanangan Terminal Kijing, di Mempawah, Rabu (11/4).

Untuk tahun ini, perusahaan menyiapkan capex Rp Rp 11,6 triliun. Alokasi anggaran itu, menurut Elvyn tidak hanya untuk Terminal Kijing. Namun juga pembangunan lainnya yang dilakukan IPC. Seperti Cikarang Bekasi Laut (CBL) dan sebagainya.

"Untuk Terminal Kijing, pada pembangunan tahap pertama, IPC akan membangun empat terminal. Yakni terminal multiguna, terminal curah cair, terminal peti kemas, dan terminal curah kering," jelas Elvyn.

Kapasitas terminal peti kemas diproyeksi mencapai 1 juta TEUs. Sedangkan untuk curah cair dan curah kering masing-masing 8,3 juta ton dan 15 juta ton, serta untuk kapasitas terminal multiguna.

"Pada tahap pertama diproyeksikan mencapai 500 ribu ton per tahun. Pada pengembangan tahap pertama, IPC akan membangun lapangan penumpukan, gudang, tank farm, silo, jalan, lapangan parkir, kantor pelabuhan, kantor instansi, jembatan timbang, serta fasilitas penunjang lainnya," jelas Elvyn.

Luas dermaga yang dibangun pada tahap awal ini yaitu 15 hektar untuk dermaga curah kering, 7 hektar untuk dermaga multiguna, 9,4 hektar untuk dermaga petikemas, dan 16,5 hektar untuk dermaga curah cair.

"Nantinya, pengembangan Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak juga akan terintegrasi dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), sehingga dapat menjadi pusat industry pengolahan bahan baku baik untuk kebbutuhan domestik maupun ekspor," beber Elvyn.

Ia menambahkan, pembangunan Terminal Kijing yang bertujuan untuk membangun konektivitas infrastruktur pelabuhan nasional. Yang akan berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi daerah pada khususnya serta pertumbuhan ekonomi nasional pada umumnya. "Keberadaan terminal ini akan memperkuat konektivitas antarpulau, sekaligus mendekatkan cita-cita Indonesia menjadi poros maritim dunia," jelas Elvyn.

Ia menambahkan, pembangunan terminal Kijing merupakan pengembangan dari Pelabuhan Pontianak. Hal itu sebagai solusi atas keterbatasan lahan serta tingginya tingkat sedimentasi sungai yang menyebabkan kapal besar sulit bersandar. Dengan adanya Terminal Kijing yang mempunyai draft -15 mLws kapal-kapal besar dapat bersandar dan melakukan kegiatan bongkar muat untuk memaksimalkan potensi sumber daya alam Kalimantan khususnya Kalimantan Barat.

"Terminal ini nantinya akan dikembangkan dengan konsep digital port yang dilengkapi dengan peralatan bongkar muat modern sehingga sejalan dengan visi IPC untuk menjadi Pengelola Pelabuhan Kelas Dunia yang Unggul Dalam Operasional dan Pelayanan," pungkasnya. (dai)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #ipc #pelindo-ii 

Berita Terkait

IKLAN


1. Ditjen PHU akan Kerjasama dengan Ditjen Bimas Islam Adakan Penyuluh Haji    2. Di Anggap Prospektif, Dirjen Nizar Minta Prodi Manajemen Haji dan Umrah Masuk Fakultas Ekonomi Syariah    3. 2019, Di Targetkan Seluruh Pembimbing Manasik Haji Bersertifikat    4. Hasilkan Pembimbing Haji Profesional, Ditjen PHU MoU dengan IAIN Purwokerto    5. Beri Kuliah Umum, Dirjen Nizar Minta Pembimbing Haji Bersertifikasi dan Profesional    6. 1.096 Jemaah Haji Khusus Masuk Pelunasan Tahap II    7. Layanan Armina Bakal Meningkat    8. Dirjen Nizar: Relokasi Anggaran ke APBN Demi Azaz Keadilan    9. Petugas Haji Bertambah, Pelayanan Optimis Meningkat    10. 2019, Pembimbing Haji Bersertifikasi dan Profesional    11. Temui Direktur Proyek E Hajj Arab Saudi, Tim Pelayanan Haji Bahas Kesiapan Layanan Haji    12. Permudah Pendataan, Ditjen PHU Siapkan Gelang QR untuk Jemaah Haji    13. FK-KBIH Teken Pakta Integritas Manasik Haji    14. Saat Ini di Ditjen PHU Sudah Ada Advokasi Haji    15. Tim harus Jaga Integritas, Komitmen dan Soliditas Tugas    16. Kemenag Merilis Daftar Nama Jemaah Haji Berhak Lunas    17. Seleksi Petugas Haji 1439 H/2018 M Dibuka 20 Maret    18. Biaya Haji 2018 Disepakati    19. Pembinaan Haji Inheren Kesehatan    20. Haji Rescue Team terus Berikan Pelayanan Maksimal    21. Asrama Haji Bermetamorfosis Menjadi Hotel Berbintang    22. Sertifikasi Haji, Kemenag Gandeng UIN Suska Riau    23. Rekrutmen Petugas Haji secara Online    24. Kemenag Targetkan Indeks Kepuasan Haji Naik    25. Cek Perkiraan Berangkat Haji Khusus via Online    26. Pedoman Pembatalan Pendaftaran Haji Reguler 2018 Kembali Dibuka    27. Ini Tata Cara Pembatalan Pendaftaran Ibadah Haji    28. Kuota Haji 2018 Sama dengan 2017    29. Diseminasi Advokasi Haji Dimulai di Bogor, Daerah Lain Menyusul    30. Rangkul Muspida, Advokasi Haji akan Lakukan Diseminasi