Jumat, 20 April 2018 04:23 WIB
citraland

Jakarta Raya

Komplotan Penipu Catut Nama Kapolsek Masuk Bui

Redaktur: Redjo Prahananda

Foto : Istimewa

INDOPOS.CO.ID - Komplotan penipu yang mengaku sebagai salah satu Kapolsek di Papua yang segera dimutasi menjadi Kapolsek di Cileungsi akhirnya ditangkap. 

Komplotan penipu ini ditangkap setelah menguras uang korbannya Rp 62 juta. Wadirkrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary Syam menjelaskan pelaku yang ditangkap berinisial ES, 49, TM, 51, dan RM, 42.

Ia menjelaskan, awalnya pihaknya mendapat laporan dari Eiko Sihombing. Kepada polisi Eiko mengatakan kalau dirinya telah ditipu oleh TM cs yang mengaku-ngaku sebagai salah satu kerabatnya dan mengaku sebagai polisi yang bertugas menjadi Kapolsek di Papua.  

Begitu menerima laporan, polisi langsung bergerak menyelidiki dengan melacak posisi pelaku berdasarkan ponsel pelaku. 

Setelah posisi para pelaku berhasil dideteksi, akhirnya dua hari lalu para pelaku dapat diringkus di kawasan Mayestik Jakarta Selatan.

Selain menangkap pelaku, polisi juga menyita barang bukti 7 ponsel pelaku, 10 kartu ATM dari berbagai bank terkenal, 3 unit mobil jenis Honda CRV hitam B 1716 TLP, Isuzu MUX silver B 1975 BJR, Toyota Calya hitam B 2851 KKK, serta uang tunai Rp 1,1 juta.

Begitu ditangkap para pelaku tak bisa mengelak lagi dari perbuatannya. Apalagi suara pelaku TM sangat dikenali korbannya. 

"Modus pelaku ini mencari korban dengan membrowsing di google. Sasarannya adalah yang punya kekerabatan asal daerah yang sama dengan para pelaku yaitu dari (Tapanuli) Sumatera Utara," ujar Ade di Mapolda Metro Jaya, Rabu (11/4).

Dilanjutkan Ade, setelah korbannya ditentukan, yakni Eiko Sihombing. Saat itu juga pelaku mempelajari silsilah marga Sihombing untuk meyakinkan korbannya. 

Selanjutnya pelaku TM menghubungi korban. Kepada korban, TM mengaku sebagai Kapolsek di Papua dan akan segera dimutasi sebagai Kapolsek Cileungsi Bogor Jawa Barat. 

Demi meyakinkan korban, TM mengaku kalau dirinya juga bermarga Sihombing dan masih terhitung keponakannya. Untuk itu TM yang kapolsek gadungan ini memanggil korbannya dengan sebutan 'Bapak Uda' atau bapak muda atau adik dari bapak dalam istilah orang Tapanuli. 

Korban yang mendengar tutur kata yang sopan santun pelaku ini kontan langsung akrab meski hanya melalui hubungan telepon. 

Beberapa hari kemudian, Rabu (4/4) TM kembali menghubungi korban. Kali ini TM mengaku baru membeli rumah di Kota Wisata Cibubur, sebagai persiapannya menjadi Kapolsek Cileungsi. 

Lalu TM meminjam uang korban Rp 32 juta dengan dalih hendak membayar sertifikat rumah itu. Untuk meyakinkan korban, TM mengatakan kalau sertifikat itu silakan dipegang oleh korban sampai uang Rp 10 juta dikembalikan.

Korban yang percaya begitu saja, tanpa pikir panjang langsung mentransfer uang Rp 32 juta ke rekening CIMB Niaga atas nama Andes Mustikasari. "Transfernya dua kali, pertama Rp 10 juta. Lalu Rp 22 juta," tukas Ade.

Besoknya, Kamis (5/4) pelaku lagi-lagi meminjam uang korban sebesar Rp 30 juta. Kali ini dalihnya seluruh perabotan rumah korban yang dikirim dari Papua ke Jakarta  tertahan di terminal cargo Pelabuhan Tanjung Priok. 

Kali ini pelaku TM meminjam uang korban Rp 30 juta agar perabotan rumahnya bisa segera keluar dari pelabuhan. Lagi-lagi korban menuruti kemauan korban dengan mentransfer uang Rp 30 juta ke rekening BCA atas nama Deo Novanda. 

Masih belum puas juga, besoknya lagi,yakni Jumat (6/4) TM kembali menghubungi korban. Kali ini TM menawarkan motor Harley Davidson yang baru dibeli kawannya sebesar Rp 750 juta, namun karena butuh uang kawannya itu hendak menjual Rp 250 juta. 

"Kali ini alasan pelaku kalau pemilik motor waktu di Papua pernah ditolong TM ini. Saat itu pelaku meminta uang mukanya dulu kepada korban dengan alasan supaya motor tidak ditawarkan lagi kemana-mana," beber Ade. 

Kali ini korban langsung curiga, hari itu juga korban melaporkannya ke Mapolda Metro Jaya. Setelah diselidiki tiga hari, akhirnya Senin (9/4) lalu ketiganya dapat diringkus di Mayestik Jakarta Selatan.

Dalam pemeriksaan mereka mengaku sudah dua tahun beraksi dengan korban sekitar 20 orang. Untuk korban terakhir ini, mereka membagi-bagi uang korban dengan rincian Rp 38 juta untuk pelaku TM, Rp 12 juta untuk ES, dan Rp 6,2 juta untuk ES, sisanya ada di ATM. 

"Para pelaku dikenakan Pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman hukuman Rp 4 tahun penjara," pungkas Ade. (ind)


TOPIK BERITA TERKAIT: #komplotan-penipu 

Berita Terkait

IKLAN


1. Ditjen PHU akan Kerjasama dengan Ditjen Bimas Islam Adakan Penyuluh Haji    2. Di Anggap Prospektif, Dirjen Nizar Minta Prodi Manajemen Haji dan Umrah Masuk Fakultas Ekonomi Syariah    3. 2019, Di Targetkan Seluruh Pembimbing Manasik Haji Bersertifikat    4. Hasilkan Pembimbing Haji Profesional, Ditjen PHU MoU dengan IAIN Purwokerto    5. Beri Kuliah Umum, Dirjen Nizar Minta Pembimbing Haji Bersertifikasi dan Profesional    6. 1.096 Jemaah Haji Khusus Masuk Pelunasan Tahap II    7. Layanan Armina Bakal Meningkat    8. Dirjen Nizar: Relokasi Anggaran ke APBN Demi Azaz Keadilan    9. Petugas Haji Bertambah, Pelayanan Optimis Meningkat    10. 2019, Pembimbing Haji Bersertifikasi dan Profesional    11. Temui Direktur Proyek E Hajj Arab Saudi, Tim Pelayanan Haji Bahas Kesiapan Layanan Haji    12. Permudah Pendataan, Ditjen PHU Siapkan Gelang QR untuk Jemaah Haji    13. FK-KBIH Teken Pakta Integritas Manasik Haji    14. Saat Ini di Ditjen PHU Sudah Ada Advokasi Haji    15. Tim harus Jaga Integritas, Komitmen dan Soliditas Tugas    16. Kemenag Merilis Daftar Nama Jemaah Haji Berhak Lunas    17. Seleksi Petugas Haji 1439 H/2018 M Dibuka 20 Maret    18. Biaya Haji 2018 Disepakati    19. Pembinaan Haji Inheren Kesehatan    20. Haji Rescue Team terus Berikan Pelayanan Maksimal    21. Asrama Haji Bermetamorfosis Menjadi Hotel Berbintang    22. Sertifikasi Haji, Kemenag Gandeng UIN Suska Riau    23. Rekrutmen Petugas Haji secara Online    24. Kemenag Targetkan Indeks Kepuasan Haji Naik    25. Cek Perkiraan Berangkat Haji Khusus via Online    26. Pedoman Pembatalan Pendaftaran Haji Reguler 2018 Kembali Dibuka    27. Ini Tata Cara Pembatalan Pendaftaran Ibadah Haji    28. Kuota Haji 2018 Sama dengan 2017    29. Diseminasi Advokasi Haji Dimulai di Bogor, Daerah Lain Menyusul    30. Rangkul Muspida, Advokasi Haji akan Lakukan Diseminasi