Jumat, 27 April 2018 03:34 WIB
citraland

Ekonomi

Dorong KSM Kembangkan Usaha Produktif di Lampung Tengah

Redaktur:

USAHA RAKYAT: Pendampingan di Dusun Jaya Sakti, Kabupaten Lampung Tengah. Foto: Istimewa

INDOPOS.CO.ID - Usaha JAPFA mengembangkan Desa Dampingan di Kecamatan Anak Tuha, Lampung Tengah berlanjut dengan mendorong Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) di tiga Dusun untuk mengembangkan kegiatan ekonomi produktif berbasis kelompok. Melalui pendampingan selama kurang dari 3 bulan, JAPFA berhasil mendorong terbentuknya KSM di sekitar lokasi usaha penggemukan sapi milik anak usahanya, PT Santosa Agrindo.

“Setelah kurang dari tiga bulan didampingi, kini di setiap kelompok sudah mulai dengan kegiatan simpan pinjam. Dari kegiatan tersebut setidaknya setiap kelompok sudah memiliki modal awal untuk melakukan kegiatan usaha meskipun belum bisa besar,” terang Ketua KSM Liwaul Hamdi, di Dusun Jaya Sakti. “Selanjutnya kami ingin punya ‘mainan’ biar tidak hanya kumpul-kumpul saja. Saat ini kami sedang merumuskan beberapa kegiatan usaha bersama di kelompok,” imbuhnya.

Liwaul menjelaskan, kegiatan usaha tersebut akan dilaksanakan berbasis kelompok sehingga keuntungan dapat dirasakan bersama-sama oleh anggota kelompok. Keuntungan lainnya dengan usaha bersama permasalahan permodalan dapat ditanggung bersama-sama oleh anggota kelompok.

“Modal usaha didapat dari kelompok dan pemilihan jenis usaha dirembuk bersama-sama di dalam kelompok dan harapannya nantinya bisa didapatkan keuntungan yang dapat dinikmati bersama,” jelas Liwaul. ”Kami tidak mau menganggap usaha kelompok sebagai usaha sampingan karena nanti kesannya dikesampingkan. Kami menganggap usaha ini sebagai usaha tambahan sehingga bisa menambah pendapatan kami dari kegiatan sehari-hari sebagai petani dan peternak,” tambahnya.

Pengembangan kegiatan ekonomi produktif berbasis kelompok tersebut dilakukan oleh JAPFA sebagai bentuk komitmen perusahaan untuk turut serta menjawab permasalahan sosial ekonomi di sekitar lokasi usahanya. Secara khusus di Kec. Anak Tuha merupakan lokasi kegiatan usaha penggemukan sapi milik PT Santosa Agrindo (SANTORI), Anak usaha JAPFA yang bergerak di bidang penggemukan sapi potong. 

”Pilihan untuk mengembangkan kelompok ekonomi produktif berbasis kelompok merupakan strategi perusahaan dalam mendorong tumbuhnya perekonomian masyarakat di sekitar lokasi usaha JAPFA.” ujar, Head of Social Investment JAPFA R. Artsanti Alif.  ”Ke depan kami mendorong kelompok untuk  dapat mengembangkan usaha yang nantinya dapat terintegrasi dengan kegiatan bisnis perusahaan,” imbuhnya.

Menurut Artsanti, pada tahap awal upaya yang dilakukannya berorientasi untuk menguatkan kelompok dan melatih kelompok untuk mengembangkan kegiatan usahanya. Tahap  awal ini menurutnya sangat krusial untuk menentukan keberlangsungan kelompok nantinya.

”Pelembagaan dalam arti menguatkan kapasitas kelompok untuk berorganisasi dan mengembangkan usaha menjadi sasaran utama. Barulah setelahnya nanti akan dilembagakan dalam bentuk koperasi.” ujar Artsanti. ”Kami berharap strategi ini akan memberikan dampak nyata kepada masyarakat dengan terbentuknya kelompok usaha yang kuat daripada membentuk kelembagaan koperasi di awal tetapi tidak memiliki fondasi dalam berkelompok,” jelasnya.

Menurut Artsanti, pendekatan tersebut senada dengan strategi JAPFA  beserta anak usahanya untuk mengembangkan strategi social investment. Strategi ini mengharapkan adanya keberlanjutan inisiatif yang didorong perusahaan pasca berakhirnya program. (wsa)


TOPIK BERITA TERKAIT: #japfa 

Berita Terkait

IKLAN


1. Ditjen PHU akan Kerjasama dengan Ditjen Bimas Islam Adakan Penyuluh Haji    2. Di Anggap Prospektif, Dirjen Nizar Minta Prodi Manajemen Haji dan Umrah Masuk Fakultas Ekonomi Syariah    3. 2019, Di Targetkan Seluruh Pembimbing Manasik Haji Bersertifikat    4. Hasilkan Pembimbing Haji Profesional, Ditjen PHU MoU dengan IAIN Purwokerto    5. Beri Kuliah Umum, Dirjen Nizar Minta Pembimbing Haji Bersertifikasi dan Profesional    6. 1.096 Jemaah Haji Khusus Masuk Pelunasan Tahap II    7. Layanan Armina Bakal Meningkat    8. Dirjen Nizar: Relokasi Anggaran ke APBN Demi Azaz Keadilan    9. Petugas Haji Bertambah, Pelayanan Optimis Meningkat    10. 2019, Pembimbing Haji Bersertifikasi dan Profesional    11. Temui Direktur Proyek E Hajj Arab Saudi, Tim Pelayanan Haji Bahas Kesiapan Layanan Haji    12. Permudah Pendataan, Ditjen PHU Siapkan Gelang QR untuk Jemaah Haji    13. FK-KBIH Teken Pakta Integritas Manasik Haji    14. Saat Ini di Ditjen PHU Sudah Ada Advokasi Haji    15. Tim harus Jaga Integritas, Komitmen dan Soliditas Tugas    16. Kemenag Merilis Daftar Nama Jemaah Haji Berhak Lunas    17. Seleksi Petugas Haji 1439 H/2018 M Dibuka 20 Maret    18. Biaya Haji 2018 Disepakati    19. Pembinaan Haji Inheren Kesehatan    20. Haji Rescue Team terus Berikan Pelayanan Maksimal    21. Asrama Haji Bermetamorfosis Menjadi Hotel Berbintang    22. Sertifikasi Haji, Kemenag Gandeng UIN Suska Riau    23. Rekrutmen Petugas Haji secara Online    24. Kemenag Targetkan Indeks Kepuasan Haji Naik    25. Cek Perkiraan Berangkat Haji Khusus via Online    26. Pedoman Pembatalan Pendaftaran Haji Reguler 2018 Kembali Dibuka    27. Ini Tata Cara Pembatalan Pendaftaran Ibadah Haji    28. Kuota Haji 2018 Sama dengan 2017    29. Diseminasi Advokasi Haji Dimulai di Bogor, Daerah Lain Menyusul    30. Rangkul Muspida, Advokasi Haji akan Lakukan Diseminasi