Rabu, 25 April 2018 11:37 WIB
citraland

Kesehatan

Waspada Bipolar, Bisa Munculkan Keinginan Bunuh Diri

Redaktur:

Ilustrasi. Foto: INT

INDOPOS.CO.ID - Gangguan Bipolar (GB) mulai ramai dibicarakan saat video artis Marshanda viral di media sosial. Dalam video itu, Caca-sapaan akrabnya, tiba-tiba marah mencurahkan kekesalannya kepada sejumlah teman-temannya.

Setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan, Caca akhirnya dinyatakan positif bipolar. Butuh waktu sekitar tiga tahun hingga akhirnya dia mulai menerima kenyataan bahwa dirinya memiliki gangguan bipolar.

Selama itu, Marshanda tidak pernah berhenti untuk mengenali bipolar yang ada dimilikinya. ''Pada tahun 2009 saya divonis memiliki gangguan bipolar dan kenyataan itu sangat sulit saya terima begitu saja. Karena saya merasa tidak memiliki masalah,'' kata Marshanda dalam peringatan Hari Bipolar di Jakarta, belum lama ini.

Sikap menolak kenyataan tersebut, lanjutnya, ternyata hanya menjadi hambatan baginya untuk bangkit dan melanjutkan hidup. ''Terima saja kenyataan bahwa ada bipolar dalam diri kita. Setelah itu, kita belajar mengenali gejalanya dan mengantisipasinya dengan bantuan dokter. Apabila kita masih menolak kenyataan, hidup kita tidak akan produktif,'' kata aktris yang melejit lewat sinetron ”Bidadari” itu.

Bagi Caca, salah satu cara agar dia bisa mengendalikan emosinya adalah dengan menulis lima hal positif dibuku hariannya. ''Setiap malam menjelang tidur, saya selalu menulis lima hal positif yang sudah saya syukuri selama seharian beraktivitas. Kegiatan itu sangat membantu saya untuk berpikir positif,'' imbuhnya.

Ibu satu anak ini juga menyayangkan masih adanya stigma negatif di masyarakat terkait gangguan bipolar. ''Pilihannya, hidup Anda ingin dikuasai bipolar atau Anda yang mengendalikannya? Apabila memilih yang kedua, maka Anda tidak akan malu untuk datang ke ahli untuk memecahkan masalah. Bangunlah relasi sebanyak mungkin dengan masyarakat dan mencoba untuk produktif,'' ujarnya.

Menurut para ahli, GB disebabkan ketidakseimbangan hormone serotonin dopamine yang berfungsi mengatur suasana hati seseorang. Penyintas gangguan bipolar bisa menjadi sangat bahagia atau sedih secara berlebihan pada waktu yang tak terduga.

Apabila tidak mendapat pendampingan yang tepat, seorang penyintas bisa melakukan tindakan yang membahayakan keselamatan jiwanya. Kondisi ini terjadi dalam waktu yang cukup lama dan mengakibatkan gangguan fungsi dan penderitaan baik untuk orang yang mengalami maupun sekitarnya.

''GB ialami oleh sekitar 34-36 persen populasi sepanjang hidupnya. Artinya 1 dari 3 orang di dunia sedikitnya pernah mengalami gangguan bipolar,'' jelas perwakilan Pokdi Bipolar DKI Jakarta dr Hervita Diatri, SpK(J), Rabu (11/4).

Angka ini sama atau jauh lebih besar dibandingkan penyakit fisik seperti hipertensi (30 persen), kanker (13 persen), diabetes melitus (8,8 persen) dan stroke (2,7 persen). ''Percobaan bunuh diri orang dengan gangguan bipolar lebih tinggi daripada kanker. Oleh karena itu sudah sepatutnya gangguan bipolar menjadi perhatian bagi masyarakat,'' ajaknya.

Hingga saat ini, penyebab GB masih sulit ditetapkan karena bersifat multifaktoral. Mulai dari biologis, psikologis, sosial, kultur, dan spiritual.

Dalam hal ini, faktor biologis memegang peran besar dikaitkan dengan faktor genetik dan neuotrasmiter di otak. Secara psikososial, gangguan ini dikaitkan dengan pola asuh pada masa kanak-kanak dan berbagai faktor stres dari lingkungan. ''Penyakit GB memiliki dua tipe yaitu tipe 1 dan tipe 2. Tipe 1 ditandai dengan episode mania (gembira berlebihan) yang diikuti dengan episode hipomania (gembira) atau depresi (perasaan sedih). Sedangkan tipe 2 ditandai episode hipomanik, saat ini atau sebelumnya mengalami satu gejala depresif mayor. Orang dengan GB tipe 2 tidak pernah mengalami episode manik,'' imbuhnya.

Memiliki GB bukan berarti tak bisa berkreasi. Misalnya saja seniman bernama Hana Alfikih atau yang lebih dikenal dengan Hana Madness.

Pada akhirnya, Hana berpikir bahwa gambar adalah media yang tepat untuk meluapkan depresinya ketika ia sedang depresi. Sebab, sejak kecil dirinya memang gemar menggambar.

''Aku memang punya cita-cita ingin dikenal banyak orang. Tapi bukan aku yang ingin dilihat karena terkenal, tapi aku ingin dikenal lewat karya-karyaku. Sebab, sekolahku berantakan karena moodku yang selalu berubah. Akhirnya bertekad untuk fokus menggambar,'' kata perempuan kelahiran 1992 ini. 

Hana biasanya warna-warna cerah untuk setiap doodle atau mural yang ia buat. Menurutnya, warna-warna dan doodle yang dibuat sesuai dengan apa yang ia rasakan.

Bahkan, dia pun piawai dalam desain grafis. Menurutnya, konflik yang ada di dalam dirinya justru menjadi senjata saat ia berkarya.

Dengan hal ini, dirinya mengaku tidak lagi menyalahkan dirinya sendiri. ''Apresiasi dari orang lain justru menjadi semangat buat diri aku, jadi ingin selalu berusaha semaksimal mungkin. Walau sedang kambuh, kalau soal kerjaan aku akan selalu memprioritaskan,'' akunya.

Selama tiga tahun Hana pun mengonsumsi obat-obatan khusus Bipolar untuk meredakan halusinasi visual dan pendengarannya. Kini, lambat laun dirinya perlahan menghentikan obat-obatan dan mengelola hidupnya agar jauh lebih sehat.

Wanita cantik ini kini memilih menjadi vegan yang tidak makan nasi, gula, dan minuman bersoda. ''Jadi vegan itu ngaruh banget. Emosi jadi terkontrol. Sekarang kalo kambuh depresinya nggak dilawan lagi, tapi lebih dinikmati,'' ujarnya. 

Karya-karya Hana pun saat ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Salah satunya dari perusahaan pemantik api.

Lima desain Hana digunakan menjadi desain pemantik api perusahaan terbesar di Indonesia. Menariknya lagi, ia juga berkesempatan terbang ke London bersama karya-karyanya. (dew)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #kesehatan 

Berita Terkait

IKLAN


1. Ditjen PHU akan Kerjasama dengan Ditjen Bimas Islam Adakan Penyuluh Haji    2. Di Anggap Prospektif, Dirjen Nizar Minta Prodi Manajemen Haji dan Umrah Masuk Fakultas Ekonomi Syariah    3. 2019, Di Targetkan Seluruh Pembimbing Manasik Haji Bersertifikat    4. Hasilkan Pembimbing Haji Profesional, Ditjen PHU MoU dengan IAIN Purwokerto    5. Beri Kuliah Umum, Dirjen Nizar Minta Pembimbing Haji Bersertifikasi dan Profesional    6. 1.096 Jemaah Haji Khusus Masuk Pelunasan Tahap II    7. Layanan Armina Bakal Meningkat    8. Dirjen Nizar: Relokasi Anggaran ke APBN Demi Azaz Keadilan    9. Petugas Haji Bertambah, Pelayanan Optimis Meningkat    10. 2019, Pembimbing Haji Bersertifikasi dan Profesional    11. Temui Direktur Proyek E Hajj Arab Saudi, Tim Pelayanan Haji Bahas Kesiapan Layanan Haji    12. Permudah Pendataan, Ditjen PHU Siapkan Gelang QR untuk Jemaah Haji    13. FK-KBIH Teken Pakta Integritas Manasik Haji    14. Saat Ini di Ditjen PHU Sudah Ada Advokasi Haji    15. Tim harus Jaga Integritas, Komitmen dan Soliditas Tugas    16. Kemenag Merilis Daftar Nama Jemaah Haji Berhak Lunas    17. Seleksi Petugas Haji 1439 H/2018 M Dibuka 20 Maret    18. Biaya Haji 2018 Disepakati    19. Pembinaan Haji Inheren Kesehatan    20. Haji Rescue Team terus Berikan Pelayanan Maksimal    21. Asrama Haji Bermetamorfosis Menjadi Hotel Berbintang    22. Sertifikasi Haji, Kemenag Gandeng UIN Suska Riau    23. Rekrutmen Petugas Haji secara Online    24. Kemenag Targetkan Indeks Kepuasan Haji Naik    25. Cek Perkiraan Berangkat Haji Khusus via Online    26. Pedoman Pembatalan Pendaftaran Haji Reguler 2018 Kembali Dibuka    27. Ini Tata Cara Pembatalan Pendaftaran Ibadah Haji    28. Kuota Haji 2018 Sama dengan 2017    29. Diseminasi Advokasi Haji Dimulai di Bogor, Daerah Lain Menyusul    30. Rangkul Muspida, Advokasi Haji akan Lakukan Diseminasi