Jumat, 27 April 2018 03:24 WIB
citraland

Hukum

Kasus Kredit Bank Mandiri 1,4 Triliun, Kejagung Pertimbangkan TPPU

Redaktur: Redjo Prahananda

Jaksa Agung Muda Pidana Khusus, M Adi Toegarisman. (Yudha Krastawan)

INDOPOS.CO.ID - Kejaksaan Agung (Kejagung) mempertimbangkan untuk menerapkan  pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU) terhadap para tersangka kasus dugaan penyimpangan kredit Bank Mandiri Cabang Bandung kepada PT Tirta Amarta Bottling Company (TAB) tahun 2015. 

Hal ini dipertimbangkan mengingat kerugian negara yang sangat besar yakni mencapai Rp 1,4 triliun. "Itu kan tergantung fakta, tunggu saja," kata Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus), M Adi Toegarisman di Kejagung, Kamis (12/4). 

Saat ini, dituturkan Adi, penyidik masih mengumpulkan alat bukti terkait perbuatan tersangka melakukan TPPU. "Ini lagi jalan, kita tunggu saja," ujarnya. 

Menurutnya, apabila bukti yang ditemukan sudah cukup, maka pihaknya bakal langsung menjerat para tersangka kasus tersebut dengan sangkaan TPPU. Namun, mantan Jaksa Agung Muda Intelijen itu belum memastikan kapan alat bukti tersebut bisa segera diperoleh oleh penyidik. "Lihat saja perkembangan nanti," jelas Adi menimpalkan. 

Sejauh ini, Kejagung telah menetapkan tujuh orang tersangka yang di antaranya 5 orang merupakan pimpinan Bank Mandiri Cabang Bandung dan 2 orang pimpinan PT TAB.

Dari Bank Mandiri, mereka di antaranya, Surya Baruna Semenguk selaku Komersial Banking Manajer, Frans Eduard Zandra selaku Relationship Manager dan Teguh Kartika Wibowo selaku Senior Kredit Ris Manajer. 

Selain itu, Totok Sugiharto selaku Head of Commercial Banking dan Purwito Wahyono selaku Head of Wholesale Credit. Sedangkan dari PT TAB,  tersangka adalah Rony Tedi selaku Direktur dan Juventius selaku Head of Accounting.

Kasus ini bermula pada saat Rony Tedy mengajukan perpanjangan dan tambahan fasilitas kredit kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Commercial Banking Center Bandung berdasarkan Surat Nomor: 08/TABco/VI/205 tanggal 15 Juni 2015. 

Hal ini meliputi perpanjangan seluruh fasilitas Kredit Modal Kerja (KMK) sebesar Rp880.600.000.000, perpanjangan dan tambahan plafond LC sebesar Rp40 miliar sehingga total plafond LC menjadi Rp50 miliar. Serta fasilitas Kredit Investasi (KI) sebesar Rp250 miliar selama 72 bulan.

Namun dalam dokumen pendukung permohonan perpanjangan dan tambahan fasilitas kredit itu terdapat data aset PT TAB yang tidak benar dengan cara dibesarkan dari aset yang nyata. 

Seolah-olah berdasarkan Nota Analisa pemutus kredit Nomor CMG.BD1/0110/2015 tanggal 30 Juni 2015, kondisi keuangan debitur menunjukkan perkembangan. Sehingga akhirnya perusahaan itu bisa memperoleh perpanjangan dan tambahan fasilitas kredit pada 2015 sebesar Rp1,170 triliun.

Selain itu, debitur PT TAB juga telah menggunakan uang fasilitas kredit antara lain sebesar Rp73 miliar, yang semestinya hanya diperkenankan untuk kepentingan KI dan KMK, tetapi dipergunakan untuk keperluan yang dilarang untuk perjanjian kredit.(ydh)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kasus-kredit-bank-mandiri #kejagung 

Berita Terkait

IKLAN


1. Ditjen PHU akan Kerjasama dengan Ditjen Bimas Islam Adakan Penyuluh Haji    2. Di Anggap Prospektif, Dirjen Nizar Minta Prodi Manajemen Haji dan Umrah Masuk Fakultas Ekonomi Syariah    3. 2019, Di Targetkan Seluruh Pembimbing Manasik Haji Bersertifikat    4. Hasilkan Pembimbing Haji Profesional, Ditjen PHU MoU dengan IAIN Purwokerto    5. Beri Kuliah Umum, Dirjen Nizar Minta Pembimbing Haji Bersertifikasi dan Profesional    6. 1.096 Jemaah Haji Khusus Masuk Pelunasan Tahap II    7. Layanan Armina Bakal Meningkat    8. Dirjen Nizar: Relokasi Anggaran ke APBN Demi Azaz Keadilan    9. Petugas Haji Bertambah, Pelayanan Optimis Meningkat    10. 2019, Pembimbing Haji Bersertifikasi dan Profesional    11. Temui Direktur Proyek E Hajj Arab Saudi, Tim Pelayanan Haji Bahas Kesiapan Layanan Haji    12. Permudah Pendataan, Ditjen PHU Siapkan Gelang QR untuk Jemaah Haji    13. FK-KBIH Teken Pakta Integritas Manasik Haji    14. Saat Ini di Ditjen PHU Sudah Ada Advokasi Haji    15. Tim harus Jaga Integritas, Komitmen dan Soliditas Tugas    16. Kemenag Merilis Daftar Nama Jemaah Haji Berhak Lunas    17. Seleksi Petugas Haji 1439 H/2018 M Dibuka 20 Maret    18. Biaya Haji 2018 Disepakati    19. Pembinaan Haji Inheren Kesehatan    20. Haji Rescue Team terus Berikan Pelayanan Maksimal    21. Asrama Haji Bermetamorfosis Menjadi Hotel Berbintang    22. Sertifikasi Haji, Kemenag Gandeng UIN Suska Riau    23. Rekrutmen Petugas Haji secara Online    24. Kemenag Targetkan Indeks Kepuasan Haji Naik    25. Cek Perkiraan Berangkat Haji Khusus via Online    26. Pedoman Pembatalan Pendaftaran Haji Reguler 2018 Kembali Dibuka    27. Ini Tata Cara Pembatalan Pendaftaran Ibadah Haji    28. Kuota Haji 2018 Sama dengan 2017    29. Diseminasi Advokasi Haji Dimulai di Bogor, Daerah Lain Menyusul    30. Rangkul Muspida, Advokasi Haji akan Lakukan Diseminasi