Selasa, 24 April 2018 12:18 WIB
citraland

Jakarta Raya

Pejuang Subuh Akhwat Punya Peran Strategis

Redaktur: Ali Rahman

INDOPOS.CO.ID - Pejuang Subuh merupakan komunitas yang mengajak anggotanya untuk salat subuh berjamaan di masjid. Sasarannya tidak hanya pemuda dan anak-anak, tetapi juga para perempuan agar turut serta dalam mendirikan salat subuh secara teratur.

Membangunkan seseorang jelang subuh rupanya bukan hal mudah, punya tantangan tersendiri. "Perjuangan buat para akhwat sebenernya bisa dibilang susah-susah gampang," jelas Nofita Ismail, Bendahara Yayasan Pejuang Subuh Indonesia sekaligus penggerak Pejuang Subuh perempuan.

Diklaim, akhwat selalu berlomba-lomba untuk bangun di sepertiga malam, tapi gagal saat harus bangun subuh. Vita sapaan akrabnya mencontohkan, salah satu anggotanya, di mana untuk Qiyamul Lailnya tidak perlu diragukan. "Mampu bangun jam 2 malam, tetapi saat jam 4 ketiduran, dan baru bangun di jam 5.30," paparnya di Jakarta, Selasa (10/4).

Tentu waktu salat subuh sudah lewat pada pukul 5.30 tersebut. Vita melanjutkan, tidak hanya satu atau dua akhwat, tetapi hampir rata-rata. "Di Pejuang Subuh akhwat yang demikian biasanya kami sebut bidadari gagal audisi," jelasnya sambil terkekeh.

Sementara itu, Pejuang Subuh di Tanggerang punya problem berbeda. Chintwang seorang Pejuang Subuh Tangerang menerangkan, masalah yang sering dihadapi adalah saat sudah bangun subuh, tetapi tidur lagi.

"Di sini kami selalu saling support lewat hati. Ketika sudah merasa bahwa perjuangan bangun subuh tidak hanya dilakukan sendiri, maka akan mudah untuk menjalankan perintah agama," tutur Wang sapaan akrabnya.

Chintwang menerangkan, Pejuang Subuh Akhwat mempunyai target 30 hari salat subuh di rumah. Jika ada halangan atau (maaf) datang bulan, akan melapor ke mentornya. "Itulah prosedur yang dilakukan untuk menjadi Pejuang Subuh," tegasnya.

Tak hanya perempuan yang belum menikah, sebagian anggota Pejuang Subuh Akhwat merupakan penggerak salat subuh yang telah berkeluarga. Tantangannya tentu lebih berat karena harus mengurus rumah tangga dan memberikan semangat kepada sang suami untuk bangun pagi buta.

Dede Syarifah salah satunya, sang suami merupakan Ketua Yayasan Pejuang Subuh Indonesia, Miskam Ayla. Pasangan tersebut telah memiliki dua orang anak. Dengan kesibukan suami yang bekerja di sebuah kantor di bilangan Sudirman serta aktif berdakwah menjadi tantangan tersendiri bagi Dede.

"Tiap hari mengurus kebutuhan suami dan anak-anak. Tapi ya begitulah kodrat seorang istri. Apalagi suami saya tak hanya bekerja untuk mencukupi kebutuhan keluarga, namun juga berdakwah. Ya dinikmati saja" ujar Dede.

Dia berbagi cerita, pernah suatu waktu anaknya rewel, karena kangen Abinya, ketika itu saat kunjungan Pejuang Subuh ke Sumatra. "Pengen sebenarnya telepon dan membujuk agar segera pulang. Tapi saya selalu ingat kajian yang saya ikut, kalau dibandingkan dengan istri Nabi Ibrahim yaitu Sitti Hajar yang ditinggal sendirian di lembah gersang, tentu perjuangan saya belum ada apa-apanya" jelas Dede dengan bersemangat.

Jika dilihat lebih jauh. Istri para Pejuang Subuh ini mempunyai peran strategis. Sebagai pendamping dalam menjalankan dakwah sekaligus tempat berbagi dalam suka dan duka.

Pejuang Subuh Akhwat saat ini sudah mulai tersebar di berbagai daerah di Tanah Air. Istri tak hanya sekedar mengurus konsumsi atau pekerjaan remeh lainnya, namun mempunyai peran penting bagi lahirnya keluarga harmonis serta mencetak generasi tangguh bagi negara dan agamanya. (asp)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #pejuang-subuh #subuh-berjamaah 

Berita Terkait

Si Cilik Pejuang Subuh Ajak Berjamaah

Jakarta Raya

Si Cilik Pejuang Subuh Ajak Berjamaah

Jakarta Raya

IKLAN


1. Ditjen PHU akan Kerjasama dengan Ditjen Bimas Islam Adakan Penyuluh Haji    2. Di Anggap Prospektif, Dirjen Nizar Minta Prodi Manajemen Haji dan Umrah Masuk Fakultas Ekonomi Syariah    3. 2019, Di Targetkan Seluruh Pembimbing Manasik Haji Bersertifikat    4. Hasilkan Pembimbing Haji Profesional, Ditjen PHU MoU dengan IAIN Purwokerto    5. Beri Kuliah Umum, Dirjen Nizar Minta Pembimbing Haji Bersertifikasi dan Profesional    6. 1.096 Jemaah Haji Khusus Masuk Pelunasan Tahap II    7. Layanan Armina Bakal Meningkat    8. Dirjen Nizar: Relokasi Anggaran ke APBN Demi Azaz Keadilan    9. Petugas Haji Bertambah, Pelayanan Optimis Meningkat    10. 2019, Pembimbing Haji Bersertifikasi dan Profesional    11. Temui Direktur Proyek E Hajj Arab Saudi, Tim Pelayanan Haji Bahas Kesiapan Layanan Haji    12. Permudah Pendataan, Ditjen PHU Siapkan Gelang QR untuk Jemaah Haji    13. FK-KBIH Teken Pakta Integritas Manasik Haji    14. Saat Ini di Ditjen PHU Sudah Ada Advokasi Haji    15. Tim harus Jaga Integritas, Komitmen dan Soliditas Tugas    16. Kemenag Merilis Daftar Nama Jemaah Haji Berhak Lunas    17. Seleksi Petugas Haji 1439 H/2018 M Dibuka 20 Maret    18. Biaya Haji 2018 Disepakati    19. Pembinaan Haji Inheren Kesehatan    20. Haji Rescue Team terus Berikan Pelayanan Maksimal    21. Asrama Haji Bermetamorfosis Menjadi Hotel Berbintang    22. Sertifikasi Haji, Kemenag Gandeng UIN Suska Riau    23. Rekrutmen Petugas Haji secara Online    24. Kemenag Targetkan Indeks Kepuasan Haji Naik    25. Cek Perkiraan Berangkat Haji Khusus via Online    26. Pedoman Pembatalan Pendaftaran Haji Reguler 2018 Kembali Dibuka    27. Ini Tata Cara Pembatalan Pendaftaran Ibadah Haji    28. Kuota Haji 2018 Sama dengan 2017    29. Diseminasi Advokasi Haji Dimulai di Bogor, Daerah Lain Menyusul    30. Rangkul Muspida, Advokasi Haji akan Lakukan Diseminasi