Jumat, 20 April 2018 04:28 WIB
citraland

Politik

Ingin Menang, Penantang Jokowi Harus Kepala Daerah dan Ekonom

Redaktur: Redjo Prahananda

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zainul Mazdi alias Tuan Guru Bajang (TGB) Dinilai sosok Capres/cawapres Potensial Miliki Basis Massa dan Religius

INDOPOS.CO.ID - Meski memiliki massa, namun sosok Prabowo dinilai sejumlah pengamat politik bukanlah sosok yang mampu mengalahkan Joko Widodo di pemilu presiden 2019.

Pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio misalnya. Dia menilai Gerindra-PKS harus bisa mengusung sosok baru yang pastinya juga memiliki basis massa.

"Yakni ambil sosok dari yang menjabat sebagai kepala daerah yang pastinya memiliki massa riil," kata Hendri, kepada INDOPOS, Minggu (15/4).

Ia menilai seorang kepala daerah dipastikan telah memiliki massa yang solid. "Terlebih jika kepala daerah tersebut terbukti memajukan daerahnya dan bisa terpilih untuk dua periode. Sama seperti Jokowi yang dimulai berhasil memajukan Kota Solo," kata Hendri, kepada INDOPOS, Minggu (15/4).

Namun tak selesai sampai di situ, dirinya pun mengaku sosok kepala daerah tersebut bisa mewakili suara mayoritas umat Islam yang menjadi pemilih terbesar di neger ini.

"Tambahan syarat lainnya adalah kepala daerah yang mau diusung harus juga pemimpin umat. Saya sangat yakin pasti orang tersebut bisa menyaingi suara Jokowi yang dinilai tidak berpihak pada umat Islam," ucapnya.

Lalu untuk calon wakil presidennya, kata Hendri bisa diambil dari pakar ekonomi. Dikarenakan pemerintahan Jokowi saat ini dinilai kurang berpihak pada petumbuhan ekonomi, khususnya terkait menumpuknya utang luar negeri.

"Jika capresnya adalah seorang pemimpin umat, lalu wakilnya seorang ekonom yang juga memiliki massa riil, saya tambah yakin bisa bertarung sengit dengan Jokowi nantinya," jelasnya.

Lalu, bagaimana dengan Gatot yang juga mantan panglima TNI, apakah itu tidak memiliki massa?

"Kalau tentara siapapun panglimanya pasti akan patuh. Dan itu bagi saya bukan massa riil," ucapnya.

Bagaimana dengan Anies? "Mungkin Anies punya massa, tapi dia baru menjabat gubernur DKI. Dan belum kuat akar dukungannya," ujarnya.

"Terlebih lagi dia bukan people champion tidak seperti Jokowi yang saat itu juga langsung meninggalkan Jakarta," ujarnya.

Lalu siapa? "Ya kalau ditanya siapa orangnya, saya melihat sosok TGB (Tuan Guru Bajang) gubernur NTB dua periode yang juga sosok religius pemimpin umat, lalu pendampingnya Rizal Ramli dari ekonom menjadi pasangan ideal," ujarnya.

"Atau mungkin kader PKS (Partai Keadilan Sejahtera) yang juga punya kepala daerah yang pernah menjabat dua periode," tambahnya. (dil)


TOPIK BERITA TERKAIT: #jokowi-menuju-2019 #pemilu-2019 

Berita Terkait

IKLAN


1. Ditjen PHU akan Kerjasama dengan Ditjen Bimas Islam Adakan Penyuluh Haji    2. Di Anggap Prospektif, Dirjen Nizar Minta Prodi Manajemen Haji dan Umrah Masuk Fakultas Ekonomi Syariah    3. 2019, Di Targetkan Seluruh Pembimbing Manasik Haji Bersertifikat    4. Hasilkan Pembimbing Haji Profesional, Ditjen PHU MoU dengan IAIN Purwokerto    5. Beri Kuliah Umum, Dirjen Nizar Minta Pembimbing Haji Bersertifikasi dan Profesional    6. 1.096 Jemaah Haji Khusus Masuk Pelunasan Tahap II    7. Layanan Armina Bakal Meningkat    8. Dirjen Nizar: Relokasi Anggaran ke APBN Demi Azaz Keadilan    9. Petugas Haji Bertambah, Pelayanan Optimis Meningkat    10. 2019, Pembimbing Haji Bersertifikasi dan Profesional    11. Temui Direktur Proyek E Hajj Arab Saudi, Tim Pelayanan Haji Bahas Kesiapan Layanan Haji    12. Permudah Pendataan, Ditjen PHU Siapkan Gelang QR untuk Jemaah Haji    13. FK-KBIH Teken Pakta Integritas Manasik Haji    14. Saat Ini di Ditjen PHU Sudah Ada Advokasi Haji    15. Tim harus Jaga Integritas, Komitmen dan Soliditas Tugas    16. Kemenag Merilis Daftar Nama Jemaah Haji Berhak Lunas    17. Seleksi Petugas Haji 1439 H/2018 M Dibuka 20 Maret    18. Biaya Haji 2018 Disepakati    19. Pembinaan Haji Inheren Kesehatan    20. Haji Rescue Team terus Berikan Pelayanan Maksimal    21. Asrama Haji Bermetamorfosis Menjadi Hotel Berbintang    22. Sertifikasi Haji, Kemenag Gandeng UIN Suska Riau    23. Rekrutmen Petugas Haji secara Online    24. Kemenag Targetkan Indeks Kepuasan Haji Naik    25. Cek Perkiraan Berangkat Haji Khusus via Online    26. Pedoman Pembatalan Pendaftaran Haji Reguler 2018 Kembali Dibuka    27. Ini Tata Cara Pembatalan Pendaftaran Ibadah Haji    28. Kuota Haji 2018 Sama dengan 2017    29. Diseminasi Advokasi Haji Dimulai di Bogor, Daerah Lain Menyusul    30. Rangkul Muspida, Advokasi Haji akan Lakukan Diseminasi