Jumat, 20 April 2018 05:56 WIB
citraland

Nasional

Akibat Partai Setan, Amien Rais Dipolisikan

Redaktur:

Amien Rais

INDOPOS.CO.ID - Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) yang juga, Amien Rais resmi dilaporkan ke Polda Metro Jaya (PMJ). Ketua Penasihat Persaudaraan Alumni 212 itu diduga melakukan ujaran kebencian bermuatan suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) serta penodaan agama atas ucapannya yang menyebut partai Allah dan partai setan.

Laporan itu dibuat oleh Ketua Cyber Indonesia, Aulia Fahmi dengan nomor LP/2070/IV/2018/PMJ/Dit Reskrimsus. Amien Rais terancam dijerat Pasal 156 A KUHP tentang ujaran kebencian SARA dan penodaan agama melalui, serta Pasal 28 Ayat 2 juncto Pasal 45 A Ayat 2 UU Nomor 19/2016 tentang Perubahan UU Nomor 11/2008 tentang ITE.

Kepada polisi, Aulia juga telah menyertakan barang bukti berupa printout berita yang memuat pernyataan Amien Rais untuk menguatkan pasal yang disangkakan. Aulia mengatakan, tidak terima dengan istilah 'partai Islam dan partai setan' yang digunakan Amien Rais. Pernyataan itu dinilai melawan hukum karena bernada provokasi dan berpotensi akan memecah belah bangsa Indonesia yang selama ini hidup rukun.

"Kami melihat di sini sebagai warga Indonesia dan umat Islam. Kami melihat ada upaya dikotomi, upaya provokasi yang membawa nuasa agama, sedangkan kita sama-sama tahu bahwa negara kita negara Pancasila dan berdasarkan UUD 1945," kata Aulia di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (15/4).

Aulia menjelaskan, istilah partai setan yang digunakan Amien Rais itu mengarah kepada partai-partai selain PAN, PKS, dan Gerindra, karena ketiga partai tersebut telah disebut sebagai partai Allah. Karenanya, sudah jelas Amien Rais sengaja berupaya memecah belah persatuan bangsa Indonesia.

"Kalau hanya tiga nama partai yang disebut, partai lain dianggap partai setan atau kelompok lain adalah kelompok setan. Maka itu, kami lihat ada indikasi ada dugaan bahwa dia berupaya memecah belah persatuan bangsa," pungkasnya.

Terpisah, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman tidak mau berkomentar banyak terkait pernyataan Amien Rais. "Saya tidak ngikutin itu," kilahnya, Minggu (15/4).

Lebih lanjut, Sohibul menilai pernyataan Amien tidak perlu. Secara fatsun (etika) politik, pernyataan Amien terkait partai Allah dan partai setan tidak tepat. "Kalau secara fatsun, mungkin sebutan itu tidak perlu lah ya," pungkasnya.

Wasekjen Partai Hanura Tridianto mengatakan, istilah partai setan yang dipakai Amien Rais kreatif, tetapi cenderung melecehkan. "Pak Amien pancen kreatif. Bikin istilah anyar partai Allah dan partai setan," kata Tridianto dalam keterangannya, Minggu (15/4).

Amien Rais, lanjut dia, menyebut partai Allah adalah PAN, Gerindra, dan PKS. "Walaupun nggak nyebut contoh nama-nama partai setan, ya ada nada tuduhan kepada partai-partai di luar itu," ujar Tridianto.

Menurut dia, istilah itu kreatif, tapi tidak bijak dan merendahkan partai-partai selain tiga partai itu. "Jual kecap buat partainya atau partai lain itu sih biasa. Namanya juga kampanye. Tapi kan nggak harus dengan merendahkan partai lain. Apalagi seperti nuduh partai-partai lain itu sebagai partai setan. Ukuran partai setan itu apa?" tandas Tridianto.

Dia mempertanyakan ukuran partai Allah seperti apa? "Apa misalnya partai Allah itu kadernya tidak ada yang bermasalah hukum atau disebut dalam dakwaan kasus korupsi? Pak Amien kudu menjelaskan, biar lebih tanggung jawab. Tapi sebaiknya makin tua itu perlu makin bijak dan bicaranya ora sakkarepe dewek (jangan seenaknya sendiri, Red). Jangan asal tuduh, asal kasih label," ujar Tridianto.

Korbid Pemenangan Pemilu Sumatera DPP Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menilai pernyataan Amien Rais terkait hal tersebut sangat berlebihan. "Saya kira pernyataan Amien Rais itu berlebihan dan dapat menjadi contoh yang paling konkret dari pengertian 'fiktif' dalam terminologi Rocky Gerung yang seminggu belakangan ini menjadi polemik di publik," ujarnya kemarin.

Nah agar tidak menjadi fiktif, Doli mengimbau Amien Rais untuk menjelaskan lebih rinci siapa yang dimaksud dengan orang-orang anti-Tuhan dan partai mana pula yang disebut sebagai partai besar yang masuk kategori partai setan.

Doli menegaskan, Golkar adalah partai besar. Dia menilai para politisi Golkar adalah orang-orang yang percaya Tuhan. "Contohnya saya saja. Saya ini muslim, ayah dan ibu saya malah qari (pelantun Alquran, Red) dan pimpinan Golkar juga. Saya pun ikut marah ketika agama dan kitab suci saya dinistakan beberapa waktu lalu. Jadi saya merasa tidak anti-Tuhan dan sedang tidak berada di partai setan. Saya dapat pastikan bahwa seluruh warga Golkar juga begitu posisinya," jelasnya.

Menurut pemahamannya, ayat Alquran yang disampaikan Amien Rais itu adalah menarasikan tentang kelompok atau golongan, bukan partai politik. Ia pun menduga Ketua Dewan Kehormatan PAN itu sudah terlalu 'sepuh' juga, sehingga terkadang sangat emosional dan ucapan yang keluar tidak sesuai dengan apa yang dimaksud. Namun, apapun pernyataan itu merupakan suatu pernyataan yang buruk. Apalagi keluar dari mulut seorang tokoh yang dikenal selama ini sebagai tokoh reformasi yang sama-sama dihormati.

"Kami sangat menyayangkan hal itu. Bila tidak dijelaskan dan tak dapat dibuktikan, men-setan-kan orang atau kelompok itu adalah sesuatu yang destruktif terhadap pemahaman keagamaan dan kontraproduktif bagi pendidikan politik kebangsaan kita. Saya kira setan saja pun tidak berani dan tidak mampu meng-klaim manusia menjadi setan seperti dirinya. Karena itu adalah kekuasaan Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa. Semoga Amien Rais menyadari itu," paparnya.

Sementara, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menegaskan, pernyataan Amien Rais soal dikotomi partai setan dan partai Allah tidak mewakili partai. "Ya memang sudah diluruskan. Itu kan Pak Amien sebagai pembina atau penasihat Alumni 212. Itu juga ceramah di masjid habis salat Subuh, menjelaskan tentang teologi apa yang terkandung dalam Alquran. Itu yang dijelaskan. Karena itu, jangan dipersepsikan lain," kata Zulhasan, kemarin.

Ketika ditanyakan apakah PAN kecewa atas pernyataan yang disampaikan Amien Rais itu, Zulkifli enggan berkomentar. "Itu kata kamu ya,” ujarnya sambil berlalu.

Wasekjen PAN Saleh Daulay menambahkan, soal ceramah Amien Rais di Mampang beberapa hari lalu soal Alquran sebagai sumber hukum Islam semua pasti sepakat. Tidak ada beda soal ini. Karena itu, jika Amin Rais menjelaskan tentang adanya dua kelompok manusia menurut Alquran, ya itu apa adanya. 

"Beliau kan menjelaskan inti sari Surat Al-Mujadalah ayat 19 dan 22. Silakan semuanya membuka surat dan kedua ayat itu. Di sana jelas disebutkan adanya golongan syaitan dan golongan Allah,” kata Daulay melalui pesan tertulisnya, Minggu (15/4).

Menurutnya, apa yang disampaikan Amien Rais dalam pengajian di daerah Mampang belum lama ini tidak perlu diperdebatkan, apalagi disilangsengketakan. Sebab, Amien kala itu jelas-jelas diundang untuk memberi tausyiah keagamaan. "Sebagai seorang muslim, tentu Pak Amien menjelaskan masalah keagamaan dalam bingkai agama Islam yang bersumber dari Alquran dan Al Sunnah," kilah Wakil Ketua Komisi IX DPR RI itu.

Ini kan, sambung Saleh, dianggap besar karena yang menyampaikan Amien. Padahal, ayat Alquran yang dijelaskan Amien itu sudah ada sejak diturunkan. Penjelasan-penjelasan lanjutan dalam ceramah itu, hanyalah pendalaman. Kalaupun ada menyebut golongan tertentu sebagai golongan Allah, tetapi Amien tidak pernah menyebut golongan lain sebagai golongan sebaliknya. 

"Karena itu, tidak ada niat dan perilaku ujaran kebencian dalam ceramah itu. Sebagai tokoh Islam, Pak Amien sangat mumpuni untuk membimbing jamaahnya sesuai dengan tuntunan Alquran. Kalau setiap orang yang ceramah dilaporkan, kasihan poldanya. Padahal, banyak tindakan lain yang jauh lebih merugikan masyarakat yang semestinya mereka prioritaskan untuk diselesaikan,” tutupnya. (aen)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #amien-rais #pan #ujaran-kebencian 

Berita Terkait

IKLAN


1. Ditjen PHU akan Kerjasama dengan Ditjen Bimas Islam Adakan Penyuluh Haji    2. Di Anggap Prospektif, Dirjen Nizar Minta Prodi Manajemen Haji dan Umrah Masuk Fakultas Ekonomi Syariah    3. 2019, Di Targetkan Seluruh Pembimbing Manasik Haji Bersertifikat    4. Hasilkan Pembimbing Haji Profesional, Ditjen PHU MoU dengan IAIN Purwokerto    5. Beri Kuliah Umum, Dirjen Nizar Minta Pembimbing Haji Bersertifikasi dan Profesional    6. 1.096 Jemaah Haji Khusus Masuk Pelunasan Tahap II    7. Layanan Armina Bakal Meningkat    8. Dirjen Nizar: Relokasi Anggaran ke APBN Demi Azaz Keadilan    9. Petugas Haji Bertambah, Pelayanan Optimis Meningkat    10. 2019, Pembimbing Haji Bersertifikasi dan Profesional    11. Temui Direktur Proyek E Hajj Arab Saudi, Tim Pelayanan Haji Bahas Kesiapan Layanan Haji    12. Permudah Pendataan, Ditjen PHU Siapkan Gelang QR untuk Jemaah Haji    13. FK-KBIH Teken Pakta Integritas Manasik Haji    14. Saat Ini di Ditjen PHU Sudah Ada Advokasi Haji    15. Tim harus Jaga Integritas, Komitmen dan Soliditas Tugas    16. Kemenag Merilis Daftar Nama Jemaah Haji Berhak Lunas    17. Seleksi Petugas Haji 1439 H/2018 M Dibuka 20 Maret    18. Biaya Haji 2018 Disepakati    19. Pembinaan Haji Inheren Kesehatan    20. Haji Rescue Team terus Berikan Pelayanan Maksimal    21. Asrama Haji Bermetamorfosis Menjadi Hotel Berbintang    22. Sertifikasi Haji, Kemenag Gandeng UIN Suska Riau    23. Rekrutmen Petugas Haji secara Online    24. Kemenag Targetkan Indeks Kepuasan Haji Naik    25. Cek Perkiraan Berangkat Haji Khusus via Online    26. Pedoman Pembatalan Pendaftaran Haji Reguler 2018 Kembali Dibuka    27. Ini Tata Cara Pembatalan Pendaftaran Ibadah Haji    28. Kuota Haji 2018 Sama dengan 2017    29. Diseminasi Advokasi Haji Dimulai di Bogor, Daerah Lain Menyusul    30. Rangkul Muspida, Advokasi Haji akan Lakukan Diseminasi