Rabu, 25 April 2018 12:03 WIB
citraland

Lifestyle

Ketika Anggur Bertemu Keju

Redaktur:

LIFESTYLE-Suasana gelaran "Wine & Cheese Expo" yang menjadi bagian Jakarta Fashion & Food Festival (JFFF), Minggu (15/4). Foto: Joesvicar Iqbal/INDOPOS.CO.ID 

INDOPOS.CO.ID - Anggur tidak bisa dipisahkan dalam berbagai kuliner Barat. Selain dipakai sebagai minuman, ragam wine juga dipakai sebagai citarasa menu Barat.

Lantas bagaimana jika anggur dipadu dengan keju ya? Nah, digelaran "Wine & Cheese Expo" ini, pengunjung Jakarta Fashion & Food Festival (JFFF) 2018, 5-29 April di Mal Kelapa Gading, Jakut, bisa memilih aneka anggur lokal dan impor.

Begitu juga dengan penikmat keju. Mereka tidak mau ketinggalan mencicipi beragam keju dari berbagai negara itu.

Marketing Communication Baros Cheese Icha menuturkan, keju lokal yang mereka produksi dijamin bisa bersaing kelezatannya dengan produk impor. Keju gouda Baros adalah keju murni yang terbuat dari susu sapi segar. Termasuk kedalam jenis semi hard cheese dengan tekstur lembut, rasa gurih, dan aroma kuat. 

"Keju ini adalah keju khas dari Belanda yang diproduksi secara lokal, di Sukabumi, Jawa Barat," bebernya. Keju gouda Baros, lanjutnya, terdiri dari tiga jenis, yaitu keju gouda muda berumur  1,5-2 bulan dapat dikonsumsi langsung atau dijadikan pelengkap sarapan.

Lalu ada keju gouda berumur sedang, berusia 2-4 bulan dapat digunakan untuk pasta, dan adonan kue. Sedangkan keju gouda tua berumur diatas 4 bulan. 

Biasanya keju gouda yang sudah tua dipakai sebagai parmesan. Biasanya digunakan untuk campuran kue kering dan taburan spaghetti.

Ada juga jenis keju mozarella yang dimasak dipadu debgab susu, warnanya kuning, jenis keju yang lembut dan meleleh. "Biasanya orang pakai untuk lelehan makanan. Seperti pizza, spaghetti, dan lasagna," urainya.

Pihaknya juga memproduksi keju unik yang diberi nama mozarella black. Ya, keju ini berwarna hitam memakai arang bambu.

"Biasanya dipakai untuk aneka snack. Seperti cheese stick dan kue kering," ulasnya.

Dia juga memberikan tips cara memilih keju yang fresh. "Yang fresh umumnya permukaannya rata. Pinggiran keju juga bersih, tidak berjamur. Kemasannya rapat dan tidak berminyak," ujarnya.

Sedangkan untuk wine, kebanyakan berasal dari luar negeri. Seperti Prancis, Italia, Amerika Serikat, Afrika Selatan, Chili, Kanada, Spanyol, dan Afrika. Tapi, ada juga anggur lokal dari Bali ikut dalam pameran itu.

Marketing Office PT Danisa Texindo Casa Ligena menjelaskan, mereka adalah importir anggur untuk Prancis, Chili, Kanada, Afrika Selatan, Italia, dan Jepang. Untuk Jepang, pihaknya mengimpor sake.

"Produk kami ada red dan white wine, serta sparkling. Disesuaikan dengan waktu fermentasi," jelasnya kepada INDOPOS.

Untuk anggur mereh, terdiri dari paduan anggur merah, merlot, cabernet shaufignon, shiraz, dan pinot noir. Sedangkan anggur putih memadukan anggur hijau dengan chardonay, semilong, dan chanin blanc.

Sedangkan sparkling berasal dari Spanyol. Di Indonesia, imbuhnya, konsumen suka dengan rasa yang lebih manis.

Casa menambahkan, untuk wine yang mereka jual di pameran itu mendapat diakon 20 persen untuk all item. Harganya mulai dari Rp299 ribu hingga Rp7,5 juta.

Untuk kualitas anggur dilihat dari struktur tanahnya. "Jadi tergantung kondisi struktur tanahnya (terroir). Kalau yang bagus diatas harga Rp20 juta itu banyak itemnya," ungkapnya. 

Sementara itu, Sales Hatten Wines asal Bali Didi Mariadi, 27 menambahkan, untuk wine lokal dari Bali ada sejak tahun 1994. "Kita ada perkebunan di Singaraja, Bali Utara. Kita ada perusahaan TWO Island dan Hatten Wines," ucapnya

Produk pertama mereka adalah anggur merah Hatten Wines Rose. Berwarna agak pink karena tidak ada kontak dengan kulit anggurnya.

Menurutnya, potensi bisnis anggur lokal sangat besar. Produk mereka bahkan beberapa ada yang citarasanya unggul dibanding wine asal Inggris, Hongkong, Singapura, bahkan Prancis.

"Yang terpenting, kita harus punya karakter. Seperti menonjolkan rasa tropikal fruitnya. Karena negara kita ini di iklim tropis. Kita punya keunikan tersendiri disitu lebih ke buah matang," ulasnya. (ibl)


TOPIK BERITA TERKAIT: #jfff-2018 

Berita Terkait

Regenerasi Model di Ajang JFFF 2018

Fashion

IKLAN


1. Ditjen PHU akan Kerjasama dengan Ditjen Bimas Islam Adakan Penyuluh Haji    2. Di Anggap Prospektif, Dirjen Nizar Minta Prodi Manajemen Haji dan Umrah Masuk Fakultas Ekonomi Syariah    3. 2019, Di Targetkan Seluruh Pembimbing Manasik Haji Bersertifikat    4. Hasilkan Pembimbing Haji Profesional, Ditjen PHU MoU dengan IAIN Purwokerto    5. Beri Kuliah Umum, Dirjen Nizar Minta Pembimbing Haji Bersertifikasi dan Profesional    6. 1.096 Jemaah Haji Khusus Masuk Pelunasan Tahap II    7. Layanan Armina Bakal Meningkat    8. Dirjen Nizar: Relokasi Anggaran ke APBN Demi Azaz Keadilan    9. Petugas Haji Bertambah, Pelayanan Optimis Meningkat    10. 2019, Pembimbing Haji Bersertifikasi dan Profesional    11. Temui Direktur Proyek E Hajj Arab Saudi, Tim Pelayanan Haji Bahas Kesiapan Layanan Haji    12. Permudah Pendataan, Ditjen PHU Siapkan Gelang QR untuk Jemaah Haji    13. FK-KBIH Teken Pakta Integritas Manasik Haji    14. Saat Ini di Ditjen PHU Sudah Ada Advokasi Haji    15. Tim harus Jaga Integritas, Komitmen dan Soliditas Tugas    16. Kemenag Merilis Daftar Nama Jemaah Haji Berhak Lunas    17. Seleksi Petugas Haji 1439 H/2018 M Dibuka 20 Maret    18. Biaya Haji 2018 Disepakati    19. Pembinaan Haji Inheren Kesehatan    20. Haji Rescue Team terus Berikan Pelayanan Maksimal    21. Asrama Haji Bermetamorfosis Menjadi Hotel Berbintang    22. Sertifikasi Haji, Kemenag Gandeng UIN Suska Riau    23. Rekrutmen Petugas Haji secara Online    24. Kemenag Targetkan Indeks Kepuasan Haji Naik    25. Cek Perkiraan Berangkat Haji Khusus via Online    26. Pedoman Pembatalan Pendaftaran Haji Reguler 2018 Kembali Dibuka    27. Ini Tata Cara Pembatalan Pendaftaran Ibadah Haji    28. Kuota Haji 2018 Sama dengan 2017    29. Diseminasi Advokasi Haji Dimulai di Bogor, Daerah Lain Menyusul    30. Rangkul Muspida, Advokasi Haji akan Lakukan Diseminasi