Jumat, 20 April 2018 05:50 WIB
citraland

Jakarta Raya

Wagub DKI Dorong Digitalisasi UMKM dan PKL

Redaktur:

KERAJINAN-Produksi UMKM berupa tas unik yang pemasarannya membutuhkan peran pemerintah, dengan mendorong digitalisasi UMKM. Foto. TONI SUHARTONO/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Digitalisasi usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang digulirkan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, menuai komentar positif dari sejumlah pihak. Mereka menilai, dengan jumlah UMKM termasuk pedagang kaki lima (PKL) mencapai 650 ribu orang lebih di ibu kota, merupakan potensi besar untuk membantu memutar roda perekonomian ibu kota yang memang tengah lesu.

“Digitalisasi UMKM dan PKL tidak dapat ditawar-tawar lagi, karena memang sekarang sudah eranya menggunakan teknologi informasi, tidak terkecuali para pengusaha kecil,” ujar Direktur Eksekutif  Pusat Pengkajian Jakarta (PPJ), Muhlis Ali, Minggu (15/4).

Diungkapkan Muhlis, dari pengamatannya belum banyak usaha kecil yang terakomodir dalam program One Kecamatan One Center for Entrepreneurship (OK OCE), yang digulirkan Pemprov DKI Jakarta. Sehingga, diperlukan terobosan dengan memanfaatkan teknologi informasi yang tepat dan mudah diterapkan oleh para pelaku usaha kecil tersebut.

“Saat ini setiap orang telah memiliki telepon genggam cerdas (smartphone), mungkin pemprov dapat membuat sebuah aplikasi khusus yang dapat membantu para usaha kecil ini, untuk mengembangkan usaha mereka,” katanya.

Muhlis mengatakan, aplikasi tersebut harus disediakan secara gratis. Selain itu, para petugas pendamping OK OCE juga wajib memberikan pelatihan cara menggunakannya. “Dengan jumlahnya yang banyak UMKM dan PKL di Jakarta diyakini mampu membantu menggenjot perputaran ekonomi yang saat ini sedang lesu,” katanya.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, saat ini pihaknya memang tengah mendorong digitalisasi UMKM. Hal tersebut diungkapkannya saat menghadiri pencanangan aplikasi Zahir Simply sebagai aplikasi keuangan Gerakan OK OCE, di OK OCE Global Office, Epicentrum Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, akhir pekan lalu.

" Aplikasi ini merupakan strategi untuk terus mendorong digitalisasi UMKM agar naik kelas,” terang Sandi.

Selain mempermudah pembuatan laporan keuangan, aplikasi ini dapat membantu wirausahawan peserta OK OCE untuk mengelola penjualan dan stok.

Dikatakan Sandi, melalui aplikasi ini pengelolaan kegiatan usaha bisa dilakukan secara efisien dan pelaku usaha akan lebih mudah mendapatkan akses permodalan.Dijelaskannya, dengan adanya aplikasi pelaporan keuangan ini, secara disiplin peserta OK OCE atau pengusaha pemula bisa mencatat dan melaporkan keuangannya. Mereka juga akan menjadi pelaku usaha yang taat pajak karena ada catatan keuangan yang akurat.

"Sangat memberikan kemudahan, terutama bagi mereka yang selama ini tidak membuat laporan keuangan," terangnya.

Dalam kesempata itu, Chief Executive Officer aplikasi Zahir Simply, Muhamad Ismail, mengatakan aplikasi Zahir Simply kini bisa diunduh di Google Play dan App Store.

“Anggota UMKM saat ini sudah kekinian kok, sudah mau belajar dan mulai beralih ke digital, pesan Ojek aja saat ini sudah digital, masa iya untuk urusan bisnisnya mereka masih manual. jadi pasti mudah sekali untuk mereka menggunakan aplikasi Zahir Simply,” kata Muhamad.

Menurutnya, aplikasi ini akan menjadi aplikasi yang dibutuhkan para pengusaha UMKM karena membantu kemudahan mencatat keuangan setiap saat. Selain itu setiap bisnis yang dijalankan akan lebih terarah dan terukur.

"Memang saat ini pelaku bisnis dituntut untuk bisa mengikuti zaman. Hal ini yang mendorong kami untuk memberikan ide baru agar nantinya setiap pelaku usaha tidak lagi khawatir bisnisnya berantakan," ujarnya.

"Aplikasi Zahir Simply yang difokuskan untuk membantu usaha kecil mengelola keuangan dengan mudah. Aplikasi Zahir Simply lahir sebagai solusi atas masalah pelaporan keuangan yang dihadapi oleh UMKM," tambah Muhamad.

Pada sisi lain, anggota DPRD DKI Jakarta Bestari Barus, mengkritik program OK OCE karena hanya membantu memberikan pelatihan kepada warga dan tidak memberikan bantuan modal. "Ya kita kan gini loh, orang dididik, untuk jadi enterpreneurship. Tapi kalau akses modalnya tidak diberikan, ini akan sulit," ujar Bestari.

"Kita berharap sebetulnya ada satu mekanisme yang dibuat atau satu badan tujuan percepatan. Kalau memang orang ini benar-benar, jangan ragu memberikan akses modalnya. Walaupun itu misalnya katakanlah lewat APBD atau APBD yang dialokasikan melalui BUMD kita yang terkait dengan bidang itu," sambung Bestari.

Bestari memberikan usul kepada Pemprov untuk paling tidak memberikan modal sebesar Rp 5 milliar bagi masyarakat yang ingin gabung ke OK OCE.

"Tapi kalau dia disuruh datang ke bank sendiri itu pusing kepalanya. Saya bilang enggak usah banyak-banyak. 5 milliar aja," tutur Bestari.

Politisi Nasdem itu menegaskan bahwa apabila Anies-Sandi berharap akan ada 200 ribu pengusaha baru saat masa jabatannya, Pemprov DKI Jakarta harusnya memberikan modal.

"Kesempatannya cuma permodalan dan bagaimana pendistribusian hasil kerja mereka. Itulah yang harus dilakukan juga. Baru betul 200.000 enterpreneurship selama masa jabatan mereka ini, Anies dan Sandi bisa terwujud," tandasnya. (ibl)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pemprov-dki #umkm 

Berita Terkait

Garap Infrastruktur Berskema KPBU

Jakarta Raya

Majukan UKM dan IKM Lokal lewat Platform Digital

Indobisnis

Pemprov DKI Percepat Pelepasan Saham Pabrik Bir DKI

Jakarta Raya

Lagi, Ombudsman Sentil Pemprov DKI

Jakarta Raya

IKLAN


1. Ditjen PHU akan Kerjasama dengan Ditjen Bimas Islam Adakan Penyuluh Haji    2. Di Anggap Prospektif, Dirjen Nizar Minta Prodi Manajemen Haji dan Umrah Masuk Fakultas Ekonomi Syariah    3. 2019, Di Targetkan Seluruh Pembimbing Manasik Haji Bersertifikat    4. Hasilkan Pembimbing Haji Profesional, Ditjen PHU MoU dengan IAIN Purwokerto    5. Beri Kuliah Umum, Dirjen Nizar Minta Pembimbing Haji Bersertifikasi dan Profesional    6. 1.096 Jemaah Haji Khusus Masuk Pelunasan Tahap II    7. Layanan Armina Bakal Meningkat    8. Dirjen Nizar: Relokasi Anggaran ke APBN Demi Azaz Keadilan    9. Petugas Haji Bertambah, Pelayanan Optimis Meningkat    10. 2019, Pembimbing Haji Bersertifikasi dan Profesional    11. Temui Direktur Proyek E Hajj Arab Saudi, Tim Pelayanan Haji Bahas Kesiapan Layanan Haji    12. Permudah Pendataan, Ditjen PHU Siapkan Gelang QR untuk Jemaah Haji    13. FK-KBIH Teken Pakta Integritas Manasik Haji    14. Saat Ini di Ditjen PHU Sudah Ada Advokasi Haji    15. Tim harus Jaga Integritas, Komitmen dan Soliditas Tugas    16. Kemenag Merilis Daftar Nama Jemaah Haji Berhak Lunas    17. Seleksi Petugas Haji 1439 H/2018 M Dibuka 20 Maret    18. Biaya Haji 2018 Disepakati    19. Pembinaan Haji Inheren Kesehatan    20. Haji Rescue Team terus Berikan Pelayanan Maksimal    21. Asrama Haji Bermetamorfosis Menjadi Hotel Berbintang    22. Sertifikasi Haji, Kemenag Gandeng UIN Suska Riau    23. Rekrutmen Petugas Haji secara Online    24. Kemenag Targetkan Indeks Kepuasan Haji Naik    25. Cek Perkiraan Berangkat Haji Khusus via Online    26. Pedoman Pembatalan Pendaftaran Haji Reguler 2018 Kembali Dibuka    27. Ini Tata Cara Pembatalan Pendaftaran Ibadah Haji    28. Kuota Haji 2018 Sama dengan 2017    29. Diseminasi Advokasi Haji Dimulai di Bogor, Daerah Lain Menyusul    30. Rangkul Muspida, Advokasi Haji akan Lakukan Diseminasi