Rabu, 25 April 2018 12:03 WIB
citraland

Nasional

Menpar Jadi Keynote Speech Rakernas Let’s Go Hot Deals ViWI 2018

Redaktur:

Menteri Pariwisata Arief Yahya.

INDOPOS.CO.ID – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Let’s Go Hot Deals Visit Wonderful Indonesia (ViWI) 2018 Program Quick Wins resmi dimulai. Acara ini berlangsung di Hotel Red Top Jakarta, Selasa (17/4). Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya tampil sebagai keynote speech, sekaligus membuka secara resmi rakernas.

Rakernas dihadiri sekitar 200 peserta. Isu yang dibahas seputar pengembangan produk 3A (aksesibilitas, aktraksi dan amenitas). Juga market place (online dan offline), dan kemasan produk untuk klaster A (Jakarta, Bali, dan Kepri), klaster B (18 destinasi ViWI), klaster C (destinasis lainnya).

Menpar mengapresiasi penyelenggaraan Rakernas Let’s Go Hot Deals Visit Wonderful Indonesia (ViWI) 2018 Program Quick Wins. Karena, kegiatan ini melibatkan seluruh stakeholder pariwisata. Yaitu kekuatan Pentahelix (Akademisi, Industri Pariwisata, Komunitas, Pemerintah,dan Media). Semangat Indonesia Incorporated pun kembali digaungkan.

Menurut Menpar, ViWI 2018 adalah program bersama yang disepakati 18 stakeholders pariwisata di Indonesia beserta Kemenpar. “ViWI diharapkan memberikan kontribusi signifikan. Khususnya untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia. Tahun ini, kunjungan wisman ditargetkan menembus jumlah 17 juta orang,” paparnya.

Menpar Arief Yahya mengatakan, hot deals ViWI 2018 menjual paket wisata dengan harga bersaing. Atau bundling. Konsep yang diusung adalah More for Less (you get more, you pay less).

“Hal ini berlaku untuk semua komponen yang ada dalam paket wisata. Baik transportasi maupun akomodasi. Terutama, komponen tiket penerbangan internasional dengan transportasi domestik. Hal ini dilakukan agar paket wisata yang dijual dapat bersaing dengan paket wisata dari negara pesaing,” katanya.

Menurut Menpar, paket hot deals telah diujicoba di Kepri tahun lalu. Pihak yang dilibatkan adalah komponen penyelenggara transportasi (pengusaha fery), akomodasi (hotel dan restoran) dan atraksi (spa, golf). Paket tersebut berjalan sukses. Buktinya 105.000 paket hot deals terjual. Atau, mencapai 100%.

“Kita menargetkan ViWI 2018 dengan produk paketnya berupa super hot deals, hot deal, dan regular, dapat menghasilkan 2,5 juta wisman. Atau, sekitar 15% dari target kunjungan 17 juta wisman tahun ini,” katanya.

Dijelaskan Menpar, Kemenpar sudah menyiapkan sejumlah program untuk mencapai target kunjungan 17 wisatawan mancanegara tahun ini.

“Program hot deal ViWI 2018, 100 Calendar of Event (CoE) 2018 yang digelar dalam satu tahun penuh di seluruh Indonesia; dan Digital Destination, merupakan produk berbasis pengalaman yang dibuat untuk melayani pasar yang aktif di media sosial. Ini juga upaya dalam meraih target kunjungan 17 juta wisman,” jelasnya.

Sementara Ketua Tim Pelaksana ViWI 2018 Hariyadi BS Sukamdani mengatakan, Rakernas Let’s Go Hot Deals Visit Wonderful Indonesia (ViWI) 2018 Program Quick Wins dimaksudkan agar terlaksananya desiminasi program Hot Deals ViWI 2018 ke seluruh stakeholder pariwisata. Serta, tersusunnya pemetaan quik wins dan paket hot deals di masing-masing destinasi (provinsi) dan nasional.

“Rakernas ini juga untuk meningkatkan sinergisitas stakeholder destinasi di Indonesia,” katanya.

“Untuk menyukseskan ViWI 2018 perlu ditingkatkan koordinasi antara Pemerintah Pusat, stakeholders pariwisata, dan Pemerintah Daerah. Kepala Daerah (Gubernur/Bupati/Walikota) sebagai CEO di destinasinya memiliki peran penting dalam mensukseskan program ViWI 2018 dengan membuat paket-paket menarik dan murah atau hot deals,” kata Hariyadi BS Sukamdani. (ags/lis)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pariwisata 

Berita Terkait

IKLAN


1. Ditjen PHU akan Kerjasama dengan Ditjen Bimas Islam Adakan Penyuluh Haji    2. Di Anggap Prospektif, Dirjen Nizar Minta Prodi Manajemen Haji dan Umrah Masuk Fakultas Ekonomi Syariah    3. 2019, Di Targetkan Seluruh Pembimbing Manasik Haji Bersertifikat    4. Hasilkan Pembimbing Haji Profesional, Ditjen PHU MoU dengan IAIN Purwokerto    5. Beri Kuliah Umum, Dirjen Nizar Minta Pembimbing Haji Bersertifikasi dan Profesional    6. 1.096 Jemaah Haji Khusus Masuk Pelunasan Tahap II    7. Layanan Armina Bakal Meningkat    8. Dirjen Nizar: Relokasi Anggaran ke APBN Demi Azaz Keadilan    9. Petugas Haji Bertambah, Pelayanan Optimis Meningkat    10. 2019, Pembimbing Haji Bersertifikasi dan Profesional    11. Temui Direktur Proyek E Hajj Arab Saudi, Tim Pelayanan Haji Bahas Kesiapan Layanan Haji    12. Permudah Pendataan, Ditjen PHU Siapkan Gelang QR untuk Jemaah Haji    13. FK-KBIH Teken Pakta Integritas Manasik Haji    14. Saat Ini di Ditjen PHU Sudah Ada Advokasi Haji    15. Tim harus Jaga Integritas, Komitmen dan Soliditas Tugas    16. Kemenag Merilis Daftar Nama Jemaah Haji Berhak Lunas    17. Seleksi Petugas Haji 1439 H/2018 M Dibuka 20 Maret    18. Biaya Haji 2018 Disepakati    19. Pembinaan Haji Inheren Kesehatan    20. Haji Rescue Team terus Berikan Pelayanan Maksimal    21. Asrama Haji Bermetamorfosis Menjadi Hotel Berbintang    22. Sertifikasi Haji, Kemenag Gandeng UIN Suska Riau    23. Rekrutmen Petugas Haji secara Online    24. Kemenag Targetkan Indeks Kepuasan Haji Naik    25. Cek Perkiraan Berangkat Haji Khusus via Online    26. Pedoman Pembatalan Pendaftaran Haji Reguler 2018 Kembali Dibuka    27. Ini Tata Cara Pembatalan Pendaftaran Ibadah Haji    28. Kuota Haji 2018 Sama dengan 2017    29. Diseminasi Advokasi Haji Dimulai di Bogor, Daerah Lain Menyusul    30. Rangkul Muspida, Advokasi Haji akan Lakukan Diseminasi